MEDIALITERASI.ID | ACEH TIMUR — Polemik yang menyeret nama Wakil Bupati Aceh Timur, T. Zainal Abidin, berakhir dengan pengakuan dari M. Yunus alias Dun Belanda. Ia menyatakan tuduhan yang sebelumnya disampaikannya merupakan fitnah.
Pengakuan itu disampaikan Dun Belanda dalam video klarifikasi yang beredar luas di media sosial pada Selasa, 28 Juli 2026.
Awal Mula Polemik
Perkara ini bermula dari video Dun Belanda yang menyebut Wakil Bupati Aceh Timur berada di balik konten-konten media sosial yang menyerang Bupati Aceh Timur. Pernyataan tersebut langsung memicu polemik dan menjadi perbincangan publik.
Merespons tuduhan itu, T. Zainal Abidin membantah tegas. Ia menegaskan tidak pernah memerintahkan, mengarahkan, maupun mendukung pembuatan konten yang menyerang Bupati Aceh Timur.
Merasa nama baiknya dicemarkan, Wakil Bupati memberikan ultimatum 2×24 jam kepada Dun Belanda untuk menyampaikan klarifikasi. Jika tidak dipenuhi, ia menyatakan akan menempuh jalur hukum.
Klarifikasi dan Permintaan Maaf
Sebelum batas waktu berakhir, Dun Belanda muncul dalam video klarifikasi yang direkam di sebuah kafe. Didampingi konten kreator Keuchik Mansur, ia menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada Wakil Bupati Aceh Timur.
Dalam video tersebut, Dun Belanda mengakui pernyataannya sebelumnya tidak benar dan meminta maaf atas kegaduhan yang ditimbulkan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan lanjutan dari pihak Wakil Bupati Aceh Timur terkait pencabutan ultimatum hukum setelah adanya permintaan maaf tersebut.(Red/Sam)
Catatan Redaksi: Kami membuka ruang hak jawab bagi seluruh pihak yang namanya disebut dalam pemberitaan ini.







