Home / BERANDA / BERITA / HUKUM

Rabu, 24 Juli 2024 - 07:10 WIB

Wali Nanggroe dan Mualem Temui Ketua Mahkamah Agung

Medialiterasi.id | Aceh — Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haythar dan Waliyul ‘Ahdi H. Muzakir Manaf atau akrab disapa Mualem, melakukan kunjungan kerja ke Mahkamah Agung Republik Indonesia, Selasa 23 Juli 2024, di Jakarta.

Kunjungan tersebut salah satunya dalam rangka membahas penguatan keberadaan Mahkamah Syar’iyah Aceh dan Mahkamah Syar’iyah kabupaten/kota se-Aceh.

Kedatangan Wali Nanggroe dan Mualem disambut langsung oleh Ketua Mahkamah Agung Yang Mulia Prof. Dr. H. Muhammad Syarifuddin, SH MH, didampingi Wakil Ketua Bidang Yudisial Prof. Dr. H. Sunarto SH MH, Wakil Ketua Bidang Non Yudisial Suharto SH M.Hum, Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama (Badilag) Drs. Muchlis, SH MH, Kepala Biro Perencanaan Badan Urusan Administrasi H. Sahwan SH MH, dan Direktur Pembinaan Tenaga Teknis Peradilan Agama Ditjen Badilag Dr. Candra Boy Seroza, S.Ag M.Ag

Baca Juga  Polres Aceh Timur Lakukan Penyerahan Tersangka dan Barang Bukti Kasus Korupsi APBG ke Kejaksaan

Sementara Wali Nanggroe juga turut didamping Staf Khusus Dr. M. Raviq, Ketua Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh Dr. Hj. Sakwanah, S.Ag., S.H., M.H, Ketua Mahkamah Syar’iyah Sabang Yusnardi, SHI MH dan Ketua Mahkamah Syar’iyah Bireuen M. Syauqi, SHI SH MH

Ada banyak hal yang dibincangkan pada pertemuan yang berlangsung selama hampir dua jam tersebut

“Mahkamah Syar’iyah merupakan salah satu lembaga yang termasuk dalam poin MoU Helsinki,” kata Wali Nanggroe pada pertemuan itu.

Ia meminta agar pemerintahan baru yang akan datang dapat memperhatikan keberadaan Mahkamah Syar’iyah sebagai lembaga kekhususan yang dimiliki Aceh.

Baca Juga  Lintas Organisasi Pers Aceh Timur Gelar Maulid dan Santunan dalam Semangat Rahmatan Lil'alamin

Wali Nanggroe juga menyampaikan bahwa salah satu fungsi Mahkamah Syar’iyah adalah untuk mengawal berjalannya syariat Islam di Aceh.

Sementara itu, Mualem mengatakan bahwa keberadaan Mahkamah Syar’iyah di Aceh menjadi salah satu fokus perhatian penting bagi dirinya selama ini, dan akan terus dikawal serta ditindaklanjuti dengan berbagai kebijakan ke depannya.

Menanggapi kunjungan delegasi dari Aceh, Ketua Mahkamah Agung menyampaikan apresiasi dan terimakasih. “Suatu kehormatan bagi saya pada hari ini,” kata Prof. Dr. H. Muhammad Syarifuddin.

Di kesempatan itu ia menyampaikan berbagai kesan dan pengalamannya ketika selama 10 tahun bertugas di Aceh, yaitu di Kota Banda Aceh dan Aceh Tenggara. (DI3N)

Share :

Baca Juga

BERANDA

FIFA Jelaskan Alasan Gol Mesir Dianulir dan Penalti Salah Ditolak di Laga Kontra Argentina

BERANDA

“Fifanic” Viral, Kasparov dan Mourinho Kecam FIFA Usai Gol Mesir Dianulir di Laga Kontra Argentina

BERANDA

12 dari 27 Pelaku Pencabulan Bergilir Terhadap Anak di Sampang Ditangkap, Polisi Kejar 15 Orang Lainnya

ACEH

Baitul Mal Aceh Monev Langsung 22 Daerah, Tegaskan Transparansi Dana ZIWAH Harus Sampai ke Mustahik

BERANDA

KPK Bongkar! Duit ke Menhut Raja Juli Diduga Hasil Potong Gaji 900 Petani Kuansing

ACEH

Korupsi BUMD Aceh Timur Terbukti, Majelis Hakim Hukum Darwin 5 Tahun 6 Bulan + Ganti Rugi Rp1,2 M

BERANDA

Gagalkan Kirim 25 Kg Sabu Lewat Kotak Speaker, 2 Kurir Asal Aceh Ditangkap di Labura

ACEH

15 Pesepak Bola Muda Aceh Timur Diberangkatkan Latihan ke PSS Sleman