Home / ACEH / BERITA

Rabu, 3 Juni 2026 - 09:09 WIB

Peserta Seleksi Mitra Statistik BPS Aceh Utara Pertanyakan Transparansi Hasil Rekruitmen


MEDIALITERASI.ID
| ACEH UTARA – Sejumlah peserta Seleksi Tambahan Mitra Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Aceh Utara Tahun 2026 mempertanyakan transparansi hasil rekrutmen setelah pengumuman kelulusan diterbitkan pada 29 Mei 2026.

Para peserta mengaku belum memperoleh informasi rinci mengenai nilai, peringkat, maupun mekanisme penentuan kelulusan yang digunakan dalam proses seleksi. Mereka juga menyoroti belum adanya kejelasan terkait mekanisme penawaran kerja dan penugasan melalui aplikasi resmi Mitra BPS.

Salah seorang peserta seleksi, TZ (38), warga Kecamatan Meurah Mulia, Kabupaten Aceh Utara, mengaku mempertanyakan transparansi hasil rekrutmen setelah dirinya tidak dinyatakan lulus dalam Seleksi Tambahan Mitra Statistik BPS Kabupaten Aceh Utara Tahun 2026.

Menurut TZ, dirinya telah mengikuti seluruh tahapan seleksi, mulai dari pendaftaran, Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), hingga pengumuman hasil akhir rekrutmen Mitra Statistik BPS Kabupaten Aceh Utara.

“Sebagai peserta yang mengikuti seluruh tahapan seleksi, saya belum menerima informasi detail terkait peringkat atau nilai akhir, mekanisme penentuan kelulusan, serta belum ada pemberitahuan resmi melalui aplikasi Sobat BPS. Saya hanya ingin memahami prosesnya agar tidak terjadi miskomunikasi,” ujar TZ kepada wartawan.

Ia juga mengaku sempat melihat lokasi survei yang muncul dalam riwayat kegiatan pada aplikasi. Namun, menurutnya, informasi tersebut kemudian hilang tanpa penjelasan lebih lanjut.

“Di riwayat survei sempat ditampilkan lokasi untuk pendaftaran. Namun keesokan harinya, dari pantauan saya di aplikasi, informasi itu hilang. Padahal saat itu kami hanya menunggu verifikasi dari panitia seleksi BPS. Tidak lama setelah itu, seluruh informasi pada riwayat kegiatan juga tidak lagi terlihat. Karena itu saya mempertanyakan transparansinya. Sampai sekarang tidak ada kepastian mengenai hasil verifikasi yang dimaksud,” katanya.

Baca Juga  Ikuti Tes Tertulis, Ike Edwin: KPK Harus Kuat Demi Indonesia Makmur dan Sejahtera

TZ menilai masih terdapat sejumlah informasi yang belum disampaikan kepada peserta, terutama terkait rincian nilai yang diperoleh pada setiap tahapan seleksi serta dasar penetapan peserta yang dinyatakan lulus.

“Sampai sekarang saya belum mengetahui nilai hasil ujian yang saya peroleh. Saya hanya mengetahui hasil pengumuman melalui media sosial Facebook pada 29 Mei 2026, padahal berdasarkan jadwal sebelumnya pengumuman direncanakan pada 25 Mei 2026,” ujarnya.

Menurut TZ, persoalan tersebut juga pernah disampaikan oleh peserta lain, termasuk dari Kecamatan Lhoksukon. Namun hingga kini, menurutnya, belum ada penjelasan yang memadai mengenai nilai hasil seleksi maupun mekanisme penilaian yang digunakan.

“Kami ingin klarifikasi dari pihak BPS secara baik-baik dan transparan sesuai prosedur yang berlaku,” katanya.

Selain mempertanyakan transparansi nilai dan mekanisme kelulusan, TZ juga menyoroti sistem penawaran kerja bagi Mitra Statistik yang menurutnya belum memberikan informasi yang jelas kepada peserta.

“Aplikasi mitra.bps.go.id tidak menyediakan penawaran kerja yang dapat dilihat peserta. Seharusnya semua informasi itu tampil di aplikasi resmi sehingga dapat diketahui oleh seluruh peserta, bukan hanya oleh orang-orang yang dihubungi secara pribadi melalui pesan WhatsApp atau telepon,” ujarnya.

