MEDIALITERASI.ID | BANDA ACEH — Aparatur Sipil Negara (ASN) beserta seluruh jajaran pegawai di lingkungan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, termasuk Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Museum Tsunami Aceh, menggelar aksi Donor Darah Tahap III Tahun 2026 pada Senin (31/8/2026).
Kegiatan kemanusiaan yang bekerja sama dengan Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Banda Aceh ini dipusatkan di Kantor Disbudpar Aceh, Jalan Tgk. Chik Kuta Karang, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh.
Secara sosiokultural dan kelembagaan, keterlibatan aktif para pegawai aparatur negara ini diposisikan sebagai bentuk operasionalisasi nilai dasar Core Values BerAKHLAK, khususnya pada variabel loyalitas dan altruisme sosial.
Langkah partisipatif ini bertujuan untuk menjaga stabilitas keterjangkauan serta kecukupan pasokan darah bagi kebutuhan medis masyarakat di wilayah Banda Aceh dan sekitarnya.
Kepala Disbudpar Aceh, Dedy Yuswadi, A.P., menegaskan bahwa fungsi aparatur pemerintah tidak hanya terbatas pada eksekusi tata kelola administratif serta program kerja sektoral, melainkan juga harus mewujud dalam tindakan responsif terhadap isu-isu kemanusiaan.
“Keterlibatan penuh seluruh ASN dan jajaran pegawai Disbudpar Aceh dalam aksi donor darah ini adalah bukti nyata komitmen pengabdian kita. Kita ingin memastikan bahwa aparatur pemerintah hadir memberi dampak positif langsung bagi masyarakat, salah satunya melalui ketersediaan stok darah di PMI,” ujar Dedy.
Ia menambahkan bahwa kontribusi donor darah ini diharapkan mampu memperkuat modal sosial (social capital) dan rasa empati antarpegawai di lingkungan instansi. Dalam pelaksanaannya, proses penarikan darah menerapkan standar protokol medis yang ketat.
Seluruh peserta diwajibkan melalui tahapan penapisan (screening) kesehatan awal serta memberikan informasi riwayat medis yang akurat kepada tim dokter penanggung jawab guna menjamin keamanan serta kelaikan medis.[af]







