Home / FEATURE / FIGURE

Minggu, 2 Agustus 2026 - 11:32 WIB

Tolak MUI Award 2026, Ulama Kudus yang Jadi Kuli Bangunan Mendunia Lewat Kitab

MEDIALITERASI.ID | KUDUS — Di tengah hiruk pikuk penghargaan dan popularitas, seorang ulama di Kudus memilih hidup sederhana. Siang bekerja sebagai tukang bangunan, malam hari mengkaji dan menulis kitab. Karyanya justru menjadi rujukan ulama lintas negara.

Ia dikenal warga dengan nama Mbah Riyan Al-Mastur. Dulu teman-temannya memanggilnya Supri. Namun lewat karya tulisnya, namanya dikenal luas sebagai Ibnu Harjo Al-Jawi.

Mbah Riyan sehari-hari berpenampilan layaknya kuli bangunan. Namun di sela rutinitas itu, ia meneliti kitab-kitab klasik yang rumit, melakukan koreksi, hingga menelusuri jejak naskah-naskah tua. Dedikasi tersebut melahirkan sejumlah kitab yang kini dipakai sebagai rujukan di berbagai negara.

Baca Juga  Anna Miswar Kembali Pimpin Pergunu Kota Lhokseumawe Periode 2026–2031

“Beliau memang begitu. Hidupnya sangat sederhana. Kerjanya bangunan, tapi ilmunya luar biasa. Kitab-kitabnya dibaca sampai ke luar negeri,” kata salah satu warga Kudus, Sabtu (2/8/2026).

 

Tolak Penghargaan MUI Award 2026

Pengakuan atas karya Mbah Riyan datang dari Majelis Ulama Indonesia. Pada 2026 ini ia ditetapkan sebagai salah satu penerima MUI Award.

Namun yang mengejutkan, ia memilih tidak menghadiri acara penyerahan penghargaan tersebut.

Menurut orang terdekatnya, keputusan itu diambil agar tidak terlena oleh sanjungan. Ia khawatir popularitas justru membuatnya menjauh dari prinsip hidup membumi yang selama ini dijaga.

Baca Juga  Anies Baswedan Dianggap Layak Jadi Presiden 2024 -2029, Ini Profile nya

“Di tengah dunia yang gila hormat dan popularitas, beliau memilih menjaga jarak agar tetap waras,” ujar sumber yang mengenal dekat Mbah Riyan.

 

Simbol Ulama yang Membumi

Kisah Mbah Riyan menjadi pengingat bahwa keilmuan tidak harus lahir dari kemewahan. Dari balik helm proyek dan cetok tukang, lahir pemikiran yang dibaca lintas batas.

Bagi masyarakat Kudus, ia adalah bukti bahwa kerja keras dan ketekunan menuntut ilmu bisa berjalan beriringan, tanpa harus meninggalkan kesederhanaan.

Hingga kini Mbah Riyan tetap menolak tampil ke publik dan memilih fokus pada kajian serta penulisan kitab.(Red/Sam)

Share :

Baca Juga

FIGURE

Bupati Al-Farlaky Turun Langsung Perjuangkan Bantuan Korban Banjir, Kedekatannya dengan Warga Viral

ACEH

Bupati Aceh Timur Al-Farlaky Raih Serambi Award 2026 Kategori Pemimpin Inovator Transformasi Fiskal

BERANDA

Wakil Ketua BEM UI: “Bangsaku” Bukan Vonis, Tapi Bentuk Tanggung Jawab Bersama

BERANDA

Disebut “Pengupas Bawang Rp700 Ribu/Kg” oleh Presiden Prabowo, Ibu Susanah dari Cileungsi Klarifikasi: Saya Penjahit

FEATURE

“Peserta Kepanasan, Pejabat Berteduh”: Upacara 17 Agustus Diuji Soal Rasa Keadilan dan Kemanusiaan

ACEH

Bupati Al Farlaky Temui Mendagri Tito Karnavian Bahas Percepatan Penanganan Pascabanjir

ACEH

Wabup Aceh Timur Lepas Kontingen Jambore Nasional XII ke Jakarta.

BERITA

Diduga Modus “Ghibah Akar Rumput”, Anggaran Keterbukaan Informasi Publik Disorot