Home / HUKUM / OPINI

Sabtu, 17 Juni 2023 - 02:09 WIB

JANGAN RAGU, TANGKAP PANJI GUMILANG

Foto, Massa demo Ponpes AL Zaytun

SIKAP pimpinan pondok pesantren Al Zaytun Indramayu semakin menunjukan dirinya tidak sehat. Arogansi tinggi. Mungkin merasa ada kekuatan yang melindunginya. Atau sekedar menggertak. Bagaimanapun, Panji Gumilang tidak boleh dibiarkan. konfliknya kontroversi dengan ajaran agama yang dinilai menyimpang. Menafsirkan aturan agama seenaknya.

Meski telah dikritik banyak pihak termasuk MUI dan PWNU Jawa Barat serta didemo oleh warga Indramayu, namun tetap saja ia merasa tidak bersalah bahkan terkesan menantang. Panji lupa sebenarnya kondisinya sudah berubah tidak lagi seperti awal pesantren tersebut berdiri. Sangat terlindungi dan aman mengecoh santri, orang tua maupun warga sekitar. Kini kesesatan ajarannya sudah menyengat.

Aspek teologis mengajarkan Panji dinilai bid’ah dan menyimpang. Perempuan shalat di baris depan bercampur dengan laki-laki, shaf sengaja renggang, muadzin menghadap jamaah, syahadat ditambah kesaksian Negara Islam, menyanyikan lagu Yahudi, mengusulkan mendirikan pesantren Kristen, dosa zina dapat ditebus uang, Qur’an adalah ucapan Nabi Muhammad SAW dan banyak lagi lagi.

Baca Juga  JOKOWI DAN GANJAR : SERUPA TAPI TAK SAMA

Aspek hukum, penyimpangan teologis yang telah meresahkan umat Islam di atas dapat menggabungkan hukum. perbuatan Panji Gumilang memenuhi unsur delik Pasal 156a KUHP. Dapat dikenakan sanksi penjara maksimal 5 (lima) tahun. Belum terbukti adanya perbuatan kejahatan seksual, ia dapat diduga melakukan perbuatan atau tindak pidana kekerasan seksual atau zina (overspel).

Aspek politik, Panji Gumilang dan Pondok Pesantrennya telah menciptakan ketidakstabilan politik. Masyarakat gelisah atas sikap Panji. Alih-alih bijak menanggapi kritikan ia justru menantang dengan arogan. Dibalas dengan pengerahan masa sambil menyemangati masa dengan nyanyian Yahudi “Havenu Shalom Aleichim”. Panji merasa mendapat perlindungan politik.

Jangan ragu tangkap Panji Gumilang. Ia telah menista agama dengan menyebut Qur’an bukan firman Allah, itu sama saja dengan membakar Al Qur’an. Ia telah mencampur Islam dengan agama Yahudi. Muslim dihancurkan keimanannya. Jangan buka peluang Al Zaytun menjadi agen Israel.

Baca Juga  INDONESIA NEGARA HUKUM PALSU

Penyelesaian masalah Al Zaytun sangat mudah tidak perlu bertele-tele. Setelah pertemuan MUI Jabar, Polda Jabar, Pangdam Siliwangi dan Kejaksaan Tinggi Bandung, maka segera operasi penangkapan Sang Imam Negara Islam KW 9 Panji Gumilang. Lanjutkan dengan proses hukum untuk membongkar motif dari berbagai kegiatan termasuk penggalangan dana, penyesatan dan kesehatan jiwa sang Imam.

Hanya dua pilihan untuk Al Zaytun Indramayu yaitu tutup dan bubarkan Pondok Pesantren Al Zaytun atau jika masih ingin menyelamatkan Al Zaytun, maka segera tangkap dan adili Panji Gumilang. Ambil alih pengelolaan pendidikan Pondok Pesantren Al Zaytun oleh Pemerintah atau Ormas-ormas dan Lembaga Pendidikan umat Islam.

Negara tidak boleh kalah oleh oknum yang melakukan kejahatan dengan berlindung di bidang keagamaan. Panji Gumilang tidak bisa membiarkan kemacetan untuk terus dilalui. Sudah terlalu lama ia diistimewakan.

oleh M Rizal Fadillah (Pemerhati Politik dan Keagamaan)

Bandung, 17 Juni 2023

Share :

Baca Juga

BREAKING NEWS

Tolak Damai Meski Diancam, Orang Tua Korban Dugaan Pelecehan Seksual Tempuh Jalur Hukum

ACEH

Diduga Mabuk, 4 Mahasiswa Unimal Ribut dengan Warga di Dewantara, Rektor Tempuh Jalur Damai

ACEH

Polres Aceh Timur Gelar Perkara Kasus Dugaan Penganiayaan Pelajar SMP di Idi Tunong, Status Hukum AS Ditentukan Jumat

ACEH

31 Kasus Kekerasan Anak dalam Enam Bulan, Bupati Al Farlaky Siapkan Langkah Pencegahan dan Rumah Aman

ACEH

Gelombang Protes Kembali Menggema di Sigli, Warga Tuntut Cabut IUP PT Serambi Timur Resources

BERANDA

AS Umumkan Blokade Laut ke Iran dan Tarif 20% untuk Kapal di Selat Hormuz

OPINI

Belajar dari Malikussaleh: Mengapa Peradaban Besar Sulit Kita Warisi?

BERANDA

Dikritisi Tajam: 8 Langkah Kontroversial Gianni Infantino yang Dinilai Jauhkan FIFA dari Semangat Sportivitas