Dari 29 SD dan 16 SMP yang dimutasi dan dipromosikan, Al-Farlaky minta lahirkan budaya bersih, disiplin, dan inovasi di setiap satuan pendidikan
MEDIALITERASI.ID | ACEH TIMUR — Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si. resmi melantik 45 kepala sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Pelantikan berlangsung di Aula Serbaguna, Selasa 7 Juli 2026.
Dari total 45 pejabat yang dilantik, 29 orang menjabat kepala Sekolah Dasar. Rinciannya 19 orang promosi dan 10 orang mutasi. Sementara untuk SMP sebanyak 16 orang, terdiri dari 10 promosi dan 6 mutasi.
Langkah ini disebut Bupati sebagai bagian dari penyegaran organisasi untuk memperkuat tata kelola pendidikan di daerah.
Kebersihan Jadi Tolok Ukur
Dalam arahannya, Al-Farlaky menegaskan jabatan kepala sekolah bukan sekadar rotasi administratif. Ada harapan besar yang melekat: menjadi penggerak perubahan di sekolah masing-masing.
“Selamat kepada Bapak dan Ibu yang hari ini dipercaya mengemban amanah sebagai kepala sekolah. Jabatan ini adalah bentuk kepercayaan yang harus dijawab dengan dedikasi, integritas, dan kerja nyata,” ujar Bupati.
Ia meminta perubahan dimulai dari hal paling mendasar yang bisa langsung dirasakan: kebersihan lingkungan, kedisiplinan, hingga kualitas proses belajar mengajar.
Bahkan kebersihan disebut akan menjadi salah satu indikator dalam evaluasi kinerja dan pengembangan karier kepala sekolah ke depan.
“Saya akan memberikan penghargaan kepada sekolah yang memiliki WC paling bersih. Sekolah-sekolah yang berada di sepanjang jalan negara maupun jalan penghubung antarkecamatan adalah wajah Aceh Timur. Orang dari luar akan menilai kualitas daerah ini dari kondisi sekolah kita,” tegasnya.
Bupati juga meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan melakukan pembinaan serius agar budaya bersih benar-benar hidup di setiap satuan pendidikan.
Tuntut Kepemimpinan dan Inovasi
Selain kebersihan, Al-Farlaky menekankan tiga tuntutan utama kepada para kepsek baru: kepemimpinan yang kuat, pemahaman terhadap regulasi dan hukum, serta kemampuan manajemen sekolah.
Ia juga mendorong kepala sekolah dan guru beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Pemanfaatan media ajar berbasis digital diminta dioptimalkan agar pengalaman belajar siswa lebih menarik.
“Para kepala sekolah harus mampu membangun komunikasi dan konsolidasi yang baik dengan guru dan tenaga kependidikan. Ciptakan lingkungan kerja yang aman, nyaman, dan kondusif agar semua bisa bekerja maksimal,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, lanjut Bupati, akan terus mendorong peningkatan kapasitas kepala sekolah melalui pelatihan agar mampu menjawab tantangan zaman.
Di akhir arahannya, Al-Farlaky berpesan agar para kepala sekolah melahirkan lulusan yang berkualitas, berkarakter, dan membawa kebanggaan bagi sekolah dan daerah.
“Jadilah pemimpin yang meninggalkan jejak kebaikan. Bangun sekolah yang bersih, disiplin, inovatif, dan berprestasi. Sehingga para siswa kelak mengenang sekolahnya sebagai tempat yang membentuk masa depan mereka,” pungkasnya. (AYD)







