Home / BERITA / EDUKASI / NASIONAL

Selasa, 9 Juni 2026 - 12:07 WIB

Lima Santri Dayah Syamsuddhuha Wakili Aceh Utara pada Jambore Nasional 2026 di Cibubur


MEDIALITERASI.ID
| ACEH UTARA
– Lima santri putra Dayah Terpadu Al-Madinatuddiniyah Syamsuddhuha akan mewakili Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Aceh Utara pada Jambore Gerakan Pramuka Tingkat Nasional 2026 yang berlangsung di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur, pada 13–20 Agustus 2026.

Kelima santri tersebut adalah Muhammad Raiyan, Faiza Al Ghifari, Teungku Nazheer, Ahmad Cholish Al-Farraas, dan Fairuz Al Bahrie. Mereka terpilih setelah mengikuti proses seleksi yang diselenggarakan oleh Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Aceh Utara.

Dayah Terpadu Al-Madinatuddiniyah Syamsuddhuha berlokasi di Jalan Medan–Banda Aceh Kilometer 255, Gampong Geulumpang Sulu Barat, Kemukiman Cot Murong, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara. Keikutsertaan lima santri tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar dayah karena berkesempatan mengharumkan nama Aceh Utara dan Provinsi Aceh di tingkat nasional.

Pembina Pramuka Dayah Terpadu Al-Madinatuddiniyah Syamsuddhuha sekaligus Andalan Cabang Gerakan Pramuka Aceh Utara Urusan Antarinstansi, Zulfikar, S.Kom., M.M., mengatakan keikutsertaan para santri pada Jambore Nasional merupakan sebuah kebanggaan sekaligus amanah untuk membawa nama baik dayah, Kabupaten Aceh Utara, dan Provinsi Aceh.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan bangga karena lima santri Dayah Terpadu Al-Madinatuddiniyah Syamsuddhuha dipercaya mewakili Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Aceh Utara pada Jambore Nasional 2026. Ini merupakan bukti bahwa santri dayah mampu bersaing dan berprestasi di tingkat nasional,” ujar Zulfikar.

Menurutnya, para peserta yang terpilih merupakan anggota Pramuka Penggalang terbaik yang telah menunjukkan prestasi, kedisiplinan, kemampuan kepramukaan, serta semangat belajar yang tinggi selama mengikuti berbagai kegiatan kepramukaan.

Para peserta dijadwalkan berangkat ke Jakarta pada 8 Agustus 2026 dan akan mengikuti serangkaian kegiatan yang dirancang untuk mengembangkan keterampilan, kepemimpinan, serta karakter generasi muda. Kegiatan tersebut meliputi keterampilan kepramukaan, wawasan kebangsaan, bakti masyarakat, pertukaran budaya, pengenalan teknologi, hingga kegiatan petualangan bersama peserta dari seluruh Indonesia.

Kontingen Aceh Utara yang akan mengikuti Jambore Nasional berjumlah 40 orang, terdiri atas 16 peserta putra, 16 peserta putri, dua pembina pendamping putra, dua pembina pendamping putri, dua pimpinan kontingen, dan dua staf kontingen.

Zulfikar menjelaskan bahwa sebelum keberangkatan, para santri telah menjalani berbagai persiapan, mulai dari latihan rutin, pembinaan mental dan karakter, hingga pelatihan keterampilan khusus yang diperlukan selama kegiatan berlangsung.

“Keikutsertaan ini bukan hanya tentang mengikuti kegiatan perkemahan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran untuk membentuk karakter kepemimpinan, kemandirian, dan wawasan kebangsaan para santri,” katanya.

Baca Juga  Pengobatan Mengatasnamakan Ida Dayak di Kampus IAIN Lhokseumawe Hoax

Ia menambahkan, keikutsertaan tahun ini menjadi momentum penting bagi Dayah Terpadu Al-Madinatuddiniyah Syamsuddhuha karena merupakan kali kedua dayah tersebut mengirimkan santri untuk mengikuti kegiatan Pramuka tingkat nasional.

“Kami berpesan kepada seluruh peserta agar menjaga nama baik dayah, Kabupaten Aceh Utara, dan Provinsi Aceh. Tunjukkan akhlak yang baik, disiplin, tanggung jawab, serta semangat persaudaraan selama mengikuti kegiatan jambore,” ujarnya.

Zulfikar berharap para santri dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperluas wawasan dan membangun jaringan persahabatan dengan peserta dari berbagai daerah.

“Kami berharap para santri dapat menambah pengalaman, memperluas persahabatan dengan peserta dari seluruh Indonesia, serta membawa pulang ilmu dan pengalaman yang bermanfaat bagi dayah dan masyarakat. Semoga mereka dapat menjadi inspirasi bagi santri lainnya untuk terus berprestasi,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Bina Muda Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Aceh Utara, H. Yafitzam Yusuf, SE, MM, mengatakan saat ini kontingen Aceh Utara masih dalam tahap penyelesaian administrasi pendaftaran peserta Jambore Nasional 2026.

“Saat ini kami masih dalam proses administrasi pendaftaran. Setelah seluruh persyaratan peserta dinyatakan lengkap, akan dilaksanakan Training Center (TC) setiap Sabtu dan Minggu hingga menjelang keberangkatan ke Jakarta,” kata Yafitzam.

Menurutnya, seluruh materi pembinaan yang diberikan selama pemusatan latihan memiliki peran penting dalam membentuk kesiapan peserta. Namun, karena sebagian peserta berasal dari lingkungan dayah, pihaknya berharap mereka mampu menunjukkan keunggulan dalam aspek keagamaan selama mengikuti kegiatan di tingkat nasional.

