Home / BERITA / RUBRIK

Selasa, 9 Desember 2025 - 01:28 WIB

Connie Rahakundini Bakrie Desak Presiden Tetapkan Status Bencana Nasional untuk Aceh, Gayo, dan Sibolga

MEDIALITERASI.ID | JAKARTA –  Guru Besar Hubungan Internasional St. Petersburg State University, Connie Rahakundini Bakrie, menyampaikan permohonan terbuka kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, terkait krisis kemanusiaan dan ekologis yang melanda Aceh, Gayo, serta wilayah Sibolga di Sumatra. Connie menilai situasi darurat yang telah berlangsung lebih dari sepekan itu telah melampaui kapasitas normal pemerintah daerah dan membutuhkan mobilisasi nasional berskala penuh.

Dalam surat tersebut, Connie mendesak agar Presiden segera menetapkan status Bencana Nasional serta membuka akses green light bagi bantuan kemanusiaan internasional. Ia menekankan keselamatan warga harus menjadi prioritas tertinggi negara.

Connie menggambarkan kondisi lapangan sebagai krisis yang “masif dan objektif melampaui kapasitas daerah”. Selama sembilan hari, ribuan warga di wilayah terdampak dilaporkan terisolasi tanpa akses bantuan memadai akibat banjir bandang, longsor, dan keruntuhan aliran sungai.

Banyak jembatan, jalan, rumah, serta persawahan rusak parah. Beberapa desa bahkan tidak dapat dijangkau melalui jalur darat maupun udara. Warga kehilangan air bersih, pangan, obat-obatan, serta layanan kesehatan dasar, sementara kepanikan dan tekanan emosional disebut mulai meningkat.

Baca Juga  Dr. Tasrif M. Saleh: Supremasi Keteladanan Harus Menjadi Jiwa Seluruh Anggota Polri

Dalam surat bagian kedua, Connie menyatakan penetapan status Bencana Nasional bukan sekadar penegasan kedaruratan, melainkan langkah strategis untuk:

  1. Mempercepat pengerahan armada udara dan laut,
  2. Memperkuat koordinasi lintas kementerian,
  3. Membuka relokasi anggaran darurat,
  4. Mengaktifkan pusat komando terpadu berskala besar.

Ia menegaskan bahwa keputusan tersebut bukan menunjukkan kelemahan negara, melainkan bukti penguatan kapasitas untuk melindungi rakyat.

Connie juga menyoroti pentingnya membuka akses bantuan internasional sesuai standar operasi kemanusiaan global. Aktivasi bantuan global, menurutnya, tidak mengurangi kedaulatan Indonesia karena seluruh proses tetap dikoordinasikan pemerintah.

Ia menulis bahwa dalam banyak krisis dunia, pemimpin yang dihargai sejarah adalah mereka yang “membuka tangan, bukan menutup pintu”.

Penundaan membuka akses bantuan, kata Connie, dapat berakibat pada:

  • meningkatnya korban jiwa,
  • kerusakan ekosistem yang tidak dapat dipulihkan,
  • beban panjang bagi masyarakat terdampak,
  • sorotan internasional atas kemampuan manajemen bencana Indonesia,
  • munculnya persepsi bahwa negara gagal melindungi warganya.
Baca Juga  Presiden Prabowo: Negara Bergerak Cepat Tangani Bencana, Indonesia Bangsa yang Kuat

Namun, ia menilai tindakan cepat dari Presiden justru akan menunjukkan ketegasan, kemanusiaan, dan keberanian moral yang ditunggu rakyat.

Dalam bagian akhir suratnya, Connie meminta pemerintah melakukan lima langkah utama:

  1. Menetapkan status Bencana Nasional.
  2. Membuka izin (green light) bantuan kemanusiaan internasional.
  3. Memberi mandat penuh kepada TNI–Polri untuk operasi penyelamatan di darat, laut, dan udara.
  4. Menggerakkan pusat komando terpadu berbasis pendekatan lintas unsur negara.
  5. Menempatkan keselamatan rakyat sebagai prioritas tertinggi.

Connie menegaskan surat itu bukan kritik, melainkan ajakan agar negara hadir secara maksimal pada saat rakyat sangat membutuhkan.

“Kami percaya Bapak Presiden memiliki keberanian moral dan kepemimpinan yang kuat untuk mengambil keputusan lebih cepat demi menyelamatkan nyawa dan menjaga masa depan ekologis Sumatra,” tulisnya menutup surat tersebut. (EQ)

Share :

Baca Juga

ACEH

Heboh! Pria Bersenjata Laras Panjang Rampok Toko Emas di Jalan Merdeka Tapaktuan Pagi Hari

ACEH

Langkah Solidaritas, Norwegia Akan Donasikan Bonus Piala Dunia 2026 ke Warga Palestina

ACEH

Tiga Tersangka Ditetapkan dalam Kasus Penganiayaan Pelajar di Aceh Timur, Proses Hukum Tunggu Bapas

ACEH

Antar Langsung ke Dayah, Ketua PKK Aceh Timur Pastikan Korban Kekerasan Dapat Perlindungan Penuh

ACEH

Bupati Aceh Timur Terbitkan Teguran Keras: Pelaku Usaha Dilarang Buang Sampah Sembarangan

ACEH

Kesalahpahaman Warnai Aktivitas MBG Paya Bujok Seulemak, Berakhir dengan Musyawarah.

ACEH

76 Santri Wustha dan Ulya SPM YPI Darussa’adah Idi Cut Diwisuda, Bupati Alfarlaky Minta Alumni Jaga Almamater

BERITA

42 Tim dari Berbagai Kampus Bersaing, Hanya 10 Lolos ke Final Lomba Esai Nasional FKIP Unimal