Home / ACEH / BERANDA / BERITA

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:10 WIB

Banjir Luas Landa 9 Kecamatan di Aceh Tamiang, Tanggul Jebol dan Ribuan Warga Mengungsi

MEDIALITERASI.ID | ACEH TAMIANG —  Banjir akibat hujan deras berdurasi panjang yang mengguyur Kabupaten Aceh Tamiang sejak Sabtu (10/10) hingga Minggu (11/10) malam terus meluas.

Berdasarkan data terbaru Pusdalops PB BPBD Kabupaten Aceh Tamiang per Senin (12/10/26) pukul 22.45 WIB, sebanyak sembilan kecamatan terendam banjir. Bencana ini merusak tanggul penahan air, memutus akses jalan antar-kecamatan, serta menggenangi puluhan hektar sawah milik warga.

Meski di sejumlah wilayah daratan tinggi air mulai berangsur surut, debit air di wilayah hilir dan daerah aliran sungai (DAS) justru meningkat tajam. Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang memastikan hingga saat ini tidak ada korban jiwa.

Tanggul Jebol 15 Meter, Sawah dan Jalan Terendam

Kerusakan infrastruktur memperparah banjir kali ini. Di Kampung Marlempang, Kecamatan Bendahara, tanggul penahan air jebol sepanjang 15 meter. Akibatnya, 15 unit rumah, 22 hektar sawah, dan 500 meter jalan kampung terendam dengan ketinggian air 10-30 cm.

Di Kampung Raja, Kecamatan yang sama, tanggul penahan banjir juga mengalami kerusakan serius dan terjadi rembesan air.

Akses jalan antar-kecamatan lumpuh total. Jalan yang menghubungkan Tebing Tinggi ke Simpang Kiri, Kecamatan Tenggulun, tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Di Kampung Suka Makmur, Kecamatan Kejuruan Muda, jalan antar-kecamatan terendam sepanjang 1.850 meter dengan ketinggian air 80 cm. Badan jalan lintas Seruway-Rantau dan jalan antar-kampung Pulau Tiga-Kaloy juga terganggu akibat banjir dan abrasi.

Baca Juga  MEDCO E&P MALAKA DUKUNG PENANGANAN BANJIR DI ACEH TIMUR

Tak hanya permukiman, lahan pertanian ikut terdampak. Sekitar 20 hektare sawah di Suka Makmur, 15 hektare di Kampung Balai, dan 20 hektare di Lubuk Batil, Bendahara, terendam. Di sektor pendidikan dan keagamaan, komplek Pesantren Darul Mukhlisin di Tanjung Karang dan Mushala Muhammadiyah yang dijadikan tempat pengungsian sementara turut terendam.

Ribuan Warga Mengungsi

Juru Bicara Pemkab Aceh Tamiang, M. Farid, menyebutkan Tim TRC BPBD, Rescue, Dinas Damkarmat, dan Satgas SAR Aceh Tamiang terus melakukan pemantauan, pendataan, dan evakuasi di titik-titik terdampak.

Di Kecamatan Tenggulun, air berangsur surut di Kampung Simpang Kiri dengan 102 rumah terendam dan 83 KK mengungsi di timbangan PT Evans. Di Kampung Tenggulun, 34 rumah terendam dan 100 KK mengungsi. Namun di Kampung Sumber Makmur, Dusun Tualang Tukul, Sumber Rejo, dan Sungai Rengas masih terendam hingga 1 meter dengan 206 rumah terendam dan 33 KK mengungsi. Di Tebing Tinggi, 86 rumah terendam dan 106 jiwa mengungsi. Di Rimba Sawang, 220 unit rumah terendam di tiga dusun.

Di Tamiang Hulu, debit air di Kampung Rongoh terus bertambah hingga 1,5 meter. Sebanyak 45 KK atau 124 jiwa, termasuk 16 balita, mengungsi ke lokasi lebih tinggi di Bukit Kandang Ayam dan Dusun Suka Jaya. Di Kampung Kaloy terjadi abrasi pada badan jalan lintas.

Di Kejuruan Muda, Kampung Kebun Sungai Liput, 37 KK atau 145 jiwa mengungsi. Di Seumadam, air mencapai 1,3 meter merendam 9 rumah. Di Bukit Rata, 61 rumah terendam dengan 171 jiwa terdampak. Sementara di Alur Selebu air mulai surut.

Baca Juga  Bangunan di Kompleks PT Bumi Flora Aceh Timur Terbakar, Polisi Turun ke Lokasi

Di Kota Kualasimpang, Kampung Kota Lintang, 172 rumah terendam berdampak pada 250 KK, termasuk penghuni Huntara. Warga mengungsi di rumah keluarga, halaman Mushala Muhammadiyah, dan area jalan menuju SMA 2 Kejuruan Muda. Di Sriwijaya, 19 rumah dan 5 unit Huntara Insitu terendam.

Di Karang Baru, Tanjung Seumantoh, 30 rumah terendam berdampak pada 37 KK atau 111 jiwa termasuk 6 balita dan 5 lansia. Di Sukajadi, genangan 30 cm memaksa warga mengungsi.

Di Bendahara, Kampung Balai menjadi wilayah dengan dampak terparah. Air merendam 240 rumah berdampak pada 325 KK atau 1.010 jiwa, dimana 115 KK terpaksa mengungsi. Di Lubuk Batil, 25 rumah terendam dan di Rantau Pakam 19 rumah terendam.

Di Seruway, Kampung Gelung, 15 rumah terendam dan warga mendirikan dapur umum mandiri. Di Padang Langgis, air menggenangi permukiman dan jalan lintas Seruway-Rantau. Di Rantau, air mulai masuk ke Alur Manis, Alur Cucur dengan 9 rumah terendam, dan Landuh. Sementara di Bandar Pusaka, air dilaporkan telah surut penuh dan kondusif.

Farid menegaskan, bantuan logistik, sarana-prasarana penanggulangan bencana, serta pembersihan drainase yang tersumbat menjadi kebutuhan mendesak saat ini untuk melayani para pengungsi.(*)

 

Penulis: Prokopim Aceh Tamiang

Editor: Ayahdidien

Share :

Baca Juga

ACEH

Waspada! Langit Idi Rayeuk Mulai Berkabut, Asap Tebal dari Palembang dan Jambi Sampai ke Aceh Timur

BERANDA

BNPB Update Bencana: Banjir-Longsor Landa Gayo Lues & Aceh Tenggara, Karhutla 63 Hektare di Merauke, Padang Masih Terendam

ACEH

Baitul Mal Aceh Timur Siap Rehabilitasi Rumah dan Beri Modal Usaha untuk Mukhlis di Nurussalam

ACEH

Operasional Pasar Malam di Idi Rayeuk Aceh Timur Dipertanyakan Legalitasnya

ACEH

Peringatan Maulid di Aceh Memanas: Aparat Minta Bendera Bintang Bulan Diturunkan

BERITA

Bikin Bangga! Veda Ega Pratama Finis ke-6 di Moto3 Mandalika, Buktikan Mental Baja di Tengah Tekanan

ACEH

Kapasitas Gedung Terlampaui, Muzakarah Internasional Ulama Tauhid Sufi Diserbu Jamaah

ACEH

Penuh Haru! H. Maop Gelar Maulid Nabi 1448 H dan Santuni 40 Anak Yatim di Kantor DPW PA Aceh Timur