Home / BERITA / HUKUM

Sabtu, 16 Mei 2026 - 08:20 WIB

Tokoh Malaysia Beri Dukungan Moral kepada Nadiem Makarim di Tengah Proses Hukum

MEDIALITERASI.ID | MALAYSIA – Dukungan moral terhadap Nadiem Makarim terus mengalir di tengah proses hukum yang sedang dihadapinya. Salah satunya datang dari seorang tokoh politik Malaysia yang mengaku prihatin atas tekanan dan tudingan yang kini diarahkan kepada mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi tersebut.

Dalam pernyataan terbuka yang diunggah melalui media sosial facebook Syed Shaddik Syed Abdul Rahman, tokoh tersebut menyebut bahwa sosok baik kerap menjadi sasaran penghancuran karakter demi mempertahankan sistem yang dianggap rusak.

Ia mengaku sedih melihat Nadiem dan keluarganya harus menghadapi tekanan berat, padahal pendiri Gojek itu telah meninggalkan perusahaan bernilai miliaran dolar demi mengabdi kepada publik.

“Negara yang dulu Anda layani kini justru membawa Anda ke dalam situasi yang sangat berat,” tulisnya.

Dalam pernyataan itu, ia juga mengenang pertemuannya dengan Nadiem pada 2019. Saat itu, ia mengaku pernah mendorong Nadiem untuk masuk ke dunia politik dan pelayanan publik karena Asia Tenggara dinilai membutuhkan lebih banyak tokoh muda pembawa perubahan.

Baca Juga  Penuhi Kebutuhan Sekolah, Alumni AKPOL 57 Batalyon Adhi Wiratama Serahkan Bantuan Pendidikan di Aceh Timur

Menurutnya, Nadiem saat itu sempat menyatakan bahwa politik bukanlah jalannya. Namun, ia ingin tetap memberikan kontribusi bagi masyarakat Indonesia melalui penciptaan lapangan kerja, peluang ekonomi, dan inovasi lewat Gojek.

Beberapa bulan kemudian, ia kembali bertemu dengan Nadiem dan mengetahui bahwa tokoh muda tersebut akan memimpin reformasi pendidikan di Indonesia.

Ia menilai kehadiran Nadiem di pemerintahan membawa harapan baru karena dikenal sebagai figur disruptor yang berhasil membangun Gojek, menciptakan jutaan peluang kerja, serta menghadirkan investasi dan inovasi bagi pelaku UMKM di Indonesia.

Namun kini, lanjutnya, sosok yang dahulu dipandang sebagai pembaharu justru menghadapi tuduhan dan pertarungan hukum yang menyakitkan.

Baca Juga  MKGR Sumut Terpecah Sedangkan Dukungan ke Hendriyanto Sitorus Menguat

Tokoh tersebut juga mengaku merasa bersalah karena pernah mendorong Nadiem masuk ke dunia pelayanan publik. Meski demikian, ia menegaskan keyakinannya bahwa orang baik tidak boleh meninggalkan politik dan pemerintahan.

“Ketika orang baik pergi, maka koruptor yang menang. Ketika para pembaharu dihancurkan, sistem akan tetap rusak,” tulisnya.

Ia turut membagikan pengalaman pribadinya yang pernah menghadapi proses hukum selama enam tahun sebelum akhirnya dinyatakan bebas oleh pengadilan.

Karena pengalaman itu, ia meyakini bahwa kebenaran pada akhirnya akan menemukan jalannya.

“Kebenaran mungkin lambat, tetapi kebenaran tidak akan mati,” demikian isi pernyataan tersebut.

Pernyataan dukungan itu pun menjadi perhatian publik dan memunculkan berbagai respons di media sosial terkait dinamika hukum dan politik yang sedang dihadapi Nadiem Makarim. (EQ)

Share :

Baca Juga

HUKUM

Fachrul Razi: Tragedi Tiro Bukan Soal Bendera, Tapi Soal Nyawa dan Perdamaian Helsinki

ACEH

Beda Keterangan TNI dan Warga soal Tiro, Bupati Pidie: Usut Menyeluruh dan Transparan

ACEH

Dua Tersangka Korupsi Proyek Jalan DAK 2024 di Aceh Tamiang Ditahan, Negara Rugi Rp 1,7 Miliar

BERITA

Polri dan KPAI Perkuat Kerja Sama Lindungi Anak dari TPPO dan Kekerasan

INTERNASIONAL

VEDA EGA PRATAMA DI SIRKUIT LUSAIL, QATAR – DARI ANAK ATC SAMPAI BINTANG MOTO3

BERITA

Aktivis HAM Aceh Desak Pangdam IM Evaluasi Personel TNI Terkait Insiden Tiro

BERITA

Jokowi Minta Publik Ikuti Proses Hukum Terkait Dugaan Penyadapan terhadap Presiden Prabowo

BERITA

Komnas HAM Selidiki Kericuhan Kenduri Maulid di Pidie yang Tewaskan Seorang Warga