Home / BERITA

Jumat, 5 September 2025 - 21:12 WIB

Hama Wereng Ancam Sawah Cot Girek, Penyemprotan Massal Digelar

MEDIALITERASI.ID | ACEH UTARA – Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Utara bersama petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) menggelar gerakan pengendalian hama wereng batang cokelat (WBC) di Desa Alue Drien, Kecamatan Cot Girek, Kamis (4/9/2025).

Langkah tersebut dilakukan menyusul meluasnya serangan hama WBC di sejumlah areal persawahan. Dalam kegiatan itu, petugas bersama petani melakukan penyemprotan massal untuk mencegah kerugian yang lebih besar.

Berdasarkan hasil pemantauan, serangan hama ditemukan pada lahan padi varietas MR, Ciherang, Cibatu, Inpari, dan galur dengan umur tanaman 60–80 hari setelah tanam (HST). Dari total luas tanam 22 hektare, serangan tercatat pada 0,75 hektare dengan intensitas sekitar 5 persen. Untuk mencegah penyebaran lebih luas, pengendalian dilakukan di lahan seluas 8 hektare menggunakan insektisida Applaud yang difasilitasi UPTD BPTPHP-LPHP Peureulak.

“Alhamdulillah, hari ini kita bisa melaksanakan gerakan pengendalian bersama petani. WBC merupakan hama berbahaya karena bisa menyebabkan gagal panen hingga 100 persen bila tidak dikendalikan sejak dini,” ujar Koordinator POPT Aceh Utara, Muhammad Nur, S.Pi.

Baca Juga  Pesan Kapolres Aceh Timur Kepada 60 Personil Angotanya Yang Naik Pangkat

Ia menambahkan, kegiatan ini terlaksana berkat dukungan Dinas Pertanian Aceh Utara, UPTD, serta bantuan sarana dari Laboratorium Proteksi Tanaman (LPHP) Peureulak. “Kami berharap langkah ini dapat memperkuat pertahanan tanaman padi agar tetap produktif hingga masa panen,” katanya.

Petugas juga mengingatkan petani agar tidak hanya mengandalkan penyemprotan pestisida, tetapi juga menerapkan pola tanam yang baik, menjaga kebersihan lahan, serta melakukan pengamatan rutin di sawah.

“Petani harus memiliki ilmu sekaligus usaha. Jangan membiarkan tanaman terabaikan. Pengendalian hama sebaiknya dilakukan sejak dini, bukan setelah serangan meluas,” tegasnya.

Muhammad Nur mengakui jumlah POPT di Aceh Utara masih terbatas, di mana satu petugas biasanya membawahi dua hingga tiga kecamatan yang mencakup puluhan desa. Meski demikian, dinas tetap berkomitmen melakukan pengawasan dan pendampingan secara berkala.

“Memang jumlah petugas terbatas, tetapi pengamatan lapangan tetap rutin dilakukan. Ini sudah menjadi tugas kami untuk menjaga tanaman padi dari ancaman hama,” ujarnya.

Baca Juga  Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Untuk Masyarakat, Polri Bangun 13 RS Bhayangkara Selama 2014-2024

Sementara itu, salah seorang petani Desa Alue Drien, Syahrul, menyambut baik langkah pengendalian hama yang dilakukan dinas. Ia berharap kegiatan serupa dapat lebih sering dilaksanakan.

“Selama ini kami sudah berusaha melakukan penyemprotan sendiri, tapi hasilnya kurang maksimal. Dengan adanya pendampingan dari dinas, kami lebih tenang karena merasa tidak berjuang sendiri menghadapi hama,” katanya.

Syahrul juga berharap pemerintah memperhatikan kestabilan harga gabah. “Kalau panen nanti harga gabah jatuh, sama saja kami tetap rugi. Jadi kami berharap pemerintah menjaga harga gabah di tingkat petani,” ujarnya.

Kegiatan pengendalian hama wereng di Desa Alue Drien turut dihadiri Ketua Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Cot Girek Adhar, POPT Kabupaten Aceh Utara Vitri Aulia, penyuluh pertanian lapangan (PPL) Siti Mariah, Mantri Tani Cot Girek Faisal, Babinsa setempat, serta masyarakat desa. (EQ)

Share :

Baca Juga

BERANDA

Tolak Hoaks, Aliansi Pemuda Aceh di Jakarta Siapkan Laporan ke Mabes Polri Terkait Video yang Seret Nama Wabup Aceh Timur

ACEH

Video Klarifikasi Dun Belanda Tuai Tanda Tanya, Penggiat Media Soroti Dugaan Tekanan

BERANDA

Gubernur BI Perry Warjiyo Mundur, Alasan Pribadi dan Destry Damayanti Jadi Plt

ACEH

Operasi Tangkap Bandar Narkoba di Bireuen Berujung Duka, Pratu Galuh Nugraha Tewas Terkena Peluru Rekoset

BERITA

Dua Orang Diamankan Terkait Bentrokan di Menteng, Polisi Dalami Peran Masing-masing

BERITA

Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Meninggal, Polisi Masih Selidiki Penyebab Kematian

BERITA

Open Drag Bike Dhira Brata Cup Championship 2026 Resmi Dibuka, Wakapolri: Gas di Sirkuit, Bukan di Jalan

ACEH

Tanggapi Video Viral, Wabup Aceh Timur T. Zainal Abidin: Tempuh Jalur Hukum Jika Tak Klarifikasi