Home / ACEH / BERANDA / BERITA / EKBIS

Senin, 6 Juli 2026 - 22:36 WIB

Gubernur Aceh Pastikan Hilirisasi Migas Blok Andaman Segera Jalan, Fokus ke Industri Metanol

MEDIALITERASI.ID | JAKARTA – Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem memastikan program hilirisasi minyak dan gas (migas) dari kawasan Blok Andaman akan segera berjalan.

Pemerintah Aceh saat ini mulai menyiapkan langkah strategis agar potensi migas tersebut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, bukan hanya sebatas penerimaan bagi hasil.

“Gas alam melimpah, kita harus persiapkan diri dengan matang. Lampu hijau hilirisasi sudah kita dapatkan,” kata Mualem dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (1/7/2026).

KEK Arun Lhokseumawe Jadi Pusat Hilirisasi: Menurut Mualem, Blok Andaman merupakan peluang besar bagi Aceh membangun industri berbasis migas. Pemanfaatan cadangan gas tidak boleh hanya berorientasi pada pendapatan daerah, tetapi juga menciptakan nilai tambah melalui pengembangan industri dan peningkatan kualitas SDM.

“Hilirisasi harus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi Aceh. Karena itu perlu perencanaan yang matang. Itu tidak semudah membalikkan telapak tangan,” ujarnya.

Pernyataan tersebut disampaikan melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi. Ia menjelaskan Pemerintah Aceh telah beberapa kali menggelar rapat terkait rencana hilirisasi yang dipimpin Sekretaris Daerah Aceh M. Nasir Syamaun.

Baca Juga  Pengeboran Mubadala di South Andaman, Aceh Tuntut Bagi Hasil & Kewenangan Sesuai UUPA dan MoU Helsinki

Kawasan Andaman memiliki enam wilayah kerja migas utama, yakni Andaman I, Andaman II, Andaman III, Central Andaman, South Andaman, dan South West Andaman. Tahap awal pengembangan akan dimulai dari Lapangan Gas Tengkulo di Wilayah Kerja South Andaman yang dikelola Mubadala Energy.

Pengembangan hilirisasi dipusatkan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe. Langkah ini sejalan dengan Proyek Strategis Nasional dalam RPJMN 2025-2029.

Baca Juga  Pemerintah akan Berlakukan Pembelajaran di Bulan Ramadhan

Produksi 300 MMSCFD, Peluang Industri Turunan: Nurlis menjelaskan Lapangan Gas Tengkulo diproyeksikan memproduksi sekitar 300 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD). Dari jumlah tersebut, baru sekitar 160 MMSCFD yang telah memiliki komitmen penjualan melalui Gas Sale Agreement (GSA) kepada PLN.

“Kondisi ini membuka peluang besar bagi pengembangan industri hilir di Aceh,” katanya.

Gas bumi dari South Andaman dapat diolah menjadi metanol dan hidrogen. Metanol merupakan bahan baku penting dalam program biodiesel nasional berbasis kelapa sawit. Karena itu, Pemerintah Aceh menilai pembangunan pabrik metanol perlu segera dipersiapkan.(AYD)

Share :

Baca Juga

ACEH

Kasus Dugaan Penganiayaan Anak di Aceh Timur Masuk Ranah Hukum, Korban Resmi Lapor ke Polres

ACEH

Jumpai Massa di Pusat Pemerintahan, Bupati Al-Farlaky Jelaskan Proses Bantuan Banjir Secara Terbuka

ACEH

Bupati Al Farlaky Lantik 57 Keuchik

ACEH

Pemkab Aceh Timur Gerak Cepat Tangani Kebakaran di Lokasi Sumur Minyak Tradisional Darul Ihsan

ACEH

Bupati Aceh Timur Lantik 57 Keuchik Gelombang IV, Tekankan Transparansi Dana Gampong

ACEH

Pemkab Aceh Timur Gerak Cepat Tangani Kebakaran Sumur Minyak di Darul Ihsan

BERANDA

Air Mata Neymar di New York: Brasil Tersingkir, Karier Internasional Tuntas

ACEH

Sumur Minyak Tradisional di Aceh Timur Meledak, 5 Mobil Damkar Dikerahkan Padamkan Api