Home / BERANDA / BERITA / MANACANEGARA / OLAHRAGA

Senin, 6 Juli 2026 - 10:51 WIB

Air Mata Neymar di New York: Brasil Tersingkir, Karier Internasional Tuntas

MEDIALITERASI.ID | EAST RUTHERFORD – Air mata Neymar tumpah di New York New Jersey Stadium. Kekalahan 1-2 Brasil dari Norwegia di babak 16 besar Piala Dunia 2026, Senin (6/7) dini hari WIB, sekaligus menjadi laga terakhirnya bersama Selecao.

Dua gol Erling Haaland di penghujung babak kedua memaksa Brasil angkat koper lebih cepat. Ini kali pertama sejak 1990 Brasil gagal lolos dari 16 besar Piala Dunia.

Neymar yang masuk di pertengahan babak kedua sempat memperkecil ketertinggalan lewat penalti di injury time. Namun gol itu tak cukup menyelamatkan tim asuhan Carlo Ancelotti dari kekalahan.

“Saya Sudah Mencoba”

Kekecewaan begitu terasa. Pemain, staf pelatih, hingga suporter Brasil terlihat menangis di tribun. Neymar pun tak kuasa menahan sedih. Tangannya bergetar saat menunduk berdoa di tengah lapangan.

Baca Juga  Oknum RT Diduga Menjadi Backing Bangunan Tanpa IMB di Jakarta Utara

Di usia 34 tahun, peluangnya mengangkat trofi Piala Dunia resmi tertutup. Kondisi fisik yang kerap diterpa cedera membuatnya sulit bertahan hingga edisi 2030.

Usai laga, Neymar menyampaikan perpisahan.

“Saya sudah mencoba. Saya sudah mencoba. Sekarang sudah selesai. Saya memulai di sini, dan akan mengakhirinya di sini,” ucapnya kepada Globo.

Pernyataan itu sekaligus mengonfirmasi pensiunnya dari timnas. Ironisnya, ia memulai debut bersama Brasil juga di stadion yang sama pada Juli 2010 melawan Amerika Serikat. 16 tahun berselang, ia menutup karier internasional di tempat yang sama.

Baca Juga  Syech Fadhil Sponsori Pelatihan Tahsin Al Qur'an di Bireun

Warisan 80 Gol, Tanpa Trofi Piala Dunia

Neymar menutup karier internasional sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Brasil dengan 80 gol dari 130 laga. Torehan itu melampaui legenda Pele yang mengemas 77 gol.

Namun berbeda dengan Pele yang meraih 3 trofi Piala Dunia, Neymar gagal membawa Brasil juara di ajang paling bergengsi itu. Selama 4 edisi Piala Dunia, capaian terbaiknya hanya perempat final.

Sepanjang berseragam Selecao, ia hanya mempersembahkan 2 gelar: Piala Konfederasi 2013 dan medali emas Olimpiade Rio 2016. Trofi Copa America dan Piala Dunia tetap menjadi mimpi yang tak kesampaian.

Bagi Brasil, kekalahan ini adalah luka. Bagi Neymar, ini adalah perpisahan.(AYD)

Share :

Baca Juga

ACEH

Operasional Pasar Malam di Idi Rayeuk Aceh Timur Dipertanyakan Legalitasnya

MANACANEGARA

DRAMA MANDALIKA MEMANAS: Alex Rins Minta Maaf Usai Acungkan Jari Tengah ke Marshal, Kini Diteror Ancaman Pembunuhan

ACEH

Peringatan Maulid di Aceh Memanas: Aparat Minta Bendera Bintang Bulan Diturunkan

BERITA

Bikin Bangga! Veda Ega Pratama Finis ke-6 di Moto3 Mandalika, Buktikan Mental Baja di Tengah Tekanan

ACEH

Kapasitas Gedung Terlampaui, Muzakarah Internasional Ulama Tauhid Sufi Diserbu Jamaah

ACEH

Penuh Haru! H. Maop Gelar Maulid Nabi 1448 H dan Santuni 40 Anak Yatim di Kantor DPW PA Aceh Timur

BERITA

Aceh dan Sumut Masuk Level Siaga Hujan Sangat Lebat, BMKG: Waspada Banjir Bandang dan Longsor 10-12 Oktober

ACEH

Krueng Geukueh Disiapkan Jadi Gerbang Laut Aceh–Malaysia, Rute Penang Dimatangkan