Home / OPINI

Jumat, 2 Desember 2022 - 13:19 WIB

Lawan Hoax Dengan Haq

Oleh: Sulung Nof

Pucuk dicinta ulam tiba, kiranya itulah gambaran suasana hati umat saat memaknai kehadiran Imam Besar dalam Reuni 212 bertajuk “Munajat Akbar dan Indonesia Bershalawat untuk Keselamatan NKRI” di Masjid At-Tin, Jakarta (2/12/2022).

Sejumlah tokoh nasional pun turut hadir di antaranya Dr. H. Muhammad Hidayat Nur Wahid, Lc. M.A., Habib M. Hanif Alatas, Habib Bahar bin Smith, K.H. Jujun Junaedi, K.H. Munawwir Aseli, K.H. Muammar Z.A., Ust. Yusuf Martak, Ust. Slamet Ma’arif, Drs. M. Alfian Tanjung, Titiek Soeharto, Edy Mulyadi, dan lainnya.

Reuni 212 hari ini membawa ingatan umat pada peristiwa Jum’at bersejarah, 2 Desember 2016. Enam tahun berlalu, ada beberapa tokoh alumni yang sudah mendahului kita, seperti: K.H. M. Arifin Ilham, Syekh Ali Jaber, Ust. Tengku Zulkarnain, Ust. Abu Jibril, dan lainnya.

Baca Juga  KALAU SUDAH CINTA, SUSAH BERPINDAH KE LAIN HATI

Dalam sambutannya selama 52 menit, Imam Besar menyampaikan kronologi undangan Reuni 212 dari panitia yang disampaikan kepada beliau. Sekira pukul 02.30 WIB sebelum acara dimulai, akhirnya beliau memutuskan untuk hadir usai meminta pertimbangan dari para penasihat hukumnya.

Beliau menyampaikan pesan kepada umat agar melawan hoax dengan haq. Artinya lawan hoax dengan kebenaran. “Haram,” lanjutnya jika kita melawan hoax dengan hoax. Itu tidak selaras dengan Revolusi Akhlaq yang digaungkan selama ini.

Baca Juga  Bencana Sumatera - Aceh :  Negara Tak Boleh Lagi Menunda Status Darurat Nasional

Dalam salah satu doa yang beliau panjatkan sebagai penutup acara, Imam Besar juga mendoakan tokoh-tokoh alumni yang sudah mendahului; enam syuhada; korban gempa Cianjur; dan banyak lagi. Sempat terdengar keharuan dalam bait doanya.

Selain menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung acara hingga terselenggara dengan sukses, beliau pun menitip pesan penting kepada umat agar tetap menjaga kebersihan dan ketertiban.

[Jakarta, 2 Desember 2022]

Share :

Baca Juga

OPINI

Menunggu 13 Tahun untuk Panggilan Langit

OPINI

Guru Murah, Pendidikan Mahal: Mengapa Martabat Pendidik Tidak Bisa Diukur dari Gaji Semata?

EDUKASI

Hari Pendidikan Nasional 2026: Ketika Pendidikan Mengejar Simbol, Bukan Substansi

EDUKASI

Hardiknas 2026: Keteladanan sebagai Sumber Wibawa Guru

EDUKASI

Patologi Pendidikan Kita : Inflasi Gelar, Defisit Adab, dan Kematian Marwah Intelektual

OPINI

Meremehkan Ulama di Tengah Polemik Publik

KESEHATAN

JKA dan Feodalisme Politik Modern : Ketika Pengawasan Publik Dianggap Gangguan Kekuasaan

HUKUM

Episode I Kabar Baru: Rampok Bernama Edi Junaidi