BMKG Malikussaleh: Gelombang Ekuatorial Rossby picu pertumbuhan awan hujan di hampir seluruh kecamatan
Medialiterasi.id | Aceh Timur — Kabupaten Aceh Timur masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga deras hingga pertengahan September 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Malikussaleh mengimbau warga mewaspadai banjir, genangan air, dan tanah longsor.
Prakirawan BMKG Malikussaleh Kharendra Muiz mengatakan, kondisi atmosfer saat ini dipengaruhi aktivitas Gelombang Ekuatorial Rossby, belokan angin, serta konvergensi massa udara. Kombinasi itu memicu pertumbuhan awan hujan di wilayah Aceh, khususnya Aceh Timur.
“Kombinasi faktor-faktor atmosfer tersebut membuat potensi hujan di Aceh Timur masih cukup tinggi dalam beberapa hari ke depan,” ujar Kharendra kepada medialiterasi.id, Jumat (4/9/2026).
Hampir Seluruh Kecamatan Berpotensi Hujan
Berdasarkan analisis BMKG, hujan berpotensi mengguyur hampir seluruh wilayah Aceh Timur. Sejumlah kecamatan yang diprakirakan terdampak antara lain Darul Aman, Idi Rayeuk, Birem Bayeun, Serbajadi, Nurussalam, Peureulak, Rantau Selamat, Rantau Peureulak, Pante Bidari, Indra Makmu, Idi Tunong, Banda Alam, Peudawa, Peureulak Timur, Peureulak Barat, Sungai Raya, Darul Ihsan, Idi Timur, dan Peunaron.
Cakupan hujan juga diperkirakan meluas ke Julok, Simpang Ulim, Madat, Simpang Jernih, dan Darul Falah dalam beberapa hari mendatang.
Imbauan Kewaspadaan
Kharendra meminta masyarakat yang tinggal di dataran rendah dan bantaran sungai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir dan genangan. Warga di daerah perbukitan juga diminta waspada tanah longsor akibat curah hujan tinggi.
Ia juga mengingatkan nelayan dan pengendara agar memantau perkembangan cuaca terkini. “Jangan memaksakan diri melaut atau bepergian saat kondisi cuaca ekstrem terjadi,” katanya.
BMKG Malikussaleh menyatakan akan terus memperbarui informasi prakiraan cuaca secara berkala melalui kanal resmi agar masyarakat dapat mengambil langkah antisipasi lebih awal. (*)







