Ilustrasi Spanyol Juara Piala Dunia 2026. Foto: X/@Spainisfootbal
Gol Ferran Torres di babak extra time mengunci gelar kedua Spanyol. Final New Jersey jadi penutup pahit karier Messi di Piala Dunia.
MEDIALITERASI.ID | NEW JERSEY — Lionel Messi kembali meneteskan air mata di final Piala Dunia, kali ini karena kekalahan. Argentina harus mengakui keunggulan Spanyol 0-1 pada laga puncak Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium, New Jersey, Senin (20/7/2026) dini hari WIB.
Gol tunggal Ferran Torres di menit ke-106 di babak extra time memupus harapan La Albiceleste mempertahankan gelar. Bagi Messi, ini menjadi final Piala Dunia terakhir dalam kariernya.
Spanyol tampil disiplin dan berhasil mematikan pergerakan Messi sepanjang 120 menit. Playmaker 38 tahun itu hanya satu kali menyentuh bola pada 15 menit awal, tepatnya saat kick-off. Selebihnya ia lebih banyak turun membantu pertahanan Argentina.
Sepanjang turnamen, kontribusi Messi memang sangat besar. Ia mengemas 8 gol dan 4 assist dari total 19 gol Argentina. Artinya, ia terlibat langsung dalam 63 persen gol timnya menuju final. Namun dominasinya terhenti saat menghadapi blok pertahanan Spanyol.
Laga berjalan ketat hingga waktu normal 0-0. Kebuntuan akhirnya pecah di awal babak pertama extra time. Umpan terobosan dari lini tengah Spanyol diselesaikan sempurna oleh Ferran Torres untuk membawa La Furia Roja unggul 1-0. Skor itu bertahan hingga peluit panjang.
Kemenangan ini mengantar Spanyol meraih trofi Piala Dunia untuk kedua kalinya, setelah pertama kali pada 2010. Sementara Argentina gagal mengulang sukses empat tahun lalu di Qatar.
Usai seremoni pengalungan medali, Messi duduk terdiam di tengah lapangan dengan tatapan kosong. Ia kemudian tak kuasa menahan tangis. Empat tahun lalu tangis itu adalah tangis haru juara dunia, kali ini berubah menjadi tangis kekecewaan.
“Saya tahu ini Piala Dunia terakhir saya. Kami sudah berjuang, tapi hari ini bukan hari kami,” ujar Messi singkat kepada media usai laga.
Kekalahan ini menutup perjalanan panjang Messi bersama timnas Argentina di Piala Dunia. Dari debut 2006 hingga final 2026, ia telah memainkan 5 edisi dan mempersembahkan satu gelar pada 2022.
Bagi Argentina, hasil ini menjadi akhir pahit dari era keemasan. Bagi Spanyol, ini adalah penegasan generasi baru yang mampu mengembalikan kejayaan. Dan bagi Messi, New Jersey menjadi panggung perpisahan yang tidak ia inginkan.(*)







