Home / BREAKING NEWS / HUKUM / MANACANEGARA / POLITIK

Jumat, 11 September 2026 - 10:06 WIB

Tolak Label ‘Jongos Komunis’, Iran Tegaskan Hubungan Pragmatis dengan Rusia dan China

Teheran sebut kerja sama militer dan kesehatan berbasis alih teknologi, bukan ketergantungan

MEDIALITERASI.ID | TEHERAN — Iran menolak narasi yang menyebutnya sebagai “jongos” bagi poros Rusia dan China. Pemerintah Teheran menegaskan hubungan dengan Moskow dan Beijing bersifat pragmatis dan setara, bukan hubungan majikan dengan bawahan.

Penolakan itu muncul di tengah sorotan terhadap intensitas kerja sama Iran dengan dua negara eks-komunis tersebut, khususnya di bidang militer dan kesehatan.

Prinsip “Bukan Timur, Bukan Barat” Sejak 1979

Sejak Revolusi Islam 1979, Iran memegang prinsip “Na Sharqi, Na Gharbi” atau “Bukan Timur, Bukan Barat”. Prinsip itu menempatkan kerja sama internasional sebagai pilihan, bukan keharusan tunduk.

“Teheran terbuka bekerja sama dengan siapa saja, asalkan tidak ada yang sok mengatur,” demikian pernyataan yang berkembang di kalangan pengamat hubungan luar negeri Iran.

Kerja Sama Militer: Alih Teknologi, Bukan Ketergantungan

Narasi Iran sebagai “prajurit sewaan” Rusia di Suriah dibantah. Dalam konflik Suriah, Rusia memang menyediakan dukungan udara dengan jet tempur, sementara pasukan pro-Iran bertempur di darat.

Hubungan itu berbalik saat perang di Eropa Timur. Rusia dilaporkan meminta pasokan ribuan drone kamikaze Shahed-136 dan teknologi rudal presisi dari Iran. Sebagai imbalannya, Iran menuntut alih teknologi dari Moskow, termasuk jet tempur Su-35, helikopter serang Mi-28, dan sistem radar mutakhir.

Baca Juga  Polres Bener Meriah Gelar Upacara Penyerahan Piagam Penghargaan kepada Personel Berprestasi

Bahkan Iran juga tegas soal kedaulatan wilayah. Pada 2016, Parlemen Iran mencabut izin penggunaan Pangkalan Udara Nojeh di Hamadan oleh militer Rusia untuk operasi di Suriah. Alasannya, konstitusi Iran melarang keberadaan pangkalan militer asing.

Dengan China, kerja sama militer Iran terbatas pada latihan angkatan laut gabungan di Samudra Hindia dan pertukaran komponen elektronik. Iran menolak memberikan akses pangkalan militer kepada Beijing di Selat Hormuz. Alih-alih bergantung, Iran mengembangkan sendiri jaringan rudal bawah tanah dan armada kapal cepat serbu.

Kemandirian di Sektor Kesehatan

Di bidang kesehatan, Iran juga menunjukkan kemandirian. Di tengah sanksi Barat, Iran membangun industri farmasi domestik yang kini memenuhi lebih dari 95% kebutuhan obat nasional.

Saat pandemi Covid-19, Iran tidak sekadar membeli vaksin Sputnik V dari Rusia. Teheran menuntut lisensi alih teknologi agar vaksin dapat diproduksi di pabrik lokal Karaj. Skema serupa dilakukan lewat vaksin PastoCovac hasil kerja sama riset dengan Kuba.

Baca Juga  Istana Negara Jakarta Membuka Pintu Bagi Perwakilan Pendemo

Melalui institusi riset seperti Royan Institute, Iran juga menjadi pusat bioteknologi, sel punca, dan nanomedisin di Timur Tengah. Iran bahkan mengekspor obat biosimilar untuk kanker dan peralatan bedah robotik ke negara-negara regional.

Dalam forum Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO), ilmuwan Iran disebut duduk sejajar membahas standardisasi medis, bukan sebagai penerima bantuan.

Hubungan Mitra, Bukan Bawahan

Para pengamat menilai menyebut Iran sebagai “jongos” adalah penyederhanaan yang keliru. Bagi Teheran, Rusia dan China adalah mitra dagang dan politik yang sama-sama pragmatis untuk menghadapi sanksi Barat.

“Kerja sama iya, alih teknologi jalan terus. Tapi kalau disuruh tunduk jadi pesuruh, karpet Persia Teheran terlalu mahal untuk dijadikan keset,” ujar seorang analis hubungan internasional di Teheran.

Sikap Iran ini menegaskan posisinya sebagai aktor independen di kawasan. Bekerja sama dengan kekuatan besar, tetapi tetap menjaga kendali atas kebijakan dalam negeri dan pertahanan. (*)

Share :

Baca Juga

BREAKING NEWS

Para Duta Besar Arab di PBB Meminta Menlu Rusia Untuk ”Menghentikan Iran”

BERANDA

Jenazah Wili Mbuik, CPNS Dinas Pertanian Jayawijaya Korban Penembakan, Diberangkatkan ke Kupang

BERITA

Direktur IFG Didesak “Restrukturisasi Polis Jiwasraya” Bukan Sekadar Janji Penyehatan Saja

ACEH

Komisioner Baitul Mal Aceh Timur Dilantik, Bupati Al-Farlaky Minta Genjot Pendapatan Zakat

BREAKING NEWS

5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian

BERANDA

Persimpangan Karier Veda Pratama: Naik ke Moto2 2027 atau Bertahan di Moto3?

BREAKING NEWS

Kabel Bawah Tanah Overheat, Asap Pekat Kepung Pertokoan Pasar Baru Jakarta

BERANDA

Rubio: AS Tak Wajib Lindungi Dunia Selamanya, PM Spanyol Balas: Siapa Suruh Serang Iran?