Home / BERANDA / BERITA / EKBIS / HUKUM / NASIONAL / SOSIAL

Jumat, 11 September 2026 - 20:00 WIB

Mulai Oktober 2026, Pemerintah Buka Rekening Massal di BRI untuk 200 Juta Warga, Dapat Dana Awal Rp50.000

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan usai melakukan kunjungan kerja di KDKMP Desa Pisang, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (11/9/2026). (Sumber: ANTARA/Riadi Gunawan)

MEDIALITERASI.ID | JAKARTA — Pemerintah akan mulai membuka rekening baru untuk seluruh masyarakat Indonesia berusia 17 tahun ke atas mulai Oktober 2026. Rekening tersebut akan menjadi saluran utama penyaluran berbagai bantuan sosial dari pemerintah.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan setiap rekening baru akan dibuka di Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan langsung mendapat dana awal Rp50.000.

“Mulai Oktober seluruh rakyat Indonesia usia 17 tahun ke atas akan dibukakan rekening baru di BRI. Dimodali Rp50 ribu. Semua bantuan nanti ke situ, beasiswa, bantuan pangan, bantuan tunai, PKH, segala macam,” kata Zulkifli Hasan di Lampung Selatan, Jumat (11/9/2026).

Satu Rekening untuk Semua Bantuan

Menurut Zulkifli, pembukaan rekening massal bertujuan mempermudah dan mengintegrasikan penyaluran program bantuan pemerintah.

Baca Juga  Dua Korban Tanah Longsor di Kabupaten Bener Meriah Berhasil Ditemukan

Dengan satu rekening, dana beasiswa, bantuan pangan, bantuan tunai, hingga Program Keluarga Harapan (PKH) diharapkan bisa disalurkan lebih cepat, terarah, dan tepat sasaran.

“Ini untuk memudahkan masyarakat menerima program. Jadi tidak terpecah-pecah lagi salurannya,” ujarnya.

Bantuan Barang Lewat Koperasi Desa  

Tidak semua bantuan akan disalurkan dalam bentuk uang. Zulkifli menyebut bantuan berupa barang seperti beras, jagung, dan alsintan akan disalurkan melalui koperasi desa (Kopdes).

“Kalau barang di Kopdes. Beras, jagung, alsintan, nanti di koperasi desa. Mudah-mudahan Oktober sudah berjalan,” katanya.

Dengan pembagian tersebut, rekening menjadi saluran untuk bantuan dana, sementara Kopdes menjadi titik distribusi untuk bantuan barang.

Bagian dari Integrasi Keuangan Nasional

Kebijakan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat inklusi dan literasi keuangan masyarakat.

Baca Juga  Polda Metro Jaya Bagikan Tips Hindari Penipuan Love Scamming

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya menyebut pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp11 triliun dari APBN untuk pembukaan rekening bagi lebih dari 200 juta masyarakat. Setiap rekening juga direncanakan mendapat dana awal Rp50.000.

Selain BRI, Bank Syariah Indonesia (BSI) juga disiapkan dalam skema ini. BSI menyiapkan produk BSI TabunganKu untuk usia 17 tahun ke atas dan BSI Tabungan SimPel iB untuk usia di bawah 17 tahun. Keduanya bebas biaya administrasi bulanan dengan akad wadiah.

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menjelaskan, dengan bebas biaya admin, dana awal Rp50.000 dari pemerintah tidak akan terpotong. Kedua rekening itu juga sudah terintegrasi dengan layanan mobile banking BYOND by BSI.

Pemerintah menargetkan mekanisme rekening massal ini mulai berjalan penuh pada Oktober 2026, bersamaan dengan dimulainya operasional koperasi desa untuk penyaluran bantuan barang. (*)

Share :

Baca Juga

BERANDA

Bukan Didepak, Ini Alasan Nama Veda Ega Pratama Hilang di Daftar Sementara Moto3 2027

HUKUM

Polemik Ijazah Gibran Usai Putusan MK: Apa Syarat Pemakzulan Wapres Menurut Konstitusi?

BERITA

Kunjungan Pasien Capai 150 Orang per Hari, Puskesmas Kuta Makmur Kekurangan Tempat Tidur Rawat Inap

BERANDA

Mendagri Berhentikan Bupati Gowa Sitti Husniah, Darmawangsyah Muin Ditunjuk Sebagai Plt Bupati

ACEH

RSUD Zubir Mahmud Pastikan Belum Ada Pasien Sesak Napas Akibat Kabut Asap di Aceh Timur

BERITA

Mukhlis Puna Bekali 27 Santri Misbahul Ulum dengan Keterampilan Jurnalistik

ACEH

Perayaan Maulid di Gampong Sagoe Muara Tiga Ricuh, Bendera Aceh Diturunkan Aparat di Area Masjid

ACEH

Waspada! Langit Idi Rayeuk Mulai Berkabut, Asap Tebal dari Palembang dan Jambi Sampai ke Aceh Timur