“Semua aspek pembinaan sangat penting. Namun karena dasar pendidikan mereka berasal dari dayah, kami berharap para peserta dapat menunjukkan nilai lebih dalam bidang keagamaan selama berada di Bumi Perkemahan Cibubur,” ujarnya.

Yafitzam menegaskan bahwa keikutsertaan dalam Jambore Nasional tidak hanya bertujuan mengikuti kegiatan perkemahan, tetapi juga membentuk karakter dan memperkaya pengalaman generasi muda.

“Kami berharap mereka menjadi pribadi yang lebih mandiri, memiliki karakter yang kuat, serta memperoleh pengalaman berharga dari interaksi dengan peserta dari seluruh Indonesia. Kami juga berharap kontingen Aceh Utara semakin siap dalam berbagai aspek, baik dari segi mental maupun pembiayaan kegiatan,” katanya.

Untuk mendukung kesiapan peserta, Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Aceh Utara akan memberikan pembekalan secara intensif selama masa persiapan.

Baca Juga  Polisi Berkuda Polsatwa Patroli di Monas, Warga Antusias hingga Foto Bareng

“Pembekalan materi akan terus diberikan kepada seluruh peserta. Sementara untuk dukungan pendanaan, kami berupaya mengusulkannya melalui Perubahan APBK Aceh Utara agar kebutuhan kontingen dapat terpenuhi dengan baik,” jelasnya.

Ia juga berpesan agar seluruh peserta menjaga kondisi fisik dan kekompakan tim menjelang keberangkatan.

“Kami mengimbau seluruh peserta untuk menjaga kesehatan, tetap semangat dalam mengikuti latihan, menjaga kekompakan sesama anggota kontingen, serta selalu optimistis menghadapi setiap kegiatan yang akan diikuti,” katanya.

Lebih lanjut, Yafitzam berharap para peserta dapat menjadi agen perubahan bagi perkembangan kepramukaan di daerah setelah kembali dari Jambore Nasional.

“Sepulang dari Jambore Nasional, kami berharap mereka menjadi kader-kader Pramuka yang lebih aktif dan mampu memberikan motivasi kepada siswa maupun anggota Pramuka lainnya untuk terus berprestasi,” ujarnya.

Terkait persiapan penampilan budaya daerah, Yafitzam menyebutkan bahwa kontingen Aceh Utara masih mematangkan konsep yang akan ditampilkan pada agenda pentas seni selama jambore.

“Biasanya terdapat kegiatan pentas seni yang menjadi ajang memperkenalkan budaya daerah. Saat ini masih dalam tahap persiapan, namun salah satu kesenian yang direncanakan untuk ditampilkan adalah Ratoh Duek sebagai bagian dari kekayaan budaya Aceh,” pungkasnya.

Sementara itu, salah seorang peserta, Teungku Nazher, mengaku bangga dapat terpilih mewakili Aceh Utara pada ajang nasional tersebut.

“Saya merasa sangat bangga dan bersyukur mendapat kesempatan mewakili Aceh Utara pada Jambore Nasional 2026. Ini merupakan pengalaman yang sangat berharga untuk belajar, menambah teman dari berbagai daerah, serta membawa nama baik dayah, Aceh Utara, dan Provinsi Aceh di tingkat nasional,” kata Nazher.

Menurutnya, dirinya bersama peserta lainnya telah mempersiapkan diri melalui berbagai latihan dan pembinaan yang diberikan oleh pembina Pramuka dan pihak dayah menjelang keberangkatan ke Jakarta.

“Kami akan berusaha memberikan yang terbaik selama mengikuti kegiatan jambore. Kami ingin menunjukkan bahwa santri Aceh tidak hanya unggul dalam bidang keagamaan, tetapi juga mampu berprestasi dan berkontribusi dalam kegiatan kepramukaan di tingkat nasional,” ujarnya.

Jambore Gerakan Pramuka Tingkat Nasional merupakan pertemuan besar Pramuka Penggalang yang diikuti peserta dari seluruh provinsi di Indonesia. Kegiatan ini menjadi ajang pembinaan karakter, kepemimpinan, kemandirian, penguatan persatuan, serta mempererat persaudaraan antargenerasi muda bangsa melalui berbagai aktivitas pendidikan dan kebudayaan. (EQ)

Share :

Baca Juga

BERANDA

Gempa M7,8 Guncang Filipina Selatan, 35 Tewas dan Ratusan Luka-Luka: Tsunami Kecil Capai Sulut

ACEH

SDA Aceh Disebut “Emas yang Tak Basi”: Perlukah Pemerintah Tahan Izin Tambang Demi Generasi Berikutnya?

BERANDA

Penting untuk Lansia: 5 Hal Waspada Jatuh dan Kenali Gejala Stroke Sejak Dini

ACEH

Bupati Al-Farlaky Hadiri Rapat Rekomendasi LKPJ Tahun 2025

BERANDA

Veda Ega Gagal Raih Poin di Balaton Park, Klasemen Moto3 2026 Melorot ke Urutan 6

BERANDA

Kemensos Rekrut 3.053 Guru PPPK Sekolah Rakyat: Gaji Rp3,2 Juta – Rp5,4 Juta

ACEH

HUT Bhayangkara ke-80, Polres Aceh Timur Hadirkan Senyum Baru bagi 30 Pasien

ACEH

Mini Soccer Piala Kapolres Aceh Timur Cup I 2026 Resmi Dibuka, 13 Tim Berlaga Semarakkan Hari Bhayangkara Ke-80