Home / HUKUM / OPINI

Minggu, 2 Agustus 2026 - 09:03 WIB

Ketika Keadilan Dipertanyakan: Antara Hukum, Integritas, dan Harapan Publik

MEDIALITERASI.ID | ACEH — Keadilan sering disebut sebagai harapan tertinggi masyarakat dalam bernegara. Namun di lapangan, harapan itu kerap berbenturan dengan rasa kecewa ketika hukum dianggap tidak berpihak pada kebenaran.

Pernyataan musisi legendaris Bob Marley kembali mengemuka di ruang publik sebagai bahan renungan. Dalam salah satu kutipannya, Marley menulis:

“Kamu tidak akan pernah menemukan keadilan di dunia di mana penjahat yang membuat undang-undang.”

Kalimat itu sederhana, tetapi menusuk. Ia mengajak publik merenungkan tiga pilar penting dalam sistem hukum: integritas pembuat aturan, kejujuran dalam penegakan, dan keberpihakan hukum kepada semua warga tanpa kecuali.

 

Harapan vs Realita

Bagi banyak orang, hukum seharusnya menjadi penjamin rasa aman dan kepastian. Ketika putusan, kebijakan, atau proses hukum dinilai tebang pilih, kepercayaan publik pun terkikis. Di media sosial dan ruang diskusi, ungkapan kekecewaan serupa sering muncul. Bukan karena masyarakat menolak hukum, tetapi karena mereka ingin hukum ditegakkan secara adil.

Baca Juga  BAIKOT UMMAT ATAS INDOMARET

Integritas menjadi kata kunci. Tanpa integritas dari pembuat dan penegak hukum, aturan yang dibuat berisiko hanya menguntungkan kelompok tertentu. Kejujuran menjadi tolok ukur lain. Publik menuntut proses yang transparan, bukan sekadar formalitas.

 

Pentingnya Kontrol Publik

Dalam negara demokrasi, kontrol dari masyarakat adalah bagian penting agar hukum tidak melenceng. Diskusi, kritik, dan keterlibatan warga menjadi penyeimbang agar undang-undang benar-benar berpihak pada keadilan, bukan pada kekuasaan semata.

Baca Juga  HIMEKIS UNIMAL : PJ GUBERNUR JANGAN ASAL MENGATAS NAMAKAN SYARIAH

Kutipan Bob Marley mengingatkan bahwa pertanyaan tentang keadilan tidak akan selesai hanya dengan membuat banyak aturan. Yang dibutuhkan adalah komitmen moral dari semua pihak yang terlibat dalam sistem tersebut.

 

Bagaimana Menurut Anda?

Apakah Anda setuju bahwa keadilan masih sulit ditemukan karena persoalan integritas? Atau Anda memiliki pandangan lain tentang apa yang membuat hukum kehilangan keadilannya?

Tulis pendapat Anda di kolom komentar. Suara Anda adalah bagian dari upaya kita bersama menjaga agar hukum tetap menjadi rumah bagi kebenaran.(Red/Sam)

Share :

Baca Juga

BERANDA

Judul: Diduga Modus “Ghibah Akar Rumput”, Anggaran Keterbukaan Informasi Publik Disorot

BERANDA

995 Pucuk Senjata Api, Narkoba, dan CD Porno Ditemukan di Ruang Mantan Ketua Yayasan Sekolah di Jaksel

BERANDA

3 Wanita Asal Sabah Ditangkap di Bandara Soetta Bawa Narkoba, Polisi Malaysia: Diduga untuk Pemakaian Pribadi

BERANDA

Warga Malaysia Ditangkap di Bandara Juanda, Diduga Selundup 1 Kg Sabu dan Ribuan Pil Ekstasi

BERANDA

Bareskrim Gagalkan 86,3 Kg Sabu dan 5.171 Butir Ekstasi Jaringan Lintas Riau-Sumsel, 6 Tersangka Ditangkap

BERANDA

Ditemukan Pola Terorganisir di Balik Viral Kembali Video Demo Mahasiswa, Kata Monash University

BERANDA

Bom Waktu di Bawah Tanah: Deretan Kebakaran Sumur Minyak Ilegal dari Blora hingga Aceh

BERANDA

4 Peristiwa Hukum Pekan Ini: Dari OTT Bupati Pemalang hingga Putusan MK Soal Anggaran MBG