Home / BERITA

Sabtu, 17 Januari 2026 - 09:12 WIB

Menakar Nahkoda Baru USK 2026-2031 : Antara Keberlanjutan dan Akselerasi Global

Oleh :
Teuku Muhammad Jamil
Akademisi dan Pengamat Politik Universitas Syiah Kuala dan Direktur Pusat Kajian Politik dan Sosial Aceh

Tak dapat dipungkiri realitas saat ini, Universitas Syiah Kuala (USK) kini berada di persimpangan jalan sejarah yang krusial menuju kedewasaan dalam berpikir dan berargumen, sehingga tidak melahirkan sentimen sesama warga dan civitas akademika. Ingat bahwa proses pemilihan Rektor untuk masa bakti 2026-2031 bukan sekadar rutinitas birokrasi perguruan tinggi, melainkan sebuah pertaruhan intelektual untuk menentukan ke mana arah “Jantung Hati Rakyat Aceh” ini akan berlabuh di tengah disrupsi pendidikan global yang melanda.

Sebagai institusi PTN-BH (Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum), USK menuntut pemimpin yang tidak hanya piawai dalam urusan administratif, tetapi juga memiliki political will yang kuat untuk membawa universitas ini bersaing di level dunia (World Class University).

*Tiga Sosok, Satu Tujuan*
Munculnya tiga nama besar—Prof. Dr. Ir. Agussabti, M.Si, Prof. Dr. Marwan, IPU, dan Prof. Dr. Mirza Tabrani, MBA—menunjukkan bahwa USK tidak kekurangan stok pemimpin hebat. Masing-masing figur membawa rekam jejak yang mumpuni:

*Prof. Marwan* sebagai incumbent memiliki nilai plus dalam hal stabilitas dan keberlanjutan program yang sedang berjalan. Di bawah kepemimpinannya, transisi menuju PTN-BH telah diletakkan fondasinya.

Baca Juga  Kompolnas Resmikan Gedung Baru, Perkuat Pelayanan Pengaduan Publik

*Prof. Agussabti* dengan pengalaman birokrasi akademiknya, dikenal memiliki kedekatan taktis dengan struktur internal dan pemahaman mendalam tentang tata kelola sumber daya.

*Prof. Mirza Tabrani* membawa perspektif manajemen dan bisnis yang sangat dibutuhkan USK dalam mengelola kemandirian finansial sebagai PTN-BH agar tidak terjebak pada komersialisasi pendidikan yang memberatkan mahasiswa.

*Analisis Strategis* : Apa yang Dibutuhkan USK?
Analisis saya menunjukkan bahwa tantangan USK ke depan tidak lagi sekadar membangun gedung, melainkan membangun ekosistem inovasi. Siapa pun yang terpilih nanti harus mampu menjawab tiga tantangan utama :

*Kemandirian Finansial PTN-BH :* Rektor terpilih harus kreatif mencari sumber pendanaan non-UKT melalui optimalisasi aset dan kerja sama industri global.

*Relevansi Lulusan* : Di era kecerdasan buatan (AI), kurikulum USK harus lincah (agile). Kita butuh pemimpin yang berani merombak sekat-sekat kaku akademik demi fleksibilitas belajar.

*Internasionalisasi:* USK harus berhenti merasa puas menjadi “Raja di Aceh” atau nasional. Indikator kinerja utama harus berbasis pada pengakuan internasional. Hasil dari pengakuan itu juga berdampak bagi warga masyarakat di sekitarnya.

*Harapan dan Kriteria Layak*
Siapa yang layak? Secara objektif, sosok yang layak adalah yang mampu mengombinasikan integritas moral dengan kecerdasan geopolitik. USK membutuhkan pemimpin yang mampu menjembatani kepentingan lokal Aceh dengan standar kualitas global. Disini dibutuhkan sosok yang kaya informasi dan data serta berani ber eksekusi.

Baca Juga  Gubernur Buka MTQ ke 35 Aceh Dengan Tema "Bangkit Dari Pandemi Menuju Generasi Qur'ani"

Saya pribadi, sebagai warga kampus USK berharap proses pemilihan ini berjalan secara demokratis, elegan, dan jauh dari praktik politik praktis yang merusak marwah akademik. Untuk itu, Majelis Wali Amanat, Senat universitas dan Menteri yang memiliki hak suara 35% harus jeli melihat melampaui kedekatan emosional dan personal mereka harus memilih berdasarkan visi yang paling masuk akal untuk dieksekusi, bukan sekadar orasi dan janji manis di atas kertas tanpa makna

Akhirnya, Pemilihan Rektor USK 2026-2031, diperkirakan akan berlangsung pada awal Pebruari 2026 adalah momentum reformasi dan transformasi. Kita tidak hanya mencari administrator, tapi kita mencari Chief Executive Officer (CEO) bagi kemajuan dan peradaban Aceh. Semoga siapa pun yang terpilih nantinya, tentu yang “bernasib baik” adalah sosok yang mampu menjaga api semangat “Jantung Hati Rakyat Aceh” agar tetap menyala dan tak redup di kancah global.

Pojok Kampus Jantoeng Hatee Rakyat Aceh, 17 Januari 2026.

Share :

Baca Juga

HUKUM

Polemik Ijazah Gibran Usai Putusan MK: Apa Syarat Pemakzulan Wapres Menurut Konstitusi?

BERITA

Kunjungan Pasien Capai 150 Orang per Hari, Puskesmas Kuta Makmur Kekurangan Tempat Tidur Rawat Inap

BERANDA

Mendagri Berhentikan Bupati Gowa Sitti Husniah, Darmawangsyah Muin Ditunjuk Sebagai Plt Bupati

ACEH

RSUD Zubir Mahmud Pastikan Belum Ada Pasien Sesak Napas Akibat Kabut Asap di Aceh Timur

BERITA

Mukhlis Puna Bekali 27 Santri Misbahul Ulum dengan Keterampilan Jurnalistik

ACEH

Perayaan Maulid di Gampong Sagoe Muara Tiga Ricuh, Bendera Aceh Diturunkan Aparat di Area Masjid

ACEH

Waspada! Langit Idi Rayeuk Mulai Berkabut, Asap Tebal dari Palembang dan Jambi Sampai ke Aceh Timur

ACEH

Banjir Luas Landa 9 Kecamatan di Aceh Tamiang, Tanggul Jebol dan Ribuan Warga Mengungsi