Home / OPINI

Sabtu, 8 April 2023 - 21:16 WIB

WAHAI PENGUASA ; INGATLAH PERMAINAN ITU PASTI BERAKHIR

Oleh :
Assoc. Prof. Dr. T.M. Jamil, M.Si
Ilmuwan Politik, USK, Banda Aceh

Camkanlah :
“Kalau Hari Ini Kita Menjadi Penonton, Bersabarlah, Insya Allah Menjadi Pemain Esok Hari. Jika Dirimu Hari Ini Sedang Jadi Pemain, Janganlah Bersikap Sombong, Bisa Jadi Besok Akan Menjadi Penonton”.

Para Pembaca Yang Dimuliakan Allah… Hujan dan Gerimis dari kemarin sore masih belum juga reda sampai subuh ini. Enak sih, Cuaca jadi sejuk tapi itu bikin malas dan masih ingin tiduran di rumah, apalagi situasinya sedang berpuasa. Cuma namanya abdi negara, meski sering tak dihargai, ya harus tetap on time whatever the situation. It’s rainy outside friends, semoga banyak berkah yang turun bersama hujan gerimis pagi ini. Sudah beberapa hari tak menulis yang serius, jadi bingung juga mau cerita tentang apa. Ya, sekarang Saya mau mencoba menulis yang agak sedikit serius dech malam ini.

Hidup itu seperti sebuah perjalanan panjang. Yang penting dalam perjalanan itu adalah bukan lamanya perjalanan itu, tapi bagaimana kita memaknai perjalanan itu sendiri. Kehidupan sarat akan cobaan maupun godaan yang datangnya dari mana saja. Cobaan itu Bisa saja datang dari teman dekat atau bisa juga dari orang yang tak suka pada kita. Cobaan maupun godaan itu dapat berupa kenikmatan, penderitaan maupun kesusahan dan dizalimi. Terkadang kita manusia suka lupa untuk bersyukur atas apa yang telah kita dapatkan. Kita lebih suka melihat lebihnya orang ke atas dibandingkan melihat betapa banyaknya orang yang masih kekurangan di bawah kita.

Inti dari perjalanan hidup itu adalah menemukan kebahagiaan yang hakiki, kebahagiaan yang berasal dari sang Khalik. Dan perjalanan untuk menemukan sang Khalik dan makna sebenarnya dari hidup itu berbeda-beda antara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya. Akan ada sebuah momentum yang dialami setiap orang dalam menemukan kebahagiaan hidupnya yang hakiki tersebut baginya entah kapan itu terjadi. Bisa saja hari ini, besok ataupun lusa. Wallahu ‘Aklam Bisshawab.

Begitulah romantika kehidupan setiap orang. Momentum itu dapat merubah manusia menjadi 180 derajat untuk menjadi lebih baik lagi atau malah menjadi lebih buruk lagi. Semua itu sangat tergantung, bagaimana manusia mampu dan bisa menata dirinya. Kita selalu berharap dan berdo’a kepada Allah Swt untuk menjadikan diri kita lebih baik dan terpuji. Semuanya tergantung dari manusia itu sendiri dalam menyikapinya. Dan proses ketika manusia menemukan momentum inilah saya menyebutnya dengan titik balik kehidupan.

Menurut saya, titik balik kehidupan ini sangat penting, karena inilah kondisi di mana manusia berada pada suatu keadaan yang menyadarkan dirinya akan kelemahannya sebagai manusia biasa. Titik balik ini pula akan merubah paradigma dan kerangka berfikir dari manusia itu sendiri. Tentu saja perubahan yang terjadi menuju ke arah yang lebih positif dan bermakna.

Baca Juga  Nindy Influencer Cantik Jogja Dukung UMKM

Dalam beberapa bulan terakhir ini, saya menemukan banyak sekali sahabat-sahabat baik saya di berbagai tempat yang telah menemukan titik baliknya dan terjadi perubahan dalam hidupnya. Bukan hanya satu, tapi beberapa orang. Mereka telah menemukan titik baliknya. Mereka seakan-akan bermetamorfosis menjadi manusia baru yang lebih positif dan kreatif. Seakan memiliki brand baru dalam hidup dan pastinya telah memiliki semangat yang lebih baik lagi.

Dari kebiasaan pada malamnya hanya menghabiskan waktu nongkrong di Warkop, kini telah pindah tempat nongkrongnya yaitu di tempat pengajian. Begitu juga, kalau hari-harinya sering kumpul-kumpul di kantin asyik ngerumpi dan gosip tentang ketidakadilan oknum pimpinannya dalam memperlakukan bawahan, ada bawahan yang diberikan tanggung jawab bejibun, hampir tiap SK dikeluarkan nama anggota kelompok dan pendukungnya selalu muncul, namun ada bawahan (bukan anggota kelompoknya, mungkin beda pandangan atau beda aliran politiknya saat suksesi pilkada atau suksesi pesta demokrasi lainnya) tak pernah mampir SK dari pimpinan kepadanya sepanjang masa.

Tapi, syukur kini mereka tidak lagi berdiskusi tentang hal itu, karena baginya hal tersebut tak lagi penting, namun sahabat saya itu, kini sudah sibuk dengan komputer atau laptopnya untuk menulis berbagai hal yang dapat mencerdaskan ummat dan bangsa ini. Dia telah mulai berdakwah dan bermuhasabah dengan caranya masing-masing. Masya Allah,Tabarakallah …

Saya sendiri tak pernah tahu entah mengapa itu semua bisa terjadi dengan baik dan sangat indah dalam hidupnya. Namun, yang saya ingat kami dalam sebuah obrolan santai sambil ngopi bareng di sebuah Warkop beberapa waktu yang lalu, banyak teman-teman mengeluh dan mengatakan bahwa mereka tak pernah diperhatikan, atau diberikan kepercayaan di lembaganya, dikirimkan sebagai nara sumber ke pihak luar, padahal mereka telah bergelar Doktor dan bahkan ada yang telah menjadi Profesor atau Guru Besar. Saat itu saya hanya diam dan tak berkomentar apa-apa. Lalu dengan diamnya saya, salah seorang sahabat baik saya berkata, Hai Pak TM, bagaimana kira-kira menurut analisisnya?

