Home / ACEH / BERANDA / BERITA / HUKUM

Minggu, 2 Agustus 2026 - 10:14 WIB

Baitul Mal Aceh Buka Investigasi Dugaan Potong Bantuan, Tegaskan Bukan Kebijakan Lembaga

MEDIALITERASI.ID | BANDA ACEH — Di tengah ramainya pemberitaan di media sosial terkait dugaan pemotongan bantuan modal usaha, Baitul Mal Aceh menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas persoalan tersebut. Lembaga amil zakat milik Pemerintah Aceh itu menyatakan tidak pernah menoleransi penyimpangan dalam penyaluran dana untuk masyarakat miskin.

Ketua Baitul Mal Aceh, Tgk. H. Muhammad Yunus, mengatakan pihaknya langsung melakukan investigasi begitu menerima laporan dari masyarakat. Ia menegaskan, jika terbukti ada pemotongan dana, itu merupakan ulah oknum di lapangan, bukan kebijakan resmi lembaga.

“Kami tidak menafikan adanya laporan masyarakat. Semua sedang kami investigasi, apakah dilakukan oleh oknum internal ataupun pihak lain di lapangan. Siapa pun yang terbukti mengambil hak masyarakat harus bertanggung jawab,” tegas Muhammad Yunus, Jumat (1/8/2026).

Baca Juga  Gunung Bawah Laut Meletus, Tsunami Terjang Tonga

Menurutnya, keterbukaan adalah prinsip utama Baitul Mal Aceh. Masyarakat yang merasa dirugikan diminta segera melapor agar setiap dugaan dapat diverifikasi dan diproses sesuai hukum yang berlaku.

 

Klarifikasi Kasus Viral di Aceh Timur

Salah satu kasus yang sempat viral adalah dugaan pemotongan bantuan milik penerima bernama Safura di Kabupaten Aceh Timur. Narasi yang beredar di media sosial menyebut bantuan sebesar Rp5 juta hanya diterima Rp500 ribu.

Setelah dilakukan penelusuran dan klarifikasi langsung kepada penerima dan keluarganya, informasi tersebut dipastikan tidak benar.

Safura menyatakan dana bantuan diterimanya secara utuh. Sebagian uang memang sempat dipinjam oleh kerabatnya berinisial MK untuk kebutuhan mendesak, dan telah dikembalikan sepenuhnya.

Baca Juga  Argentina Terseret ke Extra Time, Scaloni: Tidak Ada Laga Mudah di Fase Gugur Piala Dunia

Keluarga Safura juga menyampaikan permohonan maaf kepada Ketua dan jajaran Baitul Mal Aceh. Mereka mengakui persoalan internal keluarga tersebut telah berkembang menjadi isu publik yang menyudutkan lembaga.

 

Komitmen Penyaluran Transparan

Baitul Mal Aceh kembali mengingatkan seluruh penerima manfaat dan pendamping lapangan agar tidak melakukan praktik pemotongan dalam bentuk apa pun. Lembaga juga akan memperketat pengawasan dan membuka kanal pengaduan agar penyaluran bantuan tepat sasaran.

Hingga saat ini proses investigasi terhadap laporan lain masih terus berjalan. Baitul Mal Aceh memastikan akan menindak tegas setiap pihak yang terbukti melanggar aturan.(Red/Sam)

Share :

Baca Juga

BERANDA

Judul: Diduga Modus “Ghibah Akar Rumput”, Anggaran Keterbukaan Informasi Publik Disorot

BERANDA

995 Pucuk Senjata Api, Narkoba, dan CD Porno Ditemukan di Ruang Mantan Ketua Yayasan Sekolah di Jaksel

ACEH

BUNDA GURU PGRI ACEH TIMUR SALURKAN BANTUAN UNTUK 309 GURU KORBAN BANJIR DI 3 KECAMATAN

ACEH

Delapan Santri Misbahul Ulum Ikuti Jambore Nasional XII Tahun 2026 di Cibubur

ACEH

Rayakan HUT ke-53, Bank Aceh Syariah Cabang Idi Gelar Donor Darah dan Bersih-bersih Pantai di Aceh Timur

BERANDA

3 Wanita Asal Sabah Ditangkap di Bandara Soetta Bawa Narkoba, Polisi Malaysia: Diduga untuk Pemakaian Pribadi

BERANDA

Warga Malaysia Ditangkap di Bandara Juanda, Diduga Selundup 1 Kg Sabu dan Ribuan Pil Ekstasi

BERITA

PERMAHI Jambi Ajak Masyarakat Perangi Hoaks demi Jaga Persatuan Jelang HUT Ke-81 RI