TZ berharap BPS dapat meningkatkan keterbukaan informasi melalui platform resmi agar seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh informasi terkait proses rekrutmen maupun penugasan Mitra Statistik.

Menurutnya, keterbukaan informasi yang lebih baik akan membantu peserta memahami proses yang berjalan dan mengurangi munculnya pertanyaan terkait mekanisme seleksi maupun penugasan.

“Harapan saya kepada BPS Aceh Utara khususnya dan umumnya kepada BPS Pusat agar dapat memberikan transparansi berupa rincian nilai dan penjelasan mekanisme seleksi. Saya tetap menghormati hasil keputusan panitia,” katanya.

Baca Juga  AJI dan LBH Pers Mendesak Pemerintah Hentikan Cara Kotor Menyusupkan Intel ke Institusi Pers

Keluhan serupa juga disampaikan oleh RW, peserta seleksi asal Kecamatan Lhoksukon. Ia mengaku kecewa karena hingga kini belum menerima penawaran kerja maupun informasi yang jelas terkait status dan mekanisme penugasan setelah mengikuti proses seleksi.

“Saya kecewa karena sampai sekarang tidak ada penawaran yang keluar. Kami tidak mengetahui secara pasti bagaimana mekanisme penawaran kerja itu dilakukan dan kapan akan diberikan kepada peserta,” kata RW.

Menurut RW, kejelasan informasi mengenai penawaran kerja dan penugasan sangat penting agar peserta dapat memahami status mereka setelah mengikuti seluruh tahapan seleksi.

“Kalau memang ada penawaran kerja, seharusnya informasinya bisa dilihat oleh semua peserta melalui aplikasi atau media resmi BPS, sehingga tidak menimbulkan kebingungan dan pertanyaan di kalangan peserta,” ujarnya.

Para peserta berharap BPS dapat mempublikasikan nilai atau skor akhir peserta melalui portal resmi, menjelaskan kriteria kelulusan, menyediakan kanal pengaduan atau klarifikasi yang mudah diakses, serta membuka informasi terkait mekanisme penawaran kerja dan penugasan.

“Tujuannya agar semua peserta memahami proses seleksi dan dapat menerima hasilnya dengan legawa,” kata TZ.

Sebelumnya, BPS Kabupaten Aceh Utara melalui Pengumuman Nomor B-272/BPS/1111.1/MITRA 2026/2026 menetapkan nama-nama Mitra Statistik Tahun 2026 berdasarkan hasil Seleksi Akhir Perekrutan Tambahan Calon Mitra Statistik yang dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Sobat BPS. Dalam pengumuman tersebut disebutkan bahwa hasil seleksi bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

Hingga berita ini ditulis, tim medialiterasi.id sudah melakukan koordinasi dengan pihak BPS Kabupaten Aceh Utara namun belum memberikan keterangan resmi. (EQ)

Share :

Baca Juga

BERANDA

Waspada Hoaks! Pesan “Panggilan +375 & Kode #90 Bajak Rekening” Beredar Lagi, Polisi Tegaskan Tidak Benar

BERANDA

Presiden Prabowo Copot Dadan Hindayana dari Kepala Badan Gizi Nasional

ACEH

Kobarkan Semangat Kepahlawanan, Wabup Zainal Abidin Pimpin Upacara Harlah Pancasila 2026 di Aceh Timur

ACEH

SEKBER Aceh Desak Pemerintah Pusat Perjelas Otsus dan Skema Bagi Hasil Sumber Daya Alam Aceh

BERITA

Gubernur Aceh Minta Menteri ESDM Tunda Persetujuan PoD I Lapangan Tangkulo WK South Andaman

BERANDA

Pecah Telur! Hakim Danish Podium 3 Moto3 Italia, Pembalap Malaysia Pertama Naik Podium GP Sejak 2016

ACEH

3 Hektar Lahan di Julok Terbakar, Camat Imbau Warga Stop Bakar Sampah Sembarangan di Musim Kemarau

ACEH

Turun 2 Persen, Angka Kemiskinan Aceh Timur Kini 11,24 Persen