Agus Suriadi: “Tajaga Adat, Ta Peukoeng Syari’at” harus jadi landasan membangun Aceh Utara
Medialiterasi.id | Lhoksukon — Pemimpin Redaksi Tribunpasee Agus Suriadi mengucapkan selamat memperingati Milad Samudra Pasai ke-800 yang akan digelar di Kabupaten Aceh Utara, 6–13 September 2026.
Dalam momentum bersejarah itu, Agus mengajak masyarakat menjadikan peringatan bukan sekadar seremoni tahunan. Ia menekankan pentingnya mengenang kejayaan peradaban Islam pertama di Nusantara sekaligus menguatkan identitas daerah.
“Tajaga Adat, Ta Peukoeng Syari’at” menjadi pesan penting dalam peringatan tersebut. Semangat itu diharapkan dapat menjadi landasan bagi masyarakat untuk menjaga warisan budaya dan sejarah Samudra Pasai sekaligus membangun Aceh Utara yang lebih maju,” ujar Agus, Jumat (4/9/2026).
Mengenang Kejayaan Pase
Samudera Pasai dikenal sebagai kerajaan Islam pertama di kawasan pesisir utara Sumatera yang kini masuk wilayah Aceh Utara. Berdasarkan sejumlah sumber sejarah, kerajaan ini berdiri sekitar abad ke-13 dengan Sultan Malik al-Saleh sebagai pendiri dan raja pertamanya.
Pemerintah Kabupaten Aceh Utara sendiri telah menempatkan peninggalan Samudra Pasai sebagai bagian penting dari identitas sejarah dan kebudayaan daerah. Salah satunya melalui Museum Islam Samudra Pasai di Gampong Beuringen, Kecamatan Samudera, yang berfungsi sebagai sarana pelestarian dan edukasi.
Ajak Generasi Muda Bangga pada Sejarah
Agus berharap peringatan Milad ke-800 yang dipusatkan di Pelataran Kantor Bupati Aceh Utara mampu membangkitkan kebanggaan masyarakat terhadap sejarah Pase.
“Momentum ini harus kita gunakan untuk mendorong generasi muda terus mempelajari, menjaga dan mengembangkan warisan Samudra Pasai,” katanya.
Ia menutup pesannya dengan seruan semangat: “Aceh Utara… Bangkit! Bangkit! Bangkit!”
Peringatan Milad Samudra Pasai ke-800 dijadwalkan berlangsung selama sepekan, 6–13 September 2026, dengan berbagai agenda budaya, keagamaan, dan seminar sejarah. (*)







