Home / BERITA / NASIONAL

Selasa, 1 September 2026 - 19:38 WIB

TNI Bantah Isu DOM Aceh, Nama Kompas.com Dicatut untuk Sebar Hoaks

Photo: TNI membantah narasi di media sosial yang mengeklaim pemerintah menerapkan Darurat Operasi Militer (DOM) di Privinsi Nanggroe Aceh Darussalam (Kompas.com)

MEDIALITERASI.ID | JAKARTA – TNI membantah informasi yang beredar di media sosial mengenai penerapan Darurat Operasi Militer (DOM) di Aceh mulai 1 September 2026. Informasi tersebut dipastikan tidak benar dan disebut sengaja disebarkan dengan mencatut nama Kompas.com.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Muhammad Nas menegaskan kondisi keamanan di Aceh hingga saat ini normal dan kondusif. Ia memastikan tidak ada operasi militer yang diberlakukan di provinsi tersebut.

“Situasi dan kondisi normal, kondusif, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Saya tekankan tidak ada operasi militer,” kata Nas kepada Kompas.com, Selasa (18/8/2026).

Nas meminta masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, terutama narasi yang beredar melalui media sosial.

“Kepada masyarakat agar bijak dan jeli, jangan mau dihasut, jangan mudah percaya berita hoaks yang sengaja dibuat oleh pihak dengan maksud tertentu,” ujarnya.

Baca Juga  Polemik Latsarmil SPPI Pecah Usai 5 Peserta Meninggal, DPR Minta Evaluasi Kurikulum Calon Manajer Koperasi Merah Putih

Narasi mengenai penerapan DOM di Aceh mulai beredar setelah terjadi kericuhan dalam peringatan 21 tahun Hari Damai Aceh di Banda Aceh, Sabtu (15/8/2026).

Sejumlah akun media sosial kemudian menyebarkan tangkapan layar yang seolah-olah merupakan pemberitaan media nasional mengenai keputusan pemerintah memberlakukan DOM di Aceh.

Dalam unggahan tersebut tercantum judul:

“1 September 2026 Aceh Resmi Menjadi Wilayah Darurat Operasi Militer (DOM)”

Unggahan tersebut beredar di sejumlah platform, termasuk Instagram, Facebook, dan TikTok.

Pemimpin Redaksi Kompas.com Amir Sodikin membantah bahwa media tersebut pernah menerbitkan artikel dengan judul maupun isi sebagaimana yang beredar di media sosial.

Ia menegaskan tangkapan layar tersebut merupakan konten palsu dan bukan produk jurnalistik Kompas.com.

“Kompas.com menegaskan, tangkapan layar berisi artikel mengenai ‘DOM Aceh’ yang beredar dan mengatasnamakan Kompas.com tidak pernah kami terbitkan. Konten tersebut bukan produk jurnalistik Kompas.com dan tidak memiliki kaitan apa pun dengan redaksi kami,” kata Amir, Selasa (18/8/2026).

Baca Juga  Aragón Jadi Akhir Pekan Pahit Honda Team Asia, Veda Pratama dan Zen Mitani Kehilangan Grip

Menurut Amir, masyarakat dapat melakukan verifikasi dengan mencermati karakteristik visual maupun editorial sebuah artikel sebelum mempercayai atau menyebarkannya.

“Mulai dari gaya bahasa, penulisan judul, pilihan diksi, hingga jenis font yang digunakan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mempercayai tangkapan layar berita yang beredar di media sosial. Informasi sebaiknya diperiksa melalui situs resmi media yang disebut sebagai sumber berita.

Dengan adanya bantahan TNI dan klarifikasi Kompas.com tersebut, informasi mengenai Aceh ditetapkan sebagai wilayah DOM mulai 1 September 2026 tidak memiliki dasar sebagaimana yang diklaim dalam unggahan media sosial. Masyarakat diimbau tidak menyebarkan kembali informasi tersebut agar tidak menimbulkan keresahan. (EQ)

Share :

Baca Juga

HUKUM

Polemik Ijazah Gibran Usai Putusan MK: Apa Syarat Pemakzulan Wapres Menurut Konstitusi?

BERITA

Kunjungan Pasien Capai 150 Orang per Hari, Puskesmas Kuta Makmur Kekurangan Tempat Tidur Rawat Inap

BERANDA

Mendagri Berhentikan Bupati Gowa Sitti Husniah, Darmawangsyah Muin Ditunjuk Sebagai Plt Bupati

ACEH

RSUD Zubir Mahmud Pastikan Belum Ada Pasien Sesak Napas Akibat Kabut Asap di Aceh Timur

BERITA

Mukhlis Puna Bekali 27 Santri Misbahul Ulum dengan Keterampilan Jurnalistik

ACEH

Perayaan Maulid di Gampong Sagoe Muara Tiga Ricuh, Bendera Aceh Diturunkan Aparat di Area Masjid

ACEH

Waspada! Langit Idi Rayeuk Mulai Berkabut, Asap Tebal dari Palembang dan Jambi Sampai ke Aceh Timur

ACEH

Banjir Luas Landa 9 Kecamatan di Aceh Tamiang, Tanggul Jebol dan Ribuan Warga Mengungsi