Home / BERITA

Jumat, 10 Juli 2026 - 21:50 WIB

Lestarikan Budaya Lewat Literasi, DPK Lhokseumawe Gelar Bimtek Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal

MEDIALITERASI.ID | LHOKSEUMAWE – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Lhokseumawe melalui Bidang Perpustakaan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal pada 9–10 Juli 2026 di Gedung Layanan Perpustakaan Umum Kota Lhokseumawe. Kegiatan yang didukung Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik Tahun 2026 tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan literasi masyarakat sekaligus mendorong pelestarian budaya daerah melalui karya tulis.

Bimtek dibuka secara resmi oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Lhokseumawe. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghasilkan karya tulis yang mengangkat nilai-nilai budaya lokal sebagai bagian dari identitas daerah.

Menurutnya, budaya lokal merupakan warisan yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang. Salah satu cara efektif untuk melestarikannya adalah melalui karya tulis yang mendokumentasikan sejarah, tradisi, adat istiadat, bahasa, seni, serta berbagai kearifan lokal yang hidup di tengah masyarakat.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta mendapatkan materi dari dua pemateri yang berpengalaman di bidang literasi dan kepenulisan, yakni akademisi, peneliti, serta pemerhati pendidikan, bahasa, dan budaya, Juni Ahyar, serta Hamdani, S.Pd., penggiat literasi yang juga merupakan guru di SMAN 1. Keduanya membekali peserta dengan materi mengenai teknik penulisan esai, strategi menggali informasi budaya lokal, pengembangan ide kreatif, hingga penyusunan naskah yang layak dipublikasikan.

Baca Juga  Manfaatkan Waktu Luang, Bhabinkamtibmas Polsek Simpang Jernih Ajari Anak-Anak Ngaji

Sebagai salah satu pemateri, Juni Ahyar mengatakan salah satu luaran yang diharapkan dari Bimtek Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal adalah terbitnya sebuah buku bunga rampai yang memuat karya-karya terbaik peserta yang lolos proses seleksi.

“Melalui kegiatan ini kami berharap lahir sebuah buku bunga rampai yang berisi tulisan-tulisan terbaik peserta tentang budaya lokal. Buku tersebut diharapkan menjadi media dokumentasi sekaligus sarana memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat yang lebih luas,” ujar Juni Ahyar.

Ia menambahkan, setelah mengikuti bimtek, peserta diharapkan memiliki wawasan dan referensi yang lebih luas mengenai teknik penulisan esai sehingga mampu menghasilkan tulisan berbasis konten budaya lokal yang berkualitas, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Dengan bekal yang diperoleh selama bimtek, peserta diharapkan tidak hanya mampu menulis esai yang menarik, tetapi juga menghasilkan karya yang memiliki nilai edukatif, mengangkat kearifan lokal, serta menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya melalui literasi,” katanya.

Melalui pembekalan tersebut, peserta didorong agar mampu mengidentifikasi berbagai potensi budaya di lingkungan sekitarnya, kemudian mengolahnya menjadi karya tulis yang informatif, inspiratif, dan memiliki nilai dokumentasi bagi generasi mendatang. DPK berharap kegiatan ini dapat melahirkan penulis-penulis baru yang tidak hanya memiliki kemampuan menulis, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya daerah.

Baca Juga  Buka Puasa Bersama DPC PJS Medan Yusti Al Savigny SH: Jadilah Jurnalis Profesional yang Humanis

Selain meningkatkan kompetensi peserta, Bimtek Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal juga diharapkan menghasilkan karya-karya yang mampu memperkenalkan identitas Kota Lhokseumawe kepada masyarakat yang lebih luas. Berbagai nilai budaya, tradisi, bahasa, seni, dan kearifan lokal diharapkan dapat terdokumentasi dengan baik serta menjadi sumber pengetahuan bagi generasi mendatang.

Melalui kegiatan ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Lhokseumawe berharap semakin banyak lahir karya-karya berkualitas yang mengangkat potensi budaya daerah. Perpustakaan pun diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai pusat informasi, tetapi juga menjadi ruang pengembangan kreativitas, inovasi, dan pelestarian warisan budaya melalui literasi. (EQ)

Share :

Baca Juga

HUKUM

Polisi Bongkar Laboratorium Rahasia Sabu 1,2 Ton di Pidie, Terkait Jaringan Internasional Tiongkok-Myanmar

BUDAYA

Paradoks Orang Pintar: Banyak yang Merasa Tahu, Tapi Tak Peka Merasakan

BERITA

Pulihkan Kondusivitas Sekolah, Henny Mahera Siregar Ditunjuk sebagai Plh. Kepala SMAN 1 Simpang Ulim

KRIMINAL

Kapolri: Vape Pintu Masuk Narkotika Cair, Cairannya Tak Bisa Dibedakan BNN & Polri!

BERITA

Kick Off Graha Hijau Hitam Tandai Milad Ke-60 KAHMI Sulsel

ACEH

Gerebek Rumah di Meulaboh, Polisi Amankan 4 Orang Dugaan Promosi Jarimah Zina

ACEH

Ini Pesan Bupati Aceh Timur untuk Mahasiswa: Jaga Kekompakan dan Rawat Asrama IKAPA
Masuk Jaringan Global, UIA Paya Lipah Hadiri WCCE 2026 Kemenekraf RI

BERITA

Hadiri WCCE 2026, Rektor UIA Dorong Penguatan Sektor Ekonomi Kreatif Berbasis Syariah