Nah, karena mereka meminta saya untuk berkomentar, sayapun dengan gaya seorang analis ulang berucap. Begini wahai sahabat-sahabatku yang baik hatinya, “Marilah kita semua untuk sedikit lebih luas pikiran dalam mencermati dan memahami sebuah keadaan dan dinamika kehidupan ini. Mari kita bantu teman-teman kita yang saat ini sedang berkuasa, agar mereka mampu menjalankan amanah yang diberikan Allah Swt dengan baik. Tak perlu lagi kita berharap kepada mereka untuk memperhatikan kita. Biarlah mereka bebas untuk berbuat apa saja yang mereka mau, karena kelak akan diminta pertanggung jawabannya juga oleh “pemilik kekuasaan” yang sesungguhnya.

Baca Juga  MEMBATASI JUMLAH CALON PRESIDEN DALAM PEMILU, CERMINAN DEMOKRASI TAK SEHAT

Pesan saya kepadamu semua, jangan pernah bergantung pada pohon yang akarnya tak kuat, karena itu bisa membuat hati dan jiwa kita juga tak pernah nyaman. Sebaiknya, kita jangan lagi berpikir, kapan saya diberikan kepercayaan atau ditunjuk untuk menjalankan sebuah tugas atau jabatan oleh orang lain. Karena jika harapan kita begitu kita akan selalu merasakan sakit hati dan kecewa. Sebaiknya, kita-kita ini yang sudah guru besar atau bergelar doktor – tidak lagi berharap untuk dikirimkan ke luar sebagai nara sumber, akan tetapi kitalah yang akan mengirimkan orang lain sebagai nara sumber atau kitalah yang memberikan mereka tugas dan jabatan untuk membangun negeri ini. Jika begitu kan hidup ini akan selalu indah karena bisa bermanfaat bagi banyak orang, dan kita bukanlah orang-orang yang hanya cerdas memanfaatkan orang lain”. Indah bukan analisis saya? Ha … ha … ha.

Begitulah kata-kata saya waktu itu. Hhhmmm … semua sahabat saya kala itu diam, ada yang tersenyum dan sambil mengangguk-angguk. Saya tak pernah paham juga apa arti semua itu. Apakah mereka sependapat dengan saya atau malah berbeda dengan pikiran saya. Tapi, sudahlah … dengan perubahan sikap mereka hari-hari ini ternyata mereka telah merealisasikan jalan pikiran dan hasil obrolan kami pagi itu. Barakallahu Fiikum Waa ahlikum.

Sungguh sebuah perubahan besar telah terjadi pada dirinya. Mungkin teman saya tersebut berpikir untuk apa bicara tentang “pemain” atau pimpinan yang tak adil, bukankah semua “pemain” dalam sebuah pertandingan akan tiba saatnya permainan harus berakhir?. Kadangkala pemain (pemimpin) kita lupa – bahwa kadangkala penonton (bawahan) itu jauh lebih cerdas dan hebat daripada dirinya. Kebetulan saja dia jadi pemenang dalam sebuah permainan politik yang kotor dan hanya main-main, dengan cara membuat peraturan untuk dapat memperpanjang kekuasaannya. Semoga kebenaran hakiki hanya milik Allah Azza Wajalla. Wallahu ‘aklam.

Saudaraku, Yang Mulia – ketika manusia menemukan titik baliknya, yang bisa dilakukannya adalah terus konsisten dan tetap menjaga energi positif yang ada dalam tubuhnya sebagai anugerah dari Allah Swt. Ada banyak respon atas perubahan yang terjadi, jadikanlah itu sebagai nyanyian merdu dalam sebuah simphony malam untuk mengantarkan tidur yang indah dan menyenangkan. Keep positive my friends Demikian tulisan saya kali ini, dan Saya ingin mengajak kita semua – Marilah kita mempersiapkan diri untuk kembali bekerja setelah menikmati hari libur agar kesuksesan menghiasi hari-hari kita. Have a great day everyone. Semoga Bermanfaat !!!

Aceh, Minggu 09 April 2023

Share :

Baca Juga

BERANDA

Banjir-Longsor Aceh Dinilai “Bencana Terstruktur”: Desakan Evaluasi Izin HPH, Tambang, dan HGU di Kawasan Lindung

ACEH

SDA Aceh Disebut “Emas yang Tak Basi”: Perlukah Pemerintah Tahan Izin Tambang Demi Generasi Berikutnya?

OPINI

Orang Baik Tidur Lebih Nyenyak

BERANDA

Wacana Alih Fungsi Blok Andaman Jadi KEK Lhokseumawe Disorot, Warga Aceh Tekankan UUPA

ACEH

Dua Dekade Berkuasa, Mengapa Aceh Belum Sejahtera?

BUDAYA

Media Sosial di Persimpangan Iman: Ketika Ruang Digital Menguji Etika dan Akhlak

BERANDA

Viral Karena Dilarang: “Pesta Babi” Buka Borok Kolonialisme, Etika Dokumenter, dan Kebebasan Berekspresi

OPINI

PANCASILA DALAM KRISIS MORAL: Ketika Pengkhianatnya Adalah Mereka yang Bersumpah Menjaganya