MEDIALITERASI.ID | JAKARTA – Muslim Pro bersama PT Bank Maybank Indonesia Tbk melalui Unit Usaha Syariah (UUS) meluncurkan gerakan #YukHaji untuk mendorong masyarakat Muslim Indonesia mempersiapkan ibadah haji secara lebih terencana dan realistis. Peluncuran program tersebut turut dibarengi dengan pembukaan pendaftaran Kajian Akbar “Langkah Baik” yang akan digelar di Jakarta pada 28 Juni 2026.
Inisiatif ini hadir setelah survei terbaru Muslim Pro menunjukkan masih terdapat kesenjangan antara keinginan masyarakat untuk berhaji dan kesiapan finansial mereka. Sebanyak 65 persen responden mengaku jarang atau bahkan tidak pernah menabung secara rutin untuk kebutuhan haji maupun umrah, meskipun ibadah haji menjadi salah satu tujuan hidup yang penting.
Survei tersebut juga menemukan bahwa 83 persen responden yang mengalami kesulitan menabung untuk tujuan keagamaan menyebut ketidakstabilan pendapatan sebagai hambatan utama. Namun demikian, lebih dari 81 persen responden menyatakan membutuhkan sarana yang dapat membantu mereka merencanakan dan menabung untuk haji, umrah, serta tujuan keuangan syariah lainnya dengan lebih mudah.
Kajian Akbar “Langkah Baik” akan menghadirkan sesi kajian keislaman, diskusi interaktif, serta berbagai wawasan mengenai persiapan haji dan umrah. Acara ini terbuka untuk umum dengan kapasitas hingga 600 peserta dan menjadi bagian dari gerakan #YukHaji yang bertujuan membantu masyarakat memulai langkah menuju Baitullah secara lebih terstruktur.
Sebagai bagian dari program tersebut, peserta yang memenuhi persyaratan, membuka rekening Maybank Tabungan MyArafah melalui Amanah Pro, serta melakukan setoran awal, akan memperoleh hadiah berupa cash reward Rp88.000 dan akses Muslim Pro Premium selama enam bulan.
Group Managing Director Muslim Pro, Nafees Khundker, mengatakan hasil survei menunjukkan bahwa persoalan utama masyarakat bukan terletak pada niat untuk berhaji, melainkan pada bagaimana memulai langkah yang praktis dan konsisten.
“Salah satu temuan paling menarik dari survei kami adalah bahwa keinginan untuk mempersiapkan haji sebenarnya sudah ada. Lebih dari delapan dari sepuluh responden mengatakan mereka membutuhkan sarana yang dapat membantu merencanakan haji dan umrah, namun sebagian besar belum mulai menabung secara konsisten,” ujarnya.
Menurut Nafees, banyak masyarakat menunda rencana berhaji karena harus memprioritaskan kebutuhan keluarga, komitmen keuangan yang terus berjalan, serta berbagai tantangan ekonomi yang tidak terduga.
“Melalui #YukHaji, kami ingin mengajak masyarakat untuk tidak terus menunggu waktu yang dianggap sempurna, melainkan mulai mengambil langkah kecil yang realistis sejak hari ini,” katanya.
Program #YukHaji didukung oleh Amanah Pro, platform perencanaan haji dan umrah berbasis syariah yang dikembangkan Muslim Pro bersama Maybank Syariah. Diluncurkan pada Mei 2026, platform tersebut membantu pengguna menetapkan target perjalanan ibadah, membangun kebiasaan menabung, serta memantau progres keuangan melalui layanan digital yang terintegrasi.
Direktur Perbankan Syariah Maybank Indonesia, Romy H. Buchari, mengatakan kolaborasi tersebut sejalan dengan upaya perusahaan memperluas akses masyarakat terhadap solusi keuangan syariah yang inovatif dan mudah dijangkau.
“Hasil survei ini menunjukkan bahwa keinginan masyarakat Muslim Indonesia untuk menunaikan ibadah haji sudah sangat kuat. Namun, masih banyak yang menghadapi tantangan untuk memulai langkah pertama dan menjaga konsistensi dalam mempersiapkan dana haji,” ujarnya.
Romy menegaskan bahwa dana yang ditabung melalui Amanah Pro ditempatkan pada rekening syariah yang diatur dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sehingga memberikan rasa aman bagi nasabah dalam membangun kebiasaan menabung untuk tujuan ibadah.
Kolaborasi antara Muslim Pro dan Maybank Indonesia menggabungkan ekosistem digital dengan infrastruktur perbankan syariah yang telah diawasi regulator. Melalui skema tersebut, masyarakat dapat mulai menabung untuk tujuan haji dengan setoran awal sebesar Rp200.000.
Muslim Pro dan Maybank Indonesia berharap inisiatif ini dapat membantu lebih banyak masyarakat Indonesia mewujudkan impian berhaji melalui perencanaan keuangan yang terstruktur, realistis, dan berkelanjutan.
Peluncuran gerakan #YukHaji dan Kajian Akbar “Langkah Baik” diumumkan dalam media gathering yang berlangsung di Bunga Rampai Restaurant, Jakarta, dan dihadiri puluhan perwakilan media nasional maupun regional. (HR)







