Home / BERANDA / BERITA / HUKUM / NASIONAL

Jumat, 11 September 2026 - 21:44 WIB

Nasabah Protes Keras: Restrukturisasi Polis Jiwasraya oleh IFG Dinilai “Merampas Masa Depan”, Dana Beasiswa Pendidikan Lenyap

MEDIALITERASI.ID | JAKARTA — Kebijakan restrukturisasi polis PT Asuransi Jiwasraya oleh PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) atau Indonesia Financial Group (IFG) menuai protes keras dari nasabah. Mereka menilai langkah sepihak itu telah “merampas masa depan” karena dana pertanggungan, termasuk dana beasiswa pendidikan, hilang akibat pembatalan perjanjian polis secara sepihak pada akhir 2020.

Skema Restrukturisasi Dinilai Rugikan Nasabah

Sejumlah nasabah Jiwasraya mengaku menjadi korban pemotongan nilai tunai polis hingga lebih dari 40%. Sisa kewajiban dibayar secara bertahap tanpa bunga dalam jangka waktu panjang.

“Dana yang kami siapkan untuk pendidikan anak tidak bisa dicairkan sesuai perjanjian awal. Ini bukan restrukturisasi, ini pembatalan sepihak secara sembrono. Masa depan anak-anak kami yang dirampas,” ujar salah satu perwakilan nasabah di Jakarta.

Nasabah menilai IFG selaku holding BUMN asuransi dan penjaminan tidak memberikan alternatif yang adil. Padahal, dana polis tersebut sudah disetorkan selama bertahun-tahun dengan harapan bisa digunakan saat jatuh tempo.

Baca Juga  Kejari Lhokseumawe Melakukan Penyelidikan Adanya Dugaan Tindak Pidana Korupsi Tata Kelola Kegiatan-kegiatan KEK Arun Lhokseumawe

Legalitas Pengalihan Polis Dipertanyakan

Kontroversi bermula setelah Jiwasraya mengumumkan gagal bayar pada 2018 dengan total kerugian mencapai Rp16,8 triliun. Pemerintah kemudian menunjuk PT BPUI untuk melakukan penyehatan melalui pembentukan IFG Life dan skema restrukturisasi polis.

Namun nasabah menyoroti proses pengalihan portofolio polis dan aset Jiwasraya ke anak usaha BPUI. Mereka menilai langkah itu tidak memiliki landasan hukum yang kuat karena dilakukan oleh perusahaan non-asuransi.

“Polis adalah kontrak hukum. Perubahan mendasar harus dengan persetujuan kedua belah pihak. Pembatalan sepihak tanpa putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap berpotensi melanggar prinsip itikad baik,” kata pakar hukum asuransi yang dimintai tanggapan.

Proses rebranding BPUI menjadi IFG juga dinilai janggal oleh sebagian nasabah karena dianggap memperumit akuntabilitas penyelesaian kewajiban.

Baca Juga  Learn Exactly How I Improved SPORTS In 2 Days

Desak Pemerintah, OJK, dan DPR Turun Tangan

Para nasabah mendesak Pemerintah, OJK, dan DPR RI segera mengevaluasi proses restrukturisasi. Tuntutan utama mereka adalah pengembalian dana 100% sesuai nilai awal perjanjian atau skema kompensasi yang tidak merugikan.

“Kami tidak menolak penyehatan BUMN. Tapi yang perlu disehatkan itu neraca perusahaan, bukan dengan mengorbankan nasabah. Jangan jadikan dana pendidikan anak sebagai alat untuk menyehatkan perusahaan,” tegas mereka.

Hingga berita ini diturunkan, pihak IFG belum memberikan keterangan resmi terkait protes tersebut. Sebelumnya, manajemen IFG menyatakan proses restrukturisasi dilakukan bertahap sesuai kemampuan keuangan dan bertujuan menyelamatkan industri asuransi BUMN.

Dengan jumlah nasabah eks-Jiwasraya mencapai 6,7 juta orang, kasus ini kembali menjadi sorotan publik. Publik kini menunggu apakah restrukturisasi yang dijalankan IFG benar-benar menjadi solusi penyelamatan, atau justru menambah panjang daftar kekecewaan nasabah. (*)

Share :

Baca Juga

BERANDA

Bukan Didepak, Ini Alasan Nama Veda Ega Pratama Hilang di Daftar Sementara Moto3 2027

HUKUM

Polemik Ijazah Gibran Usai Putusan MK: Apa Syarat Pemakzulan Wapres Menurut Konstitusi?

BERITA

Kunjungan Pasien Capai 150 Orang per Hari, Puskesmas Kuta Makmur Kekurangan Tempat Tidur Rawat Inap

BERANDA

Mendagri Berhentikan Bupati Gowa Sitti Husniah, Darmawangsyah Muin Ditunjuk Sebagai Plt Bupati

ACEH

RSUD Zubir Mahmud Pastikan Belum Ada Pasien Sesak Napas Akibat Kabut Asap di Aceh Timur

BERITA

Mukhlis Puna Bekali 27 Santri Misbahul Ulum dengan Keterampilan Jurnalistik

ACEH

Perayaan Maulid di Gampong Sagoe Muara Tiga Ricuh, Bendera Aceh Diturunkan Aparat di Area Masjid

ACEH

Waspada! Langit Idi Rayeuk Mulai Berkabut, Asap Tebal dari Palembang dan Jambi Sampai ke Aceh Timur