Home / BERITA / NASIONAL

Senin, 20 Juli 2026 - 10:49 WIB

Listan Ingatkan Potensi “Penumpang Gelap” di Tengah Menguatnya Perjuangan Provinsi Luwu Raya

MEDIALITERASI.ID | BELOPA – Tokoh pemuda Luwu Raya, Listan, mengingatkan seluruh elemen masyarakat agar mewaspadai munculnya pihak-pihak yang disebutnya sebagai “penumpang gelap” di tengah menguatnya perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya. Peringatan itu disampaikan menyusul pertemuan Tim Badan Pekerja Pembentukan Daerah Otonom Baru (BPP DOB) Provinsi Luwu Raya dengan Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman.

Dalam keterangannya di Belopa, Sabtu (18/7/2026), Listan menilai pertemuan tersebut merupakan perkembangan positif karena membawa isu pembentukan Provinsi Luwu Raya ke dalam pembahasan strategis di tingkat nasional.

“Ini adalah langkah yang sangat maju. Perjuangan Provinsi Luwu Raya kini semakin memperoleh ruang dalam pembahasan strategis di tingkat nasional. Tentu ini semakin mendekatkan harapan masyarakat Luwu Raya untuk mewujudkan provinsi yang selama puluhan tahun diperjuangkan bersama,” kata Listan.

Ia menilai capaian tersebut harus menjadi momentum bagi seluruh masyarakat Luwu Raya untuk menjaga persatuan dan tetap konsisten terhadap tujuan awal perjuangan.

Baca Juga  Pon Yaya Mulai Konsolidasi KPA Wilayah Samudra Pase

Menurut Listan, semakin besar peluang pembentukan Provinsi Luwu Raya, semakin besar pula potensi munculnya pihak-pihak yang berupaya mengubah arah perjuangan.

“Saya mengingatkan seluruh Wija to Luwu agar tetap menjaga persatuan dan konsistensi perjuangan. Jangan sampai ada pihak-pihak tertentu yang mencoba menyusup atau membelokkan agenda besar yang selama ini telah diperjuangkan bersama,” ujarnya.

Pernyataan itu disampaikan menyusul kembali mencuatnya wacana memasukkan wilayah Toraja ke dalam cakupan calon Provinsi Luwu Raya. Wacana tersebut muncul setelah adanya usulan yang disampaikan anggota DPR RI, Frederick Kalalembang, kepada Kepala Staf Kepresidenan pada Sabtu (18/7/2026).

Menanggapi hal itu, Listan menegaskan bahwa wilayah Toraja tidak pernah menjadi bagian dari usulan pembentukan Provinsi Luwu Raya. Ia menyebut komposisi wilayah calon provinsi tersebut telah menjadi kesepakatan bersama sejak awal perjuangan.

Baca Juga  Tim Pemekaran Provinsi Luwu Raya Matangkan Langkah Strategis di Jakarta

“Tidak ada Toraja dalam agenda pembentukan Provinsi Luwu Raya. Hanya ada Luwu, Kota Palopo, Luwu Tengah, Luwu Utara, dan Luwu Timur. Itu sudah final dan menjadi bagian dari konsensus perjuangan yang selama ini dibangun oleh seluruh elemen masyarakat Luwu Raya,” tegasnya.

Ia berharap seluruh pihak menghormati sejarah dan proses panjang perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya. Menurutnya, setiap daerah memiliki hak untuk memperjuangkan aspirasinya, namun tidak seharusnya mengubah substansi perjuangan yang telah disepakati masyarakat Luwu Raya selama bertahun-tahun.

“Perjuangan ini lahir dari aspirasi Wija to Luwu dan masyarakat Luwu Raya yang memiliki sejarah panjang. Karena itu, mari kita saling menghormati perjuangan masing-masing dan tetap menjaga fokus agar cita-cita pembentukan Provinsi Luwu Raya dapat segera terwujud,” pungkasnya. (AST)

Share :

Baca Juga

ACEH

Realisasi Belanja Pemkab Aceh Timur Capai Rp716,91 Miliar hingga Juli 2026

BERANDA

Ledakan Keras Guncang Perumahan Grand Polonia Medan, 5 Rumah Rusak

ACEH

Jembatan di Jambo Lubok Aceh Timur Rusak Parah, Akses Sekolah dan Ibadah Warga Terancam

ACEH

Miris! DPO Diterbitkan untuk Pelaku Penganiayaan dan Penggelapan HP Anak di Takengon

EDUKASI

Perkuat Internasionalisasi, UIA Sepakati MoU Multipihak di Bandung

BERANDA

Kalah Final, Leandro Paredes Anarkis: Tegas Dihujat Usai Serang Pemain Spanyol

ACEH

Oknum Polisi Ditangkap 12 Jam Usai Rampok Toko Emas di Tapaktuan, Polda Aceh: Motif Terdesak Ekonomi

BERANDA

Hasil Final Piala Dunia 2026: Spanyol Kalahkan Argentina 1-0, Messi Menangis