Home / BERITA / NASIONAL

Selasa, 5 Mei 2026 - 19:49 WIB

Ace Hasan: Pendidik Harus Jadi Kompas Moral Generasi Bangsa


MEDIALITERASI.ID
| JAKARTA – Gubernur Lemhannas RI, Dr. H. TB Ace Hasan Syadzily, M.Si., menegaskan bahwa tenaga pendidik harus berperan sebagai kompas moral dalam membimbing generasi bangsa di tengah tantangan era disrupsi dan dinamika global yang semakin kompleks. Hal itu disampaikan saat membuka kegiatan Training of Trainers (TOT) Program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Angkatan ke-37 bagi dosen, guru, dan widyaiswara di DKI Jakarta, Senin (4/5).

Menurut Ace, pendidik tidak hanya bertugas mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki tanggung jawab strategis dalam membentuk karakter, integritas, dan wawasan kebangsaan peserta didik. “Pendidik harus menjadi kompas moral dan penunjuk arah dalam membangun generasi pembelajar yang berkepribadian Indonesia, berdaya saing global, dan tetap menjaga keutuhan bangsa,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya penguatan kapasitas tenaga pendidik sebagai “arsitek peradaban” agar nilai-nilai luhur bangsa, khususnya empat konsensus dasar, tetap relevan dan tidak tergerus oleh perkembangan zaman. Menurutnya, pemahaman yang mendalam terhadap nilai kebangsaan menjadi kunci dalam menghadapi tantangan ideologis di era teknologi.

Baca Juga  Lakukan Tips Berikut Ini Supaya Anda Menjadi Guru Favorit/Idola Di Sekolah

Ace juga menyoroti pengaruh dinamika geopolitik global terhadap ketahanan nasional. Karena itu, ia menilai dibutuhkan pendidik yang terlatih untuk menanamkan nilai kebangsaan sekaligus membentuk karakter, watak, dan jiwa nasionalisme generasi muda.

“Nilai kebangsaan adalah perekat sosial yang menjaga keutuhan bangsa di tengah keberagaman, sekaligus menjadi sumber energi moral dalam menghadapi tantangan zaman,” kata Ace.

Lebih lanjut, ia menilai sistem pendidikan yang kuat akan melahirkan generasi yang tangguh, berintegritas, cinta tanah air, serta memiliki kesadaran geopolitik dan wawasan kebangsaan. Dalam konteks ini, peran pendidik menjadi sangat penting dalam mengawal proses pembentukan karakter bangsa.

Melalui program TOT ini, Ace berharap para peserta mampu mengenali dan mengembangkan potensi diri, serta menjadi agen transformasi dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan dalam pola pikir, sikap, dan tindakan peserta didik.

Baca Juga  Tidak Semua Orang Bisa Menjadi Guru

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam membangun karakter bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

Selama delapan hari pelatihan, sebanyak 100 peserta yang terdiri atas 43 dosen, 42 guru, 6 widyaiswara, serta 9 anggota TNI/Polri akan mendapatkan pembekalan terkait keterampilan mengajar, wawasan kebangsaan, dan metode pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Jangan pernah lelah membina dan mengembangkan diri. Dari pelatihan ini diharapkan lahir para penggerak kebangsaan yang tangguh,” tutup Ace.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Lemhannas RI Laksdya TNI Erwin S. Aldedharma, Sekretaris Utama Lemhannas RI Komjen Pol Drs. R.Z. Panca Putra S., M.Si., Deputi Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Mayjen TNI R. Djaenudin Selamet, S.E., serta para tenaga ahli dan pejabat di lingkungan Lemhannas RI. (EQ)

Share :

Baca Juga

BERITA

Program MBG Dilirik Investor China, 1.000 Dapur Siap Dibangun di Indonesia

BERITA

Polres Lhokseumawe dan YAI Santuni Anak Yatim Lewat Program Orang Tua Asuh

BERITA

Suhu Makkah Capai 39°C, Jemaah Haji Indonesia Diimbau Waspada Dehidrasi

BERITA

Buronan Interpol Red Notice Kasus Penipuan Online Internasional Ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta

BERITA

Polri Tegaskan Larangan Live Streaming Saat Bertugas

BERITA

Respon Propam Jaksel atas Dugaan Ketidakprofesionalan Penyidik PPA dalam Kasus Pencabulan Anak

ACEH

27 Tahun Tragedi Simpang KKA: Luka Sejarah, Keadilan Belum Tuntas

BERANDA

“Hantu Siang Bolong”: Kiyai Ashari Tersangka Pencabulan 50 Santriwati Masih Buron