Ujian Imam Masjidil Haram - Media Literasi

Home / OPINI

Selasa, 8 November 2022 - 17:26 WIB

Ujian Imam Masjidil Haram

OPINI – Suatu Shubuh imam masjidil haram mengimami jamaah dengan bacaan QS Thaha yang berisi ayat perjuangan Nabi Musa As menghadapi kezaliman Fir’aun. Ketika itu Musa As bersama Harun As diperintahkan mendatangi Fir’aun yang sangat berkuasa dan memerintah dengan sewenang-wenang “idzhabaa ilaa fir’auna innahu thagaa” (QS Thaha 43).

Meski diberi mujizat dengan bukti yang nyata akan tetapi sebagai manusia Musa As memiliki rasa takut mengingat kekejaman Fir’aun. Ia berkata “qaalaa robbanaa innanaa nakhoofu anyafrutho alainaa aw an yatghoo” (berkata ya Rabb sesungguhnya kami takut akan siksa pada kami atau ia semakin sewenang-wenang)–QS Thaha 45.

Ketika sampai pada kalimah ini suara imam menjadi agak lirih, bahkan ia mengulang kembali bacaannya tersebut dengan lebih berperasaan. Menyentuh kalbu. Demikian juga ia lakukan pengulangan pada bacaan “qalaa laa takhoofa innanii ma’akumaa asma’u wa aroo” (berfirman Allah jangan kau takut sesungguhnya Aku bersama engkau berdua, Aku mendengar dan melihat)–QS Thaha 46.

Baca Juga  DETIK-DETIK MENYAMBUT TAHUN BARU 2025 ; BANGUNLAH WAHAI BANGSAKU

Adalah biasa atau lazim bacaan demikian. Akan tetapi melihat keadaan Saudi Arabia kini khususnya dengan berbagai kebijakan “liberal” (putra) Raja Salman yang mengejutkan dan mengubah wajah Saudi Arabia, maka menjadi menarik bacaan imam tersebut. Ada kesan di samping meyakinkan jama’ah sang Imam berusaha untuk meyakinkan dirinya sendiri. Jangan takut.

Kebijakan “sekuler” yang menggusarkan ulama dan tentu imam masjid Al Haram antara lain pertunjukan tari samba, pakaian bikini di pantai tertentu, penghapusan polisi syari’at, wanita banyak tampil di konter pelayanan, perayaan natal terbuka hingga halloween. Budaya barat yang mengubah konservativisme Saudi Arabia.

6 ulama ditangkap. Mantan Imam Masjidil Haram Syekh Saleh al Thalib dijatuhi hukuman 10 tahun karena khutbahnya. Demikian juga dengan Syekh Nassar al Omar. Syeikh Yousef al Ahmad dijatuhi hukuman 4 tahun. Syeik Sulaeman Dweesh meninggal di penjara. Sebelumnya pembunuhan wartawan Jamal Kashogi juga dikaitkan dengan Putera Mahkota Mohammed bin Salman.

Baca Juga  HASIL QUICK COUNT BISA SAJA BERBEDA DENGAN REALITAS, SEBAIKNYA, BERSABARLAH UNTUK MERASA MENANG

Kegelisahan ulama dan imam Masjid al Haram ini mungkin yang membuat dirinya harus terus memompa keberanian dalam berdakwah amar ma’ruf nahi munkar. Hafalan al Qur’an butuh pengamalan. Betapa beratnya beban jika mengetahui banyak ayat tetapi tidak mampu untuk menjalankan. Inilah ujian iman para imam.

Karenanya perlu pengulangan bacaan ayat QS Thaha 46 di atas, pendalaman akan pemahaman serta konsistensi pengamalan dengan penuh keberanian. Allah SWT selalu menyertai mereka yang berjuang di jalan-Nya sebagaimana ayat yang mengingatkan “laa tahzan innallaha ma’ana”–Jangan sedih dan takut sesungguhnya Allah bersama kita ( QS At Taubah 40).

Penulis : M Rizal Fadillah, Makkah, 7 November 2022. Pemerhati Politik dan Kebangsaan

Share :

Baca Juga

OPINI

JOKOWI UMPANKAN KE HIU, PAK PRABOWO ?

OPINI

Puasa Mengajarkan Kita untuk Saling Menyayangi

OPINI

Bahasa Aceh Memprihatinkan dan Diambang Kepunahan

OPINI

Penunjukan Mawardi Nur Sebagai Dirut PT PEMA Sudah Tepat

OPINI

Narasi Hukuman Mati Bagi Pelaku Kejahatan BBM Oplosan: Sebuah Tinjauan Hukum dan Moral

OPINI

Halalkah Dana PKH yang Bersumber dari Hutang Negara

OPINI

Komunikasi Pemimpin Sangat Berpengaruh Terhadap Opini Publik

OPINI

Perkebunan Sawit Yang Menjarah Hutan di Indonesia Patut Dikenakan Sanksi Hukum Yang Berat