Home / RELIGI / SASTRA

Minggu, 3 Agustus 2025 - 21:22 WIB

Kematian: Peringatan yang Tak Pernah Ingkar

Foto dan Puisi Religi Karya Juni Ahyar

Kematian adalah tamu yang pasti,
tak menunggu tua, tak menunggu siap.
Ia mengetuk tanpa janji,
datang tanpa syarat, pulang membawa kisah.

Ada jenazah lewat,
orang-orang memujinya,
Nabi pun bersabda: “Wajib…”
Surga baginya telah digariskan,
oleh saksi-saksi bumi
yang jujur tanpa pamrih.

Lalu jenazah lain diusung,
kata-kata pahit terucap tentang hidupnya,
dan Nabi pun berkata lagi: “Wajib…”
Neraka menjadi ketetapan,
bukan karena lidah semata,
tapi karena hidup yang nyata.

Baca Juga  Sambut Idul Adha 1447 H, Bupati Aceh Timur Pusatkan Takbir Keliling di Simpang Ulim

Kematian adalah peringatan paling dalam,
lebih keras dari seribu khutbah.
Ia menguji jejak langkah,
bukan tumpukan amal yang dipamerkan.
Ia menyingkap wajah sejati,
saat tak ada lagi topeng dunia.

Tahan lidahmu dari mencela,
sebab Nabi mengajarkan kita,
“Kenanglah kebaikan mayat di antara kalian,
dan tahanlah dari menjelek-jelekkannya.”

Baca Juga  Himpunan Ukhuwah Arrahmah Gelar Zikir, Selawat dan Pengajian di Masjid Babul Jannah Idi Tunong

Apa yang akan mereka katakan saat aku pergi?
Apakah doa akan meliputi,
atau aib yang mengiringi?

Wahai jiwa, bersihkanlah niat,
tinggalkan dunia dengan cahaya,
agar ketika namamu disebut,
para saksi bumi berbisik:
“Baiklah ia, semoga surga menyambutnya…”

Share :

Baca Juga

ACEH

Baitul Mal Aceh Monev Langsung 22 Daerah, Tegaskan Transparansi Dana ZIWAH Harus Sampai ke Mustahik

SASTRA

Generasi Kami, Kami Setia dan Selalu Ada

ACEH

‘Satu Lentera Padam’, Bupati Al-Farlaky: Kepergian Abiya Kehilangan Cahaya bagi Umat

ACEH

Bupati Al-Farlaky dan Rombongan Takziah ke Dayah Abiya Blang Mideun Julok

ACEH

Abiya Berpulang, Camat Julok: Kami Merasa Kehilangan

ACEH

Cek Mad Tunggu Jamaah Haji Julok Sampai Tengah Malam, Selawat dan Doa Sambut Tamu Allah

ACEH

Bismillah Menjadi KM Nol Islam: Bupati Al-Farlaky Gaungkan Kebangkitan Peradaban Peureulak di Haul Sultan ke-1224

ACEH

Ulama Aceh Timur Desak Mahkamah Syar’iyah Terapkan Syariat Kaaffah: Mediasi, Wali, Iddah dan Nasab Jadi Kunci