MEDIALITERASI.ID | BANDA ACEH — Sebanyak 1.001 cup sanger dibagikan gratis kepada pengunjung selama festival budaya Sanger Day Fest 2026 yang berlangsung di Taman Sulthanah Safiatuddin, Banda Aceh, pada 11–14 September 2026. Festival ini terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya.
Ketua Panitia Penyelenggara Nasrul mengatakan, kuota sanger gratis tersebut tidak dibagikan sekaligus, melainkan bertahap dengan jatah sekitar 250 cup per hari selama empat hari pelaksanaan.
“Jadi 1.001 sanger itu kita bagi empat hari, bukan satu hari 1.001. Kita bagi parsial, satu hari 250 cup sanger yang digratiskan,” kata Nasrul, Jumat (11/9/2026).
Cara Klaim Sanger Gratis
- Pindai kode QR yang disediakan panitia di lokasi maupun media promosi acara.
- Isi data pada laman yang muncul setelah kode QR dipindai.
- Simpan kode QR baru yang ditampilkan sistem setelah pengisian data selesai.
- Bawa kode QR tersebut ke area Sanger Corner untuk dipindai ulang oleh panitia.
- Tukarkan kupon yang diterima dengan sanger di warung kopi yang telah ditentukan.
“Setelah discan barcode-nya, barulah nanti dikasih kupon untuk ditukar di warung kopi,” kata Nasrul.
Panitia mengingatkan, tanggal pengambilan sanger yang dipilih saat klaim bersifat mengikat. “Kalau ambil tanggal 11 September, maka ambil di tanggal itu. Lewat dari tanggal itu berarti Anda belum beruntung,” katanya, seraya menambahkan bahwa laman klaim telah mencantumkan pilihan tanggal sesuai ketersediaan kuota harian.
Selain pembagian sanger gratis, Sanger Day Fest 2026 juga menghadirkan Exhibition Sanger Corner, Sanger Talks & Peluncuran Buku “Sangerology”, Kompetisi Hip-Hop Jam 13 by HNS, Cultural Dance & Ethnic Music, serta Live Mural & Workshop Cetak Saring.
Bagian dari Program Hibah Kebudayaan
Nasrul menjelaskan, Sanger Day Fest 2026 merupakan salah satu penerima Program Dana Hibah Kebudayaan Kategori Pendayagunaan Ruang Publik dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia tahun 2025.
“Fasilitasi institusional ini disalurkan melalui sinergi Dana Indonesiaraya—yang dikelola bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP)—sebagai bentuk dukungan negara terhadap pemajuan kebudayaan lokal serta akselerasi ekonomi kreatif di Aceh,” ujarnya.
Festival ini berkolaborasi dengan Aceh Culinary Festival (ACF) 2026 dan komunitas Hip-Hop NAD Syndicate (HNS), serta terbuka bagi seluruh kalangan, mulai dari keluarga, penikmat sanger, anak muda, hingga wisatawan.







