Home / BERANDA / BERITA / HUKUM / NASIONAL / SOSIAL

Minggu, 6 September 2026 - 13:15 WIB

Mensos Ungkap Penyebab Desil DTSEN Melonjak dan Tegaskan Bansos Tak Langsung Dicoret

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul)/Foto: dok. Kemensos

12 juta data baru dari BKKBN jadi pemicu perubahan signifikan pada DTSEN Volume 3. Pemerintah sudah koreksi lewat Volume 3.1

Medialiterasi.id | Jakarta — Keluhan masyarakat soal desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang tiba-tiba naik meski kondisi ekonomi masih pas-pasan akhirnya mendapat penjelasan.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyebut lonjakan itu dipicu masuknya sekitar 12 juta data baru dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) ke dalam DTSEN Volume 3. Data tersebut belum melalui verifikasi dan validasi, sehingga menyebabkan pergeseran desil yang tidak wajar.

“Baru masuk 12 juta data baru dari BKKBN yang belum dilakukan verifikasi dan validasi, sehingga loncat-loncat. Nah sekarang sudah distabilkan, dirapikan, diverifikasi dan validasi. Insyaallah dalam waktu 1-2 minggu ke depan, data ini akan makin akurat,” kata Gus Ipul dalam keterangan resmi, Jumat (4/9/2026).

Badan Pusat Statistik (BPS) telah menindaklanjuti dengan menerbitkan DTSEN Volume 3.1 sebagai bentuk koreksi. Menurut Gus Ipul, pemerintah terus melakukan konsolidasi dan pemutakhiran data melalui berbagai sumber, termasuk perbaikan langsung bersama pemerintah daerah.

Desil Bukan Ukuran Kaya-Miskin

Baca Juga  Diversifikasi Ekonomi Sulsel Dari Sektor Non-Tambang

Tenaga Ahli Menteri Sosial Bidang Perencanaan dan Evaluasi Kebijakan Strategis, Andy Kurniawan, menegaskan desil bukan “sertifikat” kaya atau miskin.

“Desil itu bukan sertifikat kaya dan miskin. Desil tidak bisa disamakan secara ekuivalen dengan penghasilan. Desil 1 penghasilannya sekian atau desil 10 penghasilannya sekian, itu tidak bisa,” jelas Andy.

Ia menjelaskan, desil merupakan pemeringkatan relatif dari 10 kelompok kesejahteraan. Setelah penduduk diurutkan dari paling rendah ke paling tinggi, mereka dibagi 10. Karena sifatnya relatif, posisi seseorang bisa berubah meski kondisi ekonominya tetap, jika keluarga lain dalam pemeringkatan ikut berubah.

Perubahan signifikan di Volume 3 memang terjadi setelah 12 juta data BKKBN masuk. Isu ini mencuat bersamaan dengan masa pendaftaran perguruan tinggi yang terkait Kartu Indonesia Pintar (KIP).

“12 juta data baru ini adalah sumber pemutakhiran di volume ketiga. Sumber pemutakhiran di volume ketiga ini menyebabkan naik turunnya desil terasa sangat signifikan. Ini langsung dievaluasi oleh BPS dan memang gejala di masyarakat kasuistis langsung kita tindaklanjuti,” ujar Andy.

Bansos Tidak Otomatis Hilang

Gus Ipul meluruskan kekhawatiran bahwa perubahan desil otomatis menghapus penerima bantuan sosial.

“Tidak serta-merta orang yang sekarang desilnya berubah, itu otomatis dicoret. Karena masih menunggu penetapan pada awal bulan penyaluran. Misalnya sekarang ini kan ada lonjakan-lonjakan data, itu tidak otomatis hilang, karena kan kita belum menyalurkan. Sementara untuk PBI itu setiap bulan sekali,” jelasnya.

Baca Juga  Dua Orang Oknum Wartawan Memeras Warga Bantar Gebanng

Andy menambahkan, desil hanya berfungsi sebagai pertimbangan prioritas, bukan syarat utama. Setiap program bansos punya kriteria sendiri. Contohnya PKH yang memprioritaskan desil 1-4, namun tetap tidak diberikan kepada PNS meski masuk desil tersebut.

“Seolah-olah kalau desil naik, sama dengan tambah kaya. Kalau tambah kaya, sama dengan bantuannya hilang. Itu sama sekali tidak benar. Karena jumlah bantuan sosial itu tetap dan bahkan bertambah. Kenapa ada orang yang memenuhi syarat tapi tidak mendapatkan, karena kuotanya terbatas,” paparnya.

Cara Ajukan Perbaikan Data

Masyarakat yang merasa data DTSEN-nya belum sesuai bisa mengajukan pemutakhiran melalui:

1. Pemerintah desa/kelurahan dibantu operator SIKS-NG

2. Ground check oleh pendamping PKH, BPS, atau pemda

3. Mandiri lewat aplikasi Cek Bansos

4. Layanan pengaduan: Call center 021-171, WhatsApp 08877-171-171, kanal daring

`dtsen form.bps.go.id`

perlinsos.kemensos.go.id

 

Pemerintah menargetkan DTSEN dimutakhirkan setiap tiga bulan sekali. Dengan begitu, dalam setahun akan ada empat versi data untuk menjaga akurasi penyaluran bantuan. (*)

Share :

Baca Juga

ACEH

Bupati Al-Farlaky Raih SMSI Aceh Award 2026, Kepala Daerah Populer Penanganan Bencana di Wilayah Terisolir

BERITA

CISAH: Perlu Kajian Ulang Hari Lahir Aceh Utara

ACEH

Drama Adu Penalti! Medco E&P Malaka Sikat Editor FC, Jadi Raja Migas Cup 2026

ACEH

JF FC Aceh Utara Juara KPA Cup I Simpang Ulim 2026, Bupati Aceh Timur Serahkan Piala

BERANDA

7 Ciri Orang yang Sering Berbicara Sendiri Saat Sendiri, Ternyata Tanda Otak Bekerja Aktif
Menuju PTKIS Unggul, UIA Dorong Dosen Tingkatkan Riset dan Studi Lanjut

BERITA

Akselerasi Standar Mutu, Rektor UIA Imbau Dosen Perkuat Riset dan Pengabdian

ACEH

Pimred Tribunpasee: Jadikan Milad Samudra Pasai ke-800 untuk Perkuat Jati Diri dan Syariat

BERANDA

Aragón Jadi Akhir Pekan Pahit Honda Team Asia, Veda Pratama dan Zen Mitani Kehilangan Grip