Home / ACEH / BERANDA / BERITA / SOSIAL

Rabu, 16 September 2026 - 11:05 WIB

11 Bulan Bertahan di Tenda Darurat, 6 KK Korban Banjir Blang Peuria Aceh Utara Belum Dapat Huntap

MEDIALTERASI.ID | ACEH UTARA — Sebanyak enam kepala keluarga (KK) korban banjir bandang di Desa Blang Peuria, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara, bertahan hidup di tenda darurat selama 11 bulan terakhir. Tenda dibangun seadanya dari kayu sisa banjir, terpal sebagai dinding, dan seng bekas untuk atap.

Jika cuaca terik, suhu di dalam tenda terasa menyengat. Namun hingga Senin (14/9/2026), belum ada rumah yang disediakan negara untuk menampung mereka.

Banjir yang menghantam desa tersebut terjadi pada 26 November 2025 lalu dan menyapu rumah warga.

Bangun Tenda Mandiri, Berharap Rumah Selesai 3 Bulan

Salah seorang penyintas, Ramadhan, mengatakan tenda yang mereka tempati dibangun secara mandiri agar tetap bisa tinggal di lahan sendiri.

Mengutip Kompas.com “Tenda ini dibangun mandiri. Dibuat seadanya agar bisa ditempati. Awalnya kita berpikir rumah akan selesai tiga bulan. Namun sudah 11 bulan pun belum ada tanda-tanda rumah,” ujar Ramadhan kepada, Senin (14/9/2026).

Baca Juga  MPP Lampung Tengah Diresmikan, Menteri PANRB Sebut Tonggak Baru Pelayanan Publik

Ia mengaku warga nyaris tak bisa lagi mengeluh. Bantuan logistik sudah tidak ada, sehingga mereka harus bangkit dengan kemampuan sendiri.

“Bantuan juga sudah tidak ada. Jadi, ya mandiri sajalah. Menunggu sesuatu yang tidak pasti itu sangat menyebalkan,” katanya.

Tolak Huntara Kecil, Harap Huntap Segera Dibangun

Ramadhan menyebut, warga tidak menerima hunian sementara (Huntara) yang dinilai terlalu kecil untuk keluarga dengan banyak anggota. Sebagai gantinya, mereka menerima uang sewa rumah.

“Lebih baik bertahan begini, di rumah sendiri. Besarnya kita tempel-tempel saja. Kalau di hunian sementara kecil sekali. Kita anak ramai, tidak muat,” ujarnya.

Ia menambahkan, bantuan lain seperti jatah hidup (Jadup), uang stimulan isi rumah, dan pemulihan ekonomi juga belum diterima.

Baca Juga  Sebanyak 52 Personil Polres Aceh Barat mendapat Kenaikan Pangkat

“Semuanya dari uang sendiri. Kami harap bisa dipercepat bantuan rumah,” kata Ramadhan.

Menurutnya, sebanyak 13 unit rumah telah diajukan untuk dibangun kembali, namun hingga kini belum ada kejelasan kapan realisasi pembangunan dimulai.

Desakan untuk Pemerintah Kabupaten

Penyintas banjir lainnya, Subhan, mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Utara untuk mempercepat pembangunan hunian tetap (Huntap) bagi seluruh korban banjir.

“Jangan dibiarkan kami terlalu lama tidak mendapatkan rumah. Kalau bangun rumah sendiri layaknya sebelum banjir, kami tidak mampu. Tidak punya uang dalam waktu dekat untuk membangun rumah,” ujar Subhan.

Subhan berharap pemerintah fokus menyelesaikan pembangunan rumah korban banjir yang hingga kini masih terkatung-katung tanpa kepastian. (*)

Share :

Baca Juga

BERITA

Kepala Suku Wedaumamo Nabire Tanggapi Wacana Definisi Orang Asli Papua

BERITA

IKA UIN Sultanah Nahrasiyah Periode 2026–2030 Bentuk Jaringan Alumni hingga Luar Negeri
Sambangi Sanger Day Fest 2026, Direktur Kemenbud Soroti Sinergi Tradisi dan Seni Modern

ACEH

Didukung Dana Indonesiana, Sanger Day Fest 2026 Perkuat Komunitas Kreatif Banda Aceh

ACEH

Sambangi Museum Tsunami Aceh, Wamenpar Ni Luh Puspa Puji Storytelling Edukator

ACEH

Ketua TP-PKK Kabupaten Aceh Timur Borong Tiga Penghargaan Di Banda Aceh

ACEH

Waled Nuruzzahri Dukung Balai Rehabilitasi Narkoba di Jantho, Desak Pergub Qanun P4GN Segera Diterbitkan

BERITA

Tokoh Pemuda Meepago Minta Gubernur Papua Tengah Evaluasi SK Nomor 14 Tahun 2026 tentang OAP

BERANDA

Purbaya Yudhi Sadewa Dicopot dari Menteri Keuangan, Ini 2 Kebijakan yang Picu Ketidaknyamanan Elit