Home / MANACANEGARA / RUBRIK

Kamis, 5 Februari 2026 - 22:15 WIB

Dosen Unimal dan Akademisi Dunia Kolaborasi Petakan Masalah Perlindungan Rohingya di Kamp Aceh


MEDIALITERASI.ID
| ACEH — Kolaborasi penelitian internasional multidisiplin terbentuk untuk mengkaji kondisi pengungsi Rohingya di Aceh, khususnya terkait kesenjangan kebijakan perlindungan, dilema kedaulatan negara, tantangan keamanan, serta risiko berbasis gender di kamp pengungsian.

Penelitian berjudul Rohingyan Community Development: Assessing Policy and Protections Gaps, and Gendered-Risk amidst Sovereignty Dilemma and Security Issues in Aceh Camps dipimpin oleh Jelang Ramadhan, Ph.D., dari Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia sebagai ketua tim peneliti.

Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif partisipatif dan analisis kebijakan untuk memetakan kebutuhan riil pengungsi Rohingya. Hasil penelitian diharapkan menghasilkan rekomendasi kebijakan yang dapat diimplementasikan pemerintah daerah, kementerian terkait, serta lembaga internasional dalam merancang intervensi kemanusiaan yang seimbang antara prinsip kedaulatan negara dan komitmen terhadap hak asasi manusia.

Sebagai mitra peneliti lokal, Hidayatsyah, M.Pd., dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Malikussaleh (Unimal), berperan memfasilitasi akses lapangan sekaligus memberikan perspektif kontekstual terkait dinamika sosial masyarakat Aceh. Ia menilai keterlibatan akademisi lokal penting untuk memastikan validitas data serta relevansi temuan penelitian dengan kondisi lapangan.

Tim peneliti juga melibatkan Prof. Anthony Ware dari Deakin University, Australia, yang memiliki keahlian di bidang studi kemanusiaan dan konflik di Asia Tenggara, serta Orissa Putri Rosi dari UN Women yang fokus pada perlindungan perempuan dan anak dalam situasi pengungsian.

Menurut Jelang Ramadhan, penelitian ini bertujuan menghasilkan rekomendasi kebijakan yang konkret dan berkelanjutan. Ia menyatakan hasil kajian diharapkan menjadi masukan strategis bagi pemangku kepentingan dalam merancang kebijakan kemanusiaan yang responsif.

Baca Juga  Persimpangan Karier Veda Pratama: Naik ke Moto2 2027 atau Bertahan di Moto3?

Sementara itu, Prof. Anthony Ware menilai Aceh memiliki potensi besar sebagai pusat pembelajaran kemanusiaan, mengingat pengalaman daerah tersebut dalam penanganan bencana serta kuatnya tradisi solidaritas sosial masyarakat.

Hasil penelitian direncanakan akan disampaikan kepada berbagai pemangku kepentingan sebagai dasar penyusunan kebijakan perlindungan pengungsi Rohingya. Kolaborasi ini juga diharapkan memperkuat posisi Indonesia dalam diplomasi kemanusiaan global serta menjadi contoh sinergi antara akademisi nasional, mitra lokal, institusi internasional, dan lembaga PBB dalam menjawab tantangan kemanusiaan berbasis bukti dan kearifan lokal.

Akademisi Dunia Petakan Masalah Perlindungan Rohingya di Kamp Aceh

ACEH — Kolaborasi penelitian internasional multidisiplin terbentuk untuk mengkaji kondisi pengungsi Rohingya di Aceh, khususnya terkait kesenjangan kebijakan perlindungan, dilema kedaulatan negara, tantangan keamanan, serta risiko berbasis gender di kamp pengungsian.

Penelitian berjudul Rohingyan Community Development: Assessing Policy and Protections Gaps, and Gendered-Risk amidst Sovereignty Dilemma and Security Issues in Aceh Camps dipimpin oleh Jelang Ramadhan, Ph.D., dari Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia sebagai ketua tim peneliti.

Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif partisipatif dan analisis kebijakan untuk memetakan kebutuhan riil pengungsi Rohingya. Hasil penelitian diharapkan menghasilkan rekomendasi kebijakan yang dapat diimplementasikan pemerintah daerah, kementerian terkait, serta lembaga internasional dalam merancang intervensi kemanusiaan yang seimbang antara prinsip kedaulatan negara dan komitmen terhadap hak asasi manusia.

Baca Juga  Jepang Jadi Harapan Asis, Sportifitas Jadi Jiwa Piala Dunia 2026 

Sebagai mitra peneliti lokal, Hidayatsyah, M.Pd., dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Malikussaleh (Unimal), berperan memfasilitasi akses lapangan sekaligus memberikan perspektif kontekstual terkait dinamika sosial masyarakat Aceh. Ia menilai keterlibatan akademisi lokal penting untuk memastikan validitas data serta relevansi temuan penelitian dengan kondisi lapangan.

Tim peneliti juga melibatkan Prof. Anthony Ware dari Deakin University, Australia, yang memiliki keahlian di bidang studi kemanusiaan dan konflik di Asia Tenggara, serta Orissa Putri Rosi dari UN Women yang fokus pada perlindungan perempuan dan anak dalam situasi pengungsian.

Menurut Jelang Ramadhan, penelitian ini bertujuan menghasilkan rekomendasi kebijakan yang konkret dan berkelanjutan. Ia menyatakan hasil kajian diharapkan menjadi masukan strategis bagi pemangku kepentingan dalam merancang kebijakan kemanusiaan yang responsif.

Sementara itu, Prof. Anthony Ware menilai Aceh memiliki potensi besar sebagai pusat pembelajaran kemanusiaan, mengingat pengalaman daerah tersebut dalam penanganan bencana serta kuatnya tradisi solidaritas sosial masyarakat.

Hasil penelitian direncanakan akan disampaikan kepada berbagai pemangku kepentingan sebagai dasar penyusunan kebijakan perlindungan pengungsi Rohingya. Kolaborasi ini juga diharapkan memperkuat posisi Indonesia dalam diplomasi kemanusiaan global serta menjadi contoh sinergi antara akademisi nasional, mitra lokal, institusi internasional, dan lembaga PBB dalam menjawab tantangan kemanusiaan berbasis bukti dan kearifan lokal. (JA)

Share :

Baca Juga

BERANDA

Dikawal Militer AS, Pengiriman LNG Qatar Lewat Selat Hormuz Cetak Rekor Tertinggi Sejak Perang Pecah

BERANDA

Manuver Balasan Netanyahu: Siapkan Aduan ke ICC untuk Jerat Erdogan soal Pelanggaran HAM Kurdi

BERANDA

Tragedi di Beit Rima: 400 Pohon Zaitun Palestina Diratakan Buldoser Israel Jelang Panen Oktober

BERANDA

3 Drama Paling Dramatis di SEA Games 2025 Thailand: Dari Comeback Vietnam Hingga Tangis Voli Putra Indonesia

BERANDA

Membedah Kontroversi Sepang 2015: Pelajaran Fair Play dari Duel Rossi vs Marquez

EDUKASI

Luka Hati Tak Kunjung Sembuh? Ini 5 Cara Sehat Bangkit dan Pulih Secara Perlahan

BERANDA

BREAKING: Iran Ancam Perluas Perang hingga Samudra Hindia Jika AS Kembali Menyerang – Indonesia Waspada

KESEHATAN

Batas Halal-Haram CRISPR di Indonesia: Pangan dan Obat Boleh, Edit Gen Bayi Haram?