Home / ACEH / BERANDA / BERITA / EDUKASI

Kamis, 3 September 2026 - 23:06 WIB

Dari Warkop ke Kelas: MGMP Pendidikan Pancasila SMK Banda Aceh Dorong Guru Ajar dengan Hati

Dari Warkop, Guru SMK Banda Aceh Susun Strategi Siapkan Masa Depan Anak

Medialiterasi.id | Banda Aceh — Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila tingkat SMK Kota Banda Aceh menggelar pertemuan kedua pada Kamis, 3 September 2026. Uniknya, diskusi tidak dilakukan di ruang rapat, melainkan di warung kopi. Dari suasana santai itulah lahir sejumlah gagasan untuk memperkuat peran guru dan menyiapkan masa depan peserta didik.

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut arahan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh, Murthalamuddin, S.Pd., M.SP., untuk mengaktifkan kembali seluruh MGMP bidang studi sebagai ruang kolaborasi dan peningkatan mutu pendidikan.

MGMP yang baru terbentuk dan dipimpin Nopri Haridi, S.Pd., Gr., CPLA ini menghadirkan Prof. Dr. Teuku Muhammad Jamil, M.Si., akademisi sekaligus guru Sekolah Pascasarjana Universitas Syiah Kuala, sebagai narasumber.

Tema diskusi: “Guru, MGMP dan Anak Didik: Menata Pendidikan, Menyiapkan Masa Depan.”

Ajar dengan Hati, Bukan Hanya Materi

Dalam dialog terbuka, Prof. TM. Jamil menekankan bahwa kompetensi akademik dan teknologi penting, tetapi hati guru adalah kunci.

“Kalau ingin sukses menjadi guru, ajarlah dengan hati. Sesuatu yang dimulai dari hati, insya Allah akan sampai dan menyentuh hati,” ujarnya.

Baca Juga  Kejati Sumut "Damaikan" Lagi 3 Tersangka dengan Korbannya Setelah Disetujui Dihentikan Penuntutannya Lewat RJ

Ia mengingatkan guru agar tidak hanya bertanya apakah siswa memahami materi, tetapi juga bertanya apakah guru sudah memahami siapa siswanya. Menurutnya, di balik siswa yang dianggap malas atau lemah, bisa jadi ada persoalan yang belum tersentuh.

“Jadilah guru yang dinantikan, bukan guru yang ditakuti. Jadilah guru yang membuat anak didik merasa senang ketika gurunya datang ke kelas,” kata Prof. Jamil.

Ia juga mendorong agar tugas yang diberikan guru dipandang sebagai “obat dan energi” untuk masa depan siswa, bukan beban. Selain nilai akademik, karakter seperti tanggung jawab, kerja keras, dan kemampuan berpikir harus ikut dibentuk.

MGMP Harus Menghasilkan Karya

Prof. Jamil mengingatkan agar MGMP tidak berhenti sebagai forum pertemuan administratif. MGMP, katanya, harus menjadi laboratorium intelektual guru.

“MGMP harus menjadi wadah untuk berkumpul, menata, dan mewujudkan tujuan bersama. Jangan hanya bertemu. Setelah bertemu harus ada sesuatu yang dihasilkan,” tegasnya.

Salah satu hasil konkret yang diwacanakan MGMP adalah penyusunan buku pembahasan soal Tes Potensi Akademik secara kolaboratif. Gagasan ini muncul dari keprihatinan atas rendahnya kemampuan TKA siswa.

“Sungguh menyedihkan apabila kemampuan TKA anak-anak kita jauh dari harapan. Tetapi jangan berhenti pada keprihatinan. Guru harus menjawab persoalan itu dengan karya,” katanya.

Baca Juga  LPM Al Kalam IAIN Lhokseumawe Follow Up Tinggkatkan Jurnalistik

Komitmen Jadi Kunci PBM

Prof. Jamil juga menekankan bahwa proses belajar mengajar yang baik dimulai dari sikap dan komitmen guru, siswa, sekolah, dan pemerintah. Teknologi dan kurikulum tidak akan otomatis melahirkan karakter tanpa manusia yang menjalankannya dengan sungguh-sungguh.

Ketua MGMP Pendidikan Pancasila SMK Banda Aceh, Nopri Haridi, menyambut baik arahan tersebut. Ia berharap MGMP terus digelorakan dan menjadi rumah bersama bagi guru Pendidikan Pancasila.

“Semoga kegiatan ini terus kita gelorakan dan kita majukan. Kita ingin menjadikan MGMP sebagai rumah bersama untuk berdiskusi, berbagi, belajar dan menghasilkan karya,” ujar Nopri.

Gerak Cepat dari Hal Sederhana

Pertemuan di warung kopi itu menutup dengan pesan: gagasan besar tidak butuh tempat besar. Cukup secangkir kopi, kegelisahan, dan keberanian untuk bertindak.

“Jangan pernah berhenti belajar, karena guru yang berhenti belajar akan kesulitan mengajarkan masa depan,” tutup Prof. TM. Jamil.

MGMP Pendidikan Pancasila SMK Kota Banda Aceh kini menargetkan GERCEP: Bergerak cepat, berpikir bersama, berkarya nyata untuk guru, anak didik, dan pendidikan Aceh. (*)

Share :

Baca Juga

Wisuda 227 Lulusan, UIA Berikan Apresiasi Prodi Unggul Hadiah Umrah

BERITA

Penguatan Mutu Menuju 2030, UIA Gelar Wisuda Angkatan XXXVIII di Kampus Paya Lipah

ACEH

LITERASI BENCANA: Hampir Setahun Berlalu, 222 Ribu Jiwa di Aceh Timur Masih Menanti Jadup dan Isi Hunian di Tahap 10

ACEH

ABEH UBEE ABEH: Slogan Persiraja yang Harus Dibuktikan di Atas Lapangan, Bukan Sekadar Tulisan

BUDAYA

Kritik Budaya Literasi Semu, Teuku Muhammad Jamil Ajak Ubah Kebiasaan Berbagi Tautan Jadi Berbagi Pemahaman

BERITA

DPN Indonesia dan Pagar Nusa Siapkan 2.000 Beasiswa PKPA bagi Kader Sarjana Hukum

BERITA

Direktur PMMU Lepas Tiga Alumni untuk Lanjutkan Studi ke Universitas Al-Azhar Mesir

BERITA

Polri Ajak Masyarakat Waspadai Modus Penipuan Online, Jaga Keamanan Digital

BERANDA

Data Terbaru BPBD: Kerusakan Gempa Bogor M 4,1 Melonjak dari 17 Jadi 253 Rumah