MEDIALITERASI.ID | PENNSYLVANIA – Komunitas diaspora Aceh di Harrisburg, Pennsylvania, Amerika Serikat, resmi memiliki meunasah sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan. Fasilitas ini disebut sebagai meunasah pertama milik warga Aceh di Benua Amerika.
Informasi tersebut disampaikan Zulfikar Ben, warga Aceh yang telah lama bermukim di Amerika Serikat, kepada Serambi melalui pesan WhatsApp, Rabu (29/4/2026). Ia menjelaskan, proses pemindahan kepemilikan dan fungsi bangunan dilakukan oleh pengurus Aceh Community Center (ACC) Harrisburg pada Selasa (28/4/2026) waktu setempat atau Rabu (29/4/2026) WIB.
Presiden ACC Harrisburg, Musdar Arsyad, menyampaikan rasa syukur atas terwujudnya fasilitas tersebut. Ia mengatakan, meunasah akan difungsikan sebagai pusat ibadah, kegiatan keagamaan, serta ruang mempererat silaturahmi antarwarga Aceh di perantauan.
“Pada Selasa, 28 April 2026 pukul 11.00 waktu setempat, kami resmi memiliki sebuah meunasah. Insya Allah ini akan menjadi pusat kebersamaan umat dan tempat memperkuat persaudaraan,” ujar Musdar, seperti dikutip Zulfikar.
Menurut Musdar, keberadaan meunasah ini merupakan hasil kebersamaan komunitas, bukan milik individu atau kelompok tertentu. Ia menegaskan, proses terwujudnya fasilitas tersebut dilandasi semangat gotong royong dan kesamaan tujuan di antara warga Aceh di wilayah tersebut.
“Ini milik bersama, lahir dari doa dan niat yang sama, serta semangat saling menguatkan,” katanya.
Keberadaan meunasah ini diharapkan dapat menjadi pusat aktivitas keagamaan sekaligus memperkuat identitas dan solidaritas diaspora Aceh di Amerika Serikat. (Geby)







