Home / BERANDA / BERITA / HUKUM / MANACANEGARA

Senin, 7 September 2026 - 11:41 WIB

Rubio: AS Tak Wajib Lindungi Dunia Selamanya, PM Spanyol Balas: Siapa Suruh Serang Iran?

MEDIALITERASI.ID | WASHINGTON — Pernyataan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio yang menyebut bukan tugas Amerika Serikat untuk “melindungi seluruh planet selamanya” memicu perdebatan panas dengan Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez.

Perselisihan itu kini viral di media sosial dan menyeret isu kebijakan AS terhadap Iran ke permukaan.

Rubio dalam pernyataannya menegaskan kebijakan luar negeri AS harus mengutamakan kepentingan nasional Amerika, bukan bertindak seperti “badan amal global”.

“AS tidak bisa dan tidak wajib menjaga keamanan seluruh dunia selamanya,” ujar Rubio, seraya menekankan prinsip pembagian beban dengan sekutu.

Sánchez: Siapa yang Suruh Serang Iran?

Balasan Sánchez langsung menjadi sorotan. PM Spanyol itu secara terbuka menyebut kampanye AS-Israel terhadap Iran sebagai tindakan ilegal.

Baca Juga  Unimal Lepas 2.050 Mahasiswa KKN PPM Tahun 2022

“Lalu siapa yang menyuruh Anda memulai perang ilegal melawan Iran?” kata Sánchez dalam pernyataan yang ramai dikutip warganet.

Sánchez juga menegaskan Spanyol menolak penggunaan pangkalan militer dan wilayah udaranya untuk operasi terkait Iran. Ia memastikan Madrid tidak akan terlibat dalam konflik tersebut.

Perbedaan Pendekatan Kebijakan Luar Negeri

Perdebatan Rubio-Sánchez mencerminkan jurang perbedaan pendekatan antara Washington dan sejumlah sekutu Eropa.

Di satu sisi, AS di bawah Rubio mendorong narasi “America First” dan pembagian beban pertahanan. Di sisi lain, Sánchez mempertanyakan legitimasi perang yang dilancarkan Washington, dan mengapa kini dunia diminta tidak berharap AS terus menjadi “polisi dunia”.

Baca Juga  Kapolda Metro Jaya Pimpin Rapat Koordinasi Pengamanan Mayday Fiesta 2025, Imbau Masyarakat Jaga Kondusivitas

“Satu pihak berbicara tentang kepentingan nasional dan pembagian beban. Pihak lain bertanya mengapa Washington melancarkan perang yang sekarang dikatakan dunia tidak seharusnya mengharapkan Amerika untuk terus mengawasinya selamanya,” demikian dinamika yang tergambar dari pertukaran pernyataan keduanya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi lebih lanjut dari Departemen Luar Negeri AS terkait penolakan Spanyol atas penggunaan wilayahnya. (*)

Share :

Baca Juga

BERANDA

Kabut Asap Makin Parah, 63 Sekolah di Bintulu dan Tatau Ditutup Hingga 11 September

ACEH

Wacana Provinsi Samudera Pase Menguat, Warga Utara-Timur Aceh Dorong Pemerataan Pembangunan

BERITA

Mahasiswa Trisakti Puji Kapolri, Nilai Demokrasi Makin Kuat di Era Listyo Sigit

BERITA

Diduga Peras dan Intimidasi Warga, Dua Orang Diamankan Polisi di Karawaci

ACEH

Bupati Al-Farlaky Raih SMSI Aceh Award 2026, Kepala Daerah Populer Penanganan Bencana di Wilayah Terisolir

BERANDA

Mensos Ungkap Penyebab Desil DTSEN Melonjak dan Tegaskan Bansos Tak Langsung Dicoret

BERITA

CISAH: Perlu Kajian Ulang Hari Lahir Aceh Utara

ACEH

Drama Adu Penalti! Medco E&P Malaka Sikat Editor FC, Jadi Raja Migas Cup 2026