Home / BERANDA / BERITA / MANACANEGARA

Senin, 7 September 2026 - 11:07 WIB

Kabut Asap Makin Parah, 63 Sekolah di Bintulu dan Tatau Ditutup Hingga 11 September

MEDIALITERASI.ID | KUCHING — Sebanyak 63 sekolah di Bintulu dan Tatau, Sarawak, ditutup sementara hingga 11 September 2026 akibat kabut asap yang semakin memburuk. Penutupan dilakukan setelah Indeks Kualitas Udara (IPU) di Bintulu mencapai level “sangat tidak sehat”.

Jabatan Pendidikan Negeri Sarawak (JPNS) dalam pernyataan resminya, Jumat malam (05/09/2026), menyebutkan penutupan mencakup 54 sekolah dasar dengan 22.476 siswa dan 9 sekolah menengah dengan 17.268 siswa di bawah naungan Kantor Pendidikan Daerah (PPD) Bintulu dan Tatau/Sebauh.

“Penutupan sementara berlangsung mulai 7 hingga 11 September 2026,” demikian pernyataan JPNS.

IPU Bintulu Capai 206

Mengacu data Sistem Pengelolaan Indeks Pencemar Udara Malaysia (APIMS) dari Departemen Lingkungan Hidup (JAS), Bintulu mencatat IPU 206 pada pukul 20.00 waktu setempat, masuk kategori sangat tidak sehat.

Baca Juga  Wali Naggroe Aceh Lakukan Pertemuan Dengan Dubes Uni Eropa Bahas Percepatan Pengimplementasian Butir - Butir MoU

Secara keseluruhan di Sarawak, sebanyak 617 sekolah dasar dengan 130.953 siswa dan 93 sekolah menengah dengan 107.350 siswa di 14 PPD terdampak kabut asap lintas batas juga ditutup sementara.

Selama masa penutupan, kegiatan belajar mengajar akan dialihkan ke Pembelajaran Jarak Jauh (PdPR).

Yang di-Pertuan Agong Tetapkan Darurat di Serian

JPNS mengimbau pihak sekolah untuk mematuhi prosedur operasional standar guna menjaga kesehatan siswa dan guru. Sekolah juga diminta memantau perkembangan IPU melalui APIMS dan mengikuti anjuran Kementerian Kesehatan.

Baca Juga  Tingkatkan Kemampuan Dasar, Lanal Lhokseumawe Laksanakan Latihan Renang

Sebelumnya, Direktur JPNS Omar Mahli menyampaikan sebanyak 647 sekolah dasar dan menengah di Sarawak akan ditutup selama lima hari mulai Senin.

Terkait kondisi kabut asap yang semakin parah, Yang di-Pertuan Agong Sultan Ibrahim juga telah menyetujui penetapan status darurat di seluruh wilayah Serian, Sarawak. Keputusan itu diambil setelah mempertimbangkan saran Perdana Menteri Datuk Seri Anwar Ibrahim, Premier Sarawak Tan Sri Abang Johari Tun Openg, dan instansi terkait, mengingat kualitas udara sudah membahayakan kesehatan dan keselamatan masyarakat.

JPNS memastikan informasi terbaru akan terus disampaikan sesuai perkembangan di lapangan.(*)

Share :

Baca Juga

ACEH

Bupati Aceh Timur Pastikan Kembali ke Jakarta November, Tagih Bantuan Jadup dan Stimulan Banjir

ACEH

Bunda PAUD Julok Sambangi SD/MI Ajarkan Edukasi Konservasi Sejak Dini

ACEH

Bupati Al-Farlaky Timbun 1.200 Meter Jalan Lhok Dalam–Panton Rayeok M

ACEH

Genjot Pembangunan, Bupati Al-Farlaky Mulai Aspal Jalan Sungai Raya–Gajah Mentah

ACEH

Bupati Al-Farlaky Salurkan Bantuan Kitab untuk Dayah di Aceh Timur

ACEH

Respon Komplain Pelanggan , Bupati Al-Farlaky Panggil Direktur PDAM

BERITA

Bupati Al-Farlaky Kembali Raih Penghargaan, Kali Ini Dari ILMA 2026, Katagori Inovasi Fiskal dan Penanganan Bencana

ACEH

Bupati Al-Farlaky Hadiri Muzakarah Dayah Keude Dua