Home / OPINI / RELIGI

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:02 WIB

“Jangan Jual Aqidah Demi Nafkah”: Ajaran Agama Kita Ingatkan Pentingnya Memilih Pekerjaan Halal

Rezeki Allah luas, tinggalkan pekerjaan yang bertentangan dengan keyakinan

BANDA ACEH – OPINI | Seruan untuk memilih pekerjaan yang halal dan tidak bertentangan dengan keyakinan agama kembali mengemuka. Para tokoh agama mengingatkan umat Muslim agar tidak mengorbankan aqidah, Al-Qur’an, dan hadis hanya demi mengejar nafkah dunia.

“Kita tidak akan mati kelaparan hanya karena memilih meninggalkan pekerjaan yang bertentangan dengan keyakinan dan prinsip agama. Masih banyak pekerjaan yang baik, halal, dan dapat menjadi jalan rezeki yang diridai Allah,” demikian pesan yang disampaikan dalam kajian keislaman di sejumlah majelis taklim di Aceh pekan ini.

Dalam penyampaiannya, para ustaz dan da’i menekankan bahwa bekerja merupakan ibadah, namun harus dilakukan dengan cara yang tetap menjaga prinsip keislaman.

“Jangan sampai demi mencari nafkah, kita mengorbankan aqidah, Al-Qur’an, dan hadis. Bekerjalah dengan cara yang tetap menjaga prinsip keislaman dan tidak menjadikan hukum atau kepentingan dunia sebagai alasan untuk menggadaikan keyakinan,” 

Pertimbangkan ulang jika bertentangan dengan agama

Baca Juga  Jangan Pernah Takut Kepada Penjilat Kekuasaan

Para tokoh agama juga mengajak umat untuk mengevaluasi kembali jenis pekerjaan yang saat ini dijalani.

“Jika menurut keyakinanmu suatu pekerjaan membuatmu harus mengorbankan aqidah atau terlibat dalam sesuatu yang bertentangan dengan prinsip agama, maka pertimbangkanlah untuk mencari pekerjaan lain yang lebih sesuai,” 

Mereka menegaskan, Islam mengajarkan bahwa rezeki telah dijamin Allah SWT dan sifatnya luas. Karena itu umat tidak perlu takut meninggalkan pekerjaan yang diyakini haram.

“Rezeki Allah itu luas. Jangan takut meninggalkan sesuatu yang diyakini tidak benar demi mencari jalan yang halal. Carilah pekerjaan yang baik, halal, dan tetap menjaga kehormatan serta keyakinan sebagai seorang Muslim,” 

Bekerja untuk rezeki, bukan menjual aqidah

Baca Juga  Anda Penguasa atau Pemimpin ?

Para ulama mengingatkan, tujuan utama bekerja adalah untuk mencari rezeki yang berkah, bukan dengan cara yang merusak iman.

“Kita bekerja untuk mencari rezeki, bukan menjual aqidah,” 

Seruan ini mendapat respons positif dari jamaah. Banyak yang menilai pesan tersebut relevan di tengah tantangan ekonomi saat ini, di mana tidak sedikit orang tergiur pekerjaan dengan penghasilan besar namun mengabaikan nilai-nilai agama.

Majelis Ulama Indonesia dan sejumlah lembaga dakwah daerah juga rutin mengingatkan agar umat selektif dalam memilih pekerjaan, memastikan sumber penghasilan berasal dari cara yang halal dan thayyib sesuai tuntunan syariat.(*)

Share :

Baca Juga

OPINI

Mengembalikan Kedigdayaan Samudera Pasai Melalui Pengembangan Ekonomi Maritim 

EDUKASI

Jangan Langsung Mengajar: Mengapa Lima Menit Pertama Menentukan Semangat Belajar Siswa

ACEH

Wacana Provinsi Samudera Pase Menguat, Warga Utara-Timur Aceh Dorong Pemerataan Pembangunan

OPINI

21 Tahun Damai Aceh: Perang Senjata Berhenti, Perang Anggaran Belum Usai

RELIGI

Tafsir Ibnu Sirin: 5 Makna Mimpi Membunuh Ular dalam Islam

BERANDA

Perceraian Tak Cukup Putus Nikah, Hak Nafkah hingga Harta Bersama Rawan Terabaikan di Mahkamah Syar’iyah

OPINI

Menjemput Nakhoda Baru Unimal: Meritokrasi Akademik dan Ujian Integritas Kepemimpinan

RELIGI

Maulid Nabi di Kuta Makmur Jadi Ajang Pererat Silaturahmi dan Kepedulian Sosial