MEDIALITERASI.ID | ACEH TIMUR — Pemerintah Kabupaten Aceh Timur mempercepat proses pembangunan Hunian Tetap atau Huntap bagi warga terdampak banjir di Kecamatan Serba Jadi. Fokus utama saat ini adalah penyelesaian pembebasan lahan seluas sekitar 6 hektare di dua titik lokasi.
Hal itu dibahas dalam rapat yang dipimpin langsung Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., bersama warga pemilik lahan di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Timur, Senin, 27 Juli 2026.
Rapat tersebut bertujuan membangun kesepahaman terkait pengadaan tanah sebagai syarat utama agar pembangunan huntap komunal untuk tiga gampong di Serba Jadi bisa segera masuk tahap berikutnya.
Target Kirim Koordinat ke Satgas Pusat
Bupati Al-Farlaky menegaskan penyelesaian administrasi lahan menjadi prioritas agar proses pembangunan tidak terhambat.
“Yang paling penting hari ini adalah kita menyelesaikan persoalan lahannya terlebih dahulu. Kami meminta kesediaan dan komitmen masyarakat agar proses pembebasan lahan bisa segera dituntaskan sehingga koordinat lokasi dapat segera kami kirimkan kepada Satgas Penanganan dan Rehabilitasi Rekonstruksi PRR Pusat,” kata Al-Farlaky.
Ia menjelaskan, nilai ganti rugi lahan akan ditetapkan secara profesional oleh Kantor Jasa Penilai Publik KJPP agar proses berjalan transparan dan sesuai ketentuan.
Selain huntap, Pemkab juga telah menyiapkan anggaran dan lokasi untuk pembangunan Kantor Camat Serba Jadi sebagai pusat pelayanan administrasi di wilayah pedalaman.
“Anggaran dan lokasi sudah kami siapkan. Kami juga sudah duduk bersama dengan para pemilik tanah. Sekarang tinggal melengkapi administrasi dan dokumen kepemilikan agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari,” ujarnya.
Agustus, Tim Kementerian Turun Verifikasi
Menurut Bupati, setelah administrasi lahan rampung, tim dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman dijadwalkan turun ke lokasi pada Agustus 2026.
Tim tersebut akan melakukan verifikasi lapangan sekaligus memberikan arahan teknis pembangunan huntap beserta fasilitas umum pendukung.
“Kita targetkan administrasi lahan selesai terlebih dahulu. Setelah itu tim kementerian akan datang melakukan pengecekan lokasi dan memberikan petunjuk teknis pembangunan huntap serta fasilitas umum lainnya,” jelas Al-Farlaky.
Warga Minta Infrastruktur Pendukung Dipercepat
Keuchik Gampong Lokop, Eje, S.T., mengapresiasi perhatian pemerintah daerah terhadap korban banjir.
“Alhamdulillah, hari ini kami bisa duduk bersama Pak Bupati dan menyampaikan langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Serba Jadi. Kami berharap pembangunan huntap dapat segera direalisasikan karena warga saat ini masih tinggal di hunian sementara yang kondisinya sangat terbatas,” katanya.
Eje juga menyampaikan harapan agar pembangunan infrastruktur pendukung menuju kawasan relokasi dipercepat, seperti jembatan menuju Ujung Karang dan peningkatan jalan menuju permukiman baru.
Terkait pembebasan lahan, ia memastikan tidak ada penolakan dari pemilik tanah. Saat ini yang masih dilengkapi adalah administrasi kepemilikan, karena sebagian besar warga masih menggunakan surat keterangan desa.
“Alhamdulillah tidak ada masalah dengan pemilik lahan. Yang sedang kami lengkapi hanya administrasi kepemilikan tanah agar seluruh proses berjalan sesuai aturan,” pungkas Eje.(Red/Sam)







