Home / ACEH / HUKUM / OPINI

Selasa, 19 Mei 2026 - 11:20 WIB

Pergub Aceh No 2 Dicabut Usai Demo Mahasiswa, Penulis: “Kalau Demo Tak Ada, Kebijakan Ini Tak Akan Berubah”

MEDIALITERASI.ID | BANDA ACEH – Peraturan Gubernur Aceh Nomor 2 tahun 2026 resmi dicabut pada Minggu (18/5/2026) pukul 12.30 WIB, menyusul aksi demonstrasi mahasiswa di depan Kantor Gubernur Aceh.

Pencabutan itu disebut sebagai hasil dari keberanian mahasiswa yang turun ke jalan mewakili aspirasi rakyat. Seorang penulis yang mengikuti perkembangan aksi menyebut, tanpa demo, kebijakan tersebut kemungkinan tidak akan berubah.

“Seandainya mereka tidak demo, hanya koar-koar di media seperti saya, mungkin tidak akan mengubah blunder besar yang dilakukan pemerintah Aceh terhadap hak rakyat,” tulisnya.

Menurutnya, banyak warga yang bahkan tidak mengetahui isi Pergub tersebut hingga hari aksi berlangsung. “Buktinya masih ada yang bertanya sampai hari ini, memang demo apa di kantor gubernur,” katanya.

Baca Juga  Banjir Ini: Cermin Kegagalan Negara dalam Melindungi Rakyatnya Melalui Kebijakannya

Dalam aksinya, mahasiswa bertahan berhari-hari di depan kantor gubernur. Mereka tidur di jalanan, menghadapi hujan dan panas demi bertemu pemimpin yang tak kunjung menemui mereka. Beberapa peserta aksi juga mengalami luka, mulai dari patah kaki, pecah kepala, hingga memar akibat bentrokan.

Meski dituduh sebagai “orang bayaran” dan dituding digerakkan pihak tertentu, mahasiswa menegaskan aksi mereka murni untuk rakyat.

“Ada yang bilang kepada kami, kami datang ke kandang ini, kami orang-orang yang dibayar. Yang bilang begitu yang galak meulhih. Kami di sini murni berjuang untuk nasib rakyat, kami cinta untuk bangsa Aceh, ini tanah kelahiran kami,” ujar salah satu mahasiswa saat orasi.

Baca Juga  Urgensi Pemilu Tanpa Jokowi

Penulis tersebut mengapresiasi keteguhan mahasiswa. Ia menilai pengorbanan mereka menyelamatkan banyak warga Aceh dari dampak kebijakan yang dinilai merugikan.

“Berapa banyak warga Aceh yang terselamatkan berkat mereka semua. Patut diapresiasi adik mahasiswa, mereka rela berhari-hari di kantor gubernur,” tulisnya.

Ia berharap mahasiswa yang terluka segera pulih dan cita-cita mereka tercapai. Ia juga menitipkan pesan untuk calon pemimpin di masa depan: “Kalau suatu saat kalian jadi pemimpin, jadilah pemimpin yang baik budi, jangan jadi pemimpin yang selalu butuh dimaki.” (AYD)

Share :

Baca Juga

ACEH

Dua Dekade Damai Aceh, Eks Kombatan dan Janda Syuhada Masih Berjuang Sendiri

ACEH

Gubernur Aceh Cabut Pergub No 2 Tahun 2026, Layanan JKA Kembali Normal

ACEH

Pengacara Aceh Laporkan 3 Akun Medsos ke Polda atas Dugaan Pencemaran Nama Baik

ACEH

Gubernur Aceh Cabut Pergub JKA, Masyarakat Bisa Berobat Seperti Biasa

ACEH

JKA Kacau Karena Desil Salah, Akademisi: Audit DTSEN, Jangan Salahkan Aceh Saja

BERITA

Tokoh Malaysia Beri Dukungan Moral kepada Nadiem Makarim di Tengah Proses Hukum

ACEH

Sayang, APBA Surplus Rp906 Miliar Tapi Anggaran JKA Dipangkas Tajam

BERITA

10 Kasus Dugaan Korupsi Terbesar di Indonesia dengan Kerugian Triliunan Rupiah