Medialiterasi.id | Lhokseumawe – Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Samudra Pase, Saiful Bahri atau Pon Yaya, mulai melakukan konsolidasi organisasi dengan jajaran KPA Daerah II Tgk Chik di Cot Plieng. Pertemuan tersebut berlangsung di Bale Perjuangan Keude Punteut, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, Selasa (10/3/2026) malam.
Kegiatan itu dihadiri sejumlah tokoh dan anggota KPA, di antaranya Ayah Kuari, Panglima Muda Daerah II Mahmud Syah (Ayah Mud), Wakil Panglima Daerah II M. Dahlan Ishak (Maklan), jajaran keuangan daerah, para Panglima Sagoe se-Daerah II, tokoh agama, serta anggota KPA lainnya.
Dalam pertemuan tersebut, jajaran KPA Daerah II Wilayah Samudra Pase menyatakan dukungan terhadap kepemimpinan Pon Yaya yang baru saja diangkat sebagai Ketua KPA Wilayah Samudra Pase oleh Ketua KPA Pusat, Muzakir Manaf atau Mualem.
Ayah Kuari menyatakan kesiapan pihaknya membantu dan mengawal agenda organisasi di bawah kepemimpinan Pon Yaya. Ia menilai Pon Yaya memiliki pengalaman panjang dalam struktur organisasi KPA.
“Sejak menjabat sebagai Panglima Sagoe hingga Komandan Operasi Daerah II, beliau telah menjalankan berbagai tugas organisasi. Menurut kami, Pon Yaya merupakan sosok yang tepat untuk memimpin KPA Wilayah Samudra Pase,” kata Ayah Kuari.
Hal senada disampaikan Panglima Muda Daerah II Mahmud Syah atau Ayah Mud. Ia menegaskan jajarannya siap menjalankan arahan pimpinan wilayah demi kelancaran roda organisasi.
“Kami siap menjalankan instruksi Ketua KPA Wilayah dan mendukung jalannya organisasi,” ujarnya.
Sementara itu, Pon Yaya menyatakan amanah yang diberikan Ketua KPA Pusat Muzakir Manaf merupakan tanggung jawab besar yang harus dijalankan melalui penguatan koordinasi dan konsolidasi organisasi.
Menurut dia, pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk memastikan seluruh struktur KPA Wilayah Samudra Pase berjalan dalam satu komando.
“Silaturahmi dan konsolidasi ini untuk memastikan seluruh elemen KPA tetap berjalan dalam satu komando,” kata Pon Yaya.
Ia juga menyampaikan rencana melanjutkan konsolidasi ke wilayah lain, mulai dari Daerah I, Daerah III, hingga Daerah IV, guna memastikan struktur organisasi di tingkat daerah berjalan sesuai fungsi masing-masing.
“Kami ingin memastikan seluruh struktur organisasi bekerja sesuai tanggung jawabnya. Kita harus merangkul semua elemen hingga ke akar rumput agar perjuangan kepentingan masyarakat Aceh tetap konsisten,” ujarnya. (EQ)







