Home / BERITA / NASIONAL

Sabtu, 12 September 2026 - 20:50 WIB

Menag Apresiasi Panggung Gembira Santri Misbahul Ulum di Lhokseumawe

MEDIAlITERASI.ID | LHOKSEUMAWE – Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas penyelenggaraan Panggung Gembira Angkatan ke-30 Invictus Nexus Generation Tahun 2026 yang digelar di Pesantren Modern Misbahul Ulum (PMMU), Desa Meuria Paloh, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, Jumat malam (11/9/2026).

Apresiasi tersebut disampaikan Menteri Agama melalui sebuah video singkat yang ditayangkan dalam rangkaian kegiatan Panggung Gembira santri PMMU.

Dalam pesannya, Nasaruddin Umar mengapresiasi perjalanan Pesantren Modern Misbahul Ulum yang telah berdiri sejak 1993 di Desa Meuria Paloh. Menurutnya, pesantren tersebut telah berkembang menjadi salah satu pusat pendidikan, keilmuan, dan pengembangan peradaban Islam di wilayah tersebut.

“Lebih dari 4.000 alumni adalah jejak kontribusi pesantren ini dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Para alumni yang tersebar hingga ke Mesir, Timur Tengah, Asia, hingga Australia adalah bukti keberkahan, keikhlasan, dan dedikasi tanpa lelah para kiai dan ustaz-ustazah,” ujar Nasaruddin.

Baca Juga  Unimal Gelar Wisuda Perdana di Auditorium Abdul Wahab Dahlawy

Menag juga memberikan perhatian khusus terhadap nama angkatan ke-30, Invictus Nexus Generation. Menurutnya, nama tersebut memiliki makna yang relevan dengan tantangan yang dihadapi generasi muda di tengah perubahan zaman.

“Invictus melambangkan jiwa pejuang yang tangguh, tidak tergoyahkan oleh hempasan zaman, serta teguh berdiri di atas prinsip keimanan,” katanya.

Sementara itu, kata Nasaruddin, Nexus mencerminkan peran santri sebagai jembatan peradaban yang menghubungkan tradisi keilmuan Islam (turats) dengan perkembangan sains dan teknologi modern.

“Nexus juga mencerminkan semangat merajut ukhuwah untuk kebaikan umat,” lanjutnya.

Nasaruddin berpesan agar para santri mampu membumikan ajaran Islam di tengah arus globalisasi dan disrupsi digital dengan pendekatan yang bijak, ilmiah, dan berakhlakul karimah.

Baca Juga  Wali Kota dan Wakil Wali Kota Lhokseumawe Tinjau Banjir Susulan dan Titik Longsor di Muara Dua

“Tunjukkan bahwa santri PMMU tidak hanya mampu bersaing di kancah global, tetapi juga mampu menjadi pilar kedamaian dan kemajuan bangsanya,” pesannya.

Menurutnya, Panggung Gembira tidak semata-mata menjadi ajang pertunjukan seni, tetapi juga dapat menjadi ruang bagi santri untuk mengembangkan kepemimpinan, kreativitas, dan kemandirian.

“Panggung Gembira ini bukan sekadar pentas seni, melainkan wujud kepemimpinan, kreativitas, dan kemandirian santri,” ujar Nasaruddin.

Mengakhiri pesannya, Menteri Agama berharap momentum Panggung Gembira tersebut menjadi pijakan bagi para santri untuk memperluas pengabdian dan memberikan kontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan dunia Islam.

“Semoga santri menjadi generasi pencetus peradaban yang membanggakan Aceh, Indonesia, dan dunia Islam,” pungkasnya. (Juanda)

Share :

Baca Juga

BUDAYA

Viral! Atraksi Sembur Api Iringi Lagu Aceh Kuthiding di Johor Malaysia, Penonton Karnival Jom Heboh 1 November 2026 Histeris

INTERNASIONAL

Terseret Duel Veda Ega vs Hakim Danish, Alvaro Carpe Gagal Kejar Quiles di Sepang

HUKUM

Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tak Sah, Penggugat Desak Prabowo Usulkan 2 Nama Calon Wapres ke MPR

HUKUM

Kronologi Penggerebekan Ma’had Hamalatul Qur’an Sukoharjo, Santriwati Dibawa Dini Hari – Polisi: Pengembangan Kasus Pembakaran Warung

INTERNASIONAL

Veda Ega Pratama Kibarkan Merah Putih di Sepang, Start P8 Finish P2 Podium Terbaik Sepanjang Karir

EKONOMI & BISNIS

Pelindo Lhokseumawe Sosialisasikan Penyesuaian Tarif Layanan Kepelabuhanan 15 Persen

EDUKASI

BAZISMU Misbahul Ulum Salurkan Santunan Perdana bagi Santri Yatim Piatu

NASIONAL

CDA Soroti Penggambaran Sejarah Film Malahayati, Sutradara Tegaskan Karya Fiksi Sejarah