![]()
MEDIALITERASI.ID | BALIK PAPAN – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyiapkan jalur penyeberangan alternatif yang menghubungkan Kariangau, Balikpapan, dengan Pulau Balang Bentang Pendek, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Langkah ini dilakukan untuk mendukung kelancaran mobilisasi masyarakat dan distribusi logistik menuju Ibu Kota Nusantara (IKN), sekaligus mengantisipasi peningkatan arus penumpang menjelang berbagai kegiatan nasional di kawasan tersebut.
Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Shelvy Arifin, mengatakan jalur alternatif tersebut disiapkan sebagai langkah antisipatif apabila terjadi kepadatan pada jalur reguler Penajam–Kariangau maupun akses darat menuju IKN.
“Melihat antusiasme masyarakat dan potensi peningkatan pengguna jasa, ASDP menyiapkan jalur alternatif untuk mengantisipasi kepadatan di jalur reguler,” ujar Shelvy dalam keterangannya, Selasa (19/5/2026).
Menurutnya, wilayah IKN Nusantara yang berada di Kabupaten Penajam Paser Utara masih menjadi bagian dari wilayah operasional ASDP Cabang Balikpapan melalui Pelabuhan Penyeberangan Penajam. Karena itu, ASDP memiliki peran strategis dalam memastikan kelancaran mobilitas masyarakat serta distribusi logistik yang dibutuhkan di kawasan IKN.
Saat ini, akses menuju IKN dapat ditempuh melalui jalur darat maupun lintasan penyeberangan Penajam–Kariangau yang memiliki jarak sekitar enam mil laut dengan waktu pelayaran sekitar 60 menit, kemudian dilanjutkan perjalanan darat menuju kawasan IKN selama kurang lebih 1,5 jam.
Untuk melayani lintasan tersebut, ASDP mengoperasikan empat kapal yang berlayar selama 24 jam, yakni KMP Poncan Moale, KMP Goropa, KMP Dingkis, dan KMP Gajah Mada.
Selain itu, ASDP juga telah menyiapkan tiga kapal yang siap dioperasikan pada jalur alternatif Kariangau–Pulau Balang. Lintasan ini memiliki jarak sekitar 9,5 mil laut dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam.
“Jalur alternatif Kariangau–Pulau Balang akan kami aktifkan jika terjadi kepadatan di jalur darat maupun lintasan reguler. Kami siap mengoperasikan jalur ini untuk memastikan kelancaran mobilisasi masyarakat menuju IKN,” kata Shelvy.
Ia menambahkan, akses darat dari Pelabuhan Pulau Balang menuju kawasan IKN relatif lebih dekat dibandingkan jalur melalui Penajam. Karena itu, jalur alternatif tersebut diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengurangi kepadatan lalu lintas sekaligus mempercepat mobilitas masyarakat dan kendaraan menuju IKN.
Selain melayani penumpang, ASDP juga berperan penting dalam mendukung distribusi logistik antarwilayah. Berbagai kebutuhan pokok dan material bangunan yang menunjang pembangunan IKN maupun kebutuhan masyarakat diangkut melalui layanan penyeberangan ASDP.
Berdasarkan data operasional Semester I 2024, ASDP Cabang Balikpapan telah melayani sebanyak 184.103 kendaraan yang terdiri atas 61.760 unit kendaraan roda dua, 62.150 unit kendaraan roda empat, 2.030 unit bus, serta 58.163 unit kendaraan barang. Jumlah kendaraan logistik yang diseberangkan juga mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Menurut Shelvy, kehadiran layanan penyeberangan ASDP di lintasan Penajam–Kariangau mampu memangkas waktu perjalanan masyarakat dan distribusi logistik secara signifikan dibandingkan jalur darat yang lebih panjang.
“ASDP terus berupaya memastikan kepentingan masyarakat terlayani dengan baik serta menghadirkan pelayanan yang aman, nyaman, dan prima bagi seluruh pengguna jasa,” pungkasnya. (HR)







