Home / SASTRA

Rabu, 23 Agustus 2023 - 07:40 WIB

Melukis Harap Kemerdekaan

Juni Ahyar

Duduk santai di kursi plastik di senja hari

Berteman segelas kopi dan roti yang setia

Ada harap yang entah apa jauh terawang

Menuju kenangan akan indahnya bumi Pertiwi

78 tahun negeri ku merdeka lepas belenggu penjajahan

Berdaulat adil dan makmur seperti dalam mukadimah nya UUD ’45

Benarkah?

Tentu saja inginnya bukan hanya angan di atas kertas

 

Sumber daya alam melimpah adakah kita bisa hidup mewah atau hanya sekedar mimpi

Berkelakar dan bercengkrama dalam sanjungan negara kaya sumber alam di atas tumpukan hutang yang semakin menggunung

Licinnya jalan tol semulus lolosnya kontraktor asing mengusir Pribumi

Baca Juga  Suara yang Tak Terucap

Tebalnya beton tiang yang memancang sekuat cengkraman yang perlahan melemahkan daulat negeri

Proyek-proyek megah nan mercusuar membuai keadilan yang semakin tenggelam

Daulat pangan tinggal mimpi di bawah gedung-gedung menjulang

Udara kotor semakin pengap sebab penyaring sudah semakin rusak

Hutan hancur sawah pun hilang kemanakah lagi petani berladang

Teknologi gak bisa gantikan pangan dan makanan

Riuh redam hingar bingar tontonan yang sudah ga ada tuntunan

Merasa hebat merasa kuasa lupa hidup bernegara

Kampanye saling memukul saling memfiting merasa unggul tak peduli jauh tersesat

Baca Juga  Jika Aku Tidak Dipedulikan, Mengapa Aku Dilahirkan?

Lukisan harapku semakin murung harapan tak lagi terang

Perang makian perang fitnahan terus menghujani dalam lembaran senja

Cari muka cari panggung ingin selalu agung padahal semua sudah pada linglung

78 tahun negeriku merdeka apakah kamu baik-baik saja ataukah sakit mu semakin kronis

Perut bumi mu dicakar berhamburan terburai tak termakan anakmu

Hutan mu sudah tak seram lagi sebab disana besi-besi dan beton menggantikan pohon

Paru-paru sakit parah oleh debu dan bisingan mesin

Bahaya krisis air krisis pangan sudah pasti menanti

Semoga ibu pertiwi memihak kepada pribumi…

Lhokseumawe, Agustus, 2023

Share :

Baca Juga

BUDAYA

Langkah yang Tak Pernah Sia-Sia

BUDAYA

Hikayat Malem Diwa: Warisan Cinta dan Keberanian dari Tanah Rencong

RELIGI

Hati yang Tumbuh, Hati yang Membatu

RELIGI

Kematian: Peringatan yang Tak Pernah Ingkar

EDUKASI

Bunga di Balik Air Mata

SASTRA

Suara yang Tak Terucap

SASTRA

Obrolan di Bawah Pohon Tua: Integritas Asli vs Integritas Palsu

BERITA

Hebat, Mahasiswi UIA Ini Raih Penghargaan Sebagai Penulis di Tingkat Nasional