Home / OPINI

Senin, 23 Oktober 2023 - 02:15 WIB

Israel Go To Hell, Jokowi Go To Jail !

oleh M Rizal Fadillah*

ISRAEL yang terus membombardir Gaza dikutuk dunia, khususnya dunia Islam. Serangan ke Gaza menggambarkan bahwa perang ini bukan persahabatan melainkan bahkan genosida. Israel memang binatang buas, predator, haus darah dan pembuat teror. Israel adalah negara teroris yang sedang berlari menuju neraka. Israel masuk neraka.

Zionis Israel penyembah setan yang mempersetankan dunia. Seruan, kutukan, apalagi sekedar pernyataan, tidak akan didengar. Arogansi dengan sandaran lobi Yahudi mampu mengendalikan Amerika, Inggris dan Uni Eropa. Di medan diplomasi perjuangan Palestina sulit untuk meruntuhkan Israel yang sukses didukung oleh kekuatan lobi tersebut.

Meskipun demikian serangan 7 Oktober ternyata mengejutkan dan merepotkan. Fenomena baru dari gerakan kemerdekaan Palestina telah muncul. Serangan membabi buta Israel adalah bentuk ketakutan. Berbeda dengan perang sebelumnya pada tahun 1967 dan 1973 yang berbentuk negara seperti gabungan Lebanon, Suriah, Mesir, dan Yordania yang faktanya selalu kalah. Kini dilakukan oleh sebuah gerakan atau kelompok perlawanan. Harakat Al Muqowama Al Islmamiya (Hamas) adalah sebuah kekuatan.

Israel membuat neraka di Gaza tetapi menjadi surga bagi umat Islam teraniaya dan pejuang mujahid. Pejuang Hamas juga mampu membuat neraka di Israel. Kematian yang memang jalan menuju neraka bagi kaum zalim, kafir, dan keji. Israel masuk neraka.

Baca Juga  MUDRICK SANGIDU DAN PEOPLE POWER

Di wilayah domestik arogansi pemerintahan Jokowi juga sedang ditunjukkan. Tidak malu mensentralisasi kekuasaan menjadi domain keluarga. Membombardir demokrasi dengan dukungan penuh lobi oligarki. Diujung masa jabatan Jokowi panik hingga langkahnya membabi buta. Terlalu banyak kegagalan dan dosa politik yang telah diperbuat. Jokowi masuk penjara.

Berhasil menyetir MK untuk membuka peluang Gibran. Mengolah MK agar memutuskan perbaikan UU Cipta kerja demi Perppu. Mendikte DPR untuk selalu mengetuk palu atas kemauan, upaya kudeta pimpinan partai politik, menempatkan anak menjadi partai Ketum secepat kilat, mengkultuskan diri melalui pemerintahan Jokowi, dan memberikan hukuman tergantung tingkat kesetiaan. Menyandera Menteri dan Ketum partai.

Agenda Jokowi banyak gagal atau tersendat. Ingin menambah periode tidak sukses, perpanjangan setahun dua tahun mendapat tantangan, proyek IKN meski telah diobral masih belum laku, kereta cepat tak jelas prospek, yang jelas hutang besar, dalam kasus Rempang seperti Israel saja main usir dan pengosongan.

Baca Juga  MENYAMBUT TAHUN POLITIK : SISA KANLAH “RUANG BATIN” TEMPAT KITA KEMBALI UNTUK MEMBINA CINTA

Xi Jinping adalah Jokowi besar dan Jokowi adalah Xi Jinping kecil.

Gilanya di Tiongkok Jokowi mengatakan IKN merupakan bagian dari program jalur Sutera Tiongkok. Waduh ujug ujug Jokowi memasukkan IKN ke dalam program BRI, sehat pak ? Ditambah kasus Km 50, korupsi, kondisi Pemilu, serta tidak jelas soal ijazah, maka Jokowi memang layak masuk penjara. Pergi ke penjara.

Sebagaiman Israel dimana para pejuang kemerdekaan Hamas, Jihad Islam, Fatah dan lainnya terus mengadakan perlawanan, maka di Indonesia rezim Jokowi yang zalim, serakah dan korup juga mendapatkan perlawanan dari mahasiswa, buruh, purnawirawan, agamawan, emak-emak, kelompok profesi dan aktivis lainnya . Oposisi terus bersembunyi dan melakukan aksi dalam melawan ketidakadilan dan ketidakpedulian rezim Jokowi. Rezim buta tuli.

Teriakan yang pantas bagi Zionis adalah “Israel pergi ke neraka”. Sementara watak “penjara” Jokowi yang selalu menyakiti rakyat Indonesia berkonsekuensi pada teriakan “Jokowi masuk penjara !”.

Penjara sudah tidak sabar menanti dan menjadi tempat yang sangat layak bagi Jokowi beserta kroni.

*) Pemerhati Politik dan Kebangsaan Bandung, 23 Oktober 2023

Share :

Baca Juga

EDUKASI

SNBT Bukan Takdir : Jangan Jadikan Kampus Impian Sebagai Berhala Masa Depan

OPINI

UUPA Bukan Belas Kasihan Jakarta: Aceh Jangan Terus Dipimpin oleh Keberanian Palsu

OPINI

Aceh Tidak Lagi Butuh Wacana : Saatnya Kebijakan dan Keberanian Politik untuk Kedaulatan Energi

EDUKASI

Generasi Emas atau Generasi Brutal? Ketika Pendidikan Melahirkan Kecerdasan tanpa Nurani dan Demokrasi Kehilangan Etika

OPINI

Bangkit atau Sekadar Bertahan? Indonesia di Tengah Krisis Moral Generasi

EDUKASI

Hari Kebangkitan Nasional 2026: Menyelamatkan Generasi di Tengah Krisis Digital

ACEH

Perdamaian Aceh Belum Tuntas Tanpa Ruang Ekonomi Baru

ACEH

Pergub Aceh No 2 Dicabut Usai Demo Mahasiswa, Penulis: “Kalau Demo Tak Ada, Kebijakan Ini Tak Akan Berubah”