Home / ACEH / BERITA

Selasa, 1 September 2026 - 19:49 WIB

Abrasi Pantai Peukan Bada Buka Jejak Pemakaman Lama Pascatsunami, Tulang Belulang Muncul Saat Air Surut

Tulang belulang manusia ditemukan di kawasan pantai Gampong Lamguron, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar, Minggu (31/8/2026). (ANTARA/HO/Humas Polresta Banda Aceh)

MEDIALITERASI.ID | ACEH BESAR – Abrasi di kawasan pesisir Dusun Imuem Daud, Gampong Lamguron, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar, diduga kembali membuka sisa pemakaman lama yang berada di kawasan tersebut. Tulang belulang yang diduga merupakan tulang manusia ditemukan dan videonya kemudian viral di media sosial.

Melansir dari ANTARA ACEH. Polsek Peukan Bada, Polresta Banda Aceh, telah menelusuri lokasi temuan tersebut dan berkoordinasi dengan perangkat Gampong Lamguron. Berdasarkan keterangan masyarakat setempat, kawasan itu dahulu merupakan daratan yang memiliki pemakaman lama sebelum mengalami abrasi dan perubahan bentang alam setelah tsunami.

Kapolsek Peukan Bada Iptu Suriyatno mengatakan, lokasi penemuan tulang berada di kawasan pantai Dusun Imuem Daud, Gampong Lamguron, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar.

“Berdasarkan penelusuran dan koordinasi dengan perangkat gampong, lokasi itu (tulang) berada di kawasan pantai Dusun Imuem Daud, Gampong Lamguron, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar,” kata Suriyatno saat dikonfirmasi di Banda Aceh, Selasa.

Menurut Suriyatno, berdasarkan informasi dari perangkat gampong dan masyarakat, tulang belulang tersebut diduga berasal dari kawasan pemakaman lama yang kini sebagian wilayahnya

Baca Juga  Tiga DPO Diamankan Imigrasi Saat Kabur Keluar Negeri

Suriyatno menjelaskan, sebelum tsunami, kawasan tersebut merupakan daratan yang digunakan sebagai area perkebunan kelapa sekaligus lokasi pemakaman lama.

Keberadaan makam-makam tersebut, kata dia, masih dapat terlihat di sepanjang kawasan pesisir sebelum bencana tsunami melanda Aceh.

“Menurut keterangan masyarakat, sebelum tsunami, kawasan tersebut merupakan daratan dan terdapat pemakaman lama di sepanjang garis pantai dengan panjang kurang lebih 800 meter,” ujarnya.

Pasca-tsunami, perubahan bentang alam dan abrasi menyebabkan sebagian kawasan yang sebelumnya berupa daratan berubah menjadi perairan.

Kondisi tersebut semakin memungkinkan material yang berada di kawasan pemakaman lama ikut tergerus. Tulang belulang yang berada di dalam atau sekitar lokasi pemakaman kemudian dapat muncul ke permukaan, terutama ketika air laut sedang surut.

“Dari keterangan masyarakat dan perangkat gampong, tulang belulang yang ditemukan tersebut diduga berasal dari kawasan pemakaman lama,” kata Suriyatno.

Polsek Peukan Bada menduga masih terdapat material lain dari kawasan pemakaman lama yang berpotensi muncul akibat proses abrasi.

Baca Juga  Remaja Aceh Kembali di Syahadatkan Setelah Pindah Agama

Suriyatno mengatakan, temuan serupa kemungkinan dapat kembali terlihat ketika kondisi air laut surut dan bagian pesisir yang tergerus semakin terbuka.

“Kemungkinan masih terdapat tulang belulang lain di kawasan tersebut yang dapat ditemukan kembali, khususnya saat kondisi air laut surut,” ujarnya.

Meski demikian, temuan tersebut perlu ditangani secara hati-hati. Identitas dan asal tulang secara pasti tetap memerlukan pemeriksaan lebih lanjut apabila diperlukan untuk memastikan apakah material tersebut benar merupakan tulang manusia dan berkaitan dengan pemakaman lama.

Polsek Peukan Bada mengapresiasi masyarakat dan pengunggah video yang telah menyampaikan informasi mengenai temuan di kawasan pesisir tersebut.

Polisi mengimbau masyarakat yang menemukan benda atau material yang diduga berkaitan dengan sisa pemakaman maupun temuan lain agar tidak langsung menyebarkan kesimpulan melalui media sosial.

Masyarakat diminta terlebih dahulu berkoordinasi dengan perangkat gampong atau kepolisian agar lokasi dan informasi mengenai temuan dapat diverifikasi.

“Langkah ini penting untuk memastikan informasi mengenai lokasi temuan, sekaligus menghindari kesalahpahaman terkait batas wilayah administrasi antar-gampong,” kata Suriyatno. (EQ)

Share :

Baca Juga

ACEH

Guru Besar USK: Jabatan Publik Bukan Harta Warisan, Jangan Hanya Bagi Jabatan Sementara Rakyat Melarat

HUKUM

Kasus Korupsi Dana Bencana BNPB Melebar, KPK Surati Panglima TNI Soal Dugaan Keterlibatan Prajurit Aktif

ACEH

Rp435,32 Miliar untuk Penyintas Banjir Sumatera Cair, Aceh Utara Dapat Rp328 Miliar: Benarkah Sampai ke Warga?
Wisuda 227 Lulusan, UIA Berikan Apresiasi Prodi Unggul Hadiah Umrah

BERITA

Penguatan Mutu Menuju 2030, UIA Gelar Wisuda Angkatan XXXVIII di Kampus Paya Lipah

ACEH

LITERASI BENCANA: Hampir Setahun Berlalu, 222 Ribu Jiwa di Aceh Timur Masih Menanti Jadup dan Isi Hunian di Tahap 10

ACEH

ABEH UBEE ABEH: Slogan Persiraja yang Harus Dibuktikan di Atas Lapangan, Bukan Sekadar Tulisan

BUDAYA

Kritik Budaya Literasi Semu, Teuku Muhammad Jamil Ajak Ubah Kebiasaan Berbagi Tautan Jadi Berbagi Pemahaman

BERITA

DPN Indonesia dan Pagar Nusa Siapkan 2.000 Beasiswa PKPA bagi Kader Sarjana Hukum