MEDIALITERASI.ID | ACEH UTARA – Warga terdampak banjir di Gampong Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, menerima bantuan beras dari pemerintah sebanyak sekitar 2,2 kilogram per jiwa, 62 hari setelah banjir melanda wilayah tersebut.
Banjir tersebut menyebabkan 391 rumah rusak berat, 43 rumah rusak sedang, dan 68 rumah rusak ringan. Selain itu, sebanyak 263 kepala keluarga atau 883 jiwa mengungsi akibat bencana tersebut.
Salah seorang warga, Maimunah, mengaku tidak mengetahui secara pasti berapa kali bantuan diterimanya. Setelah banjir, ia membeli dua karung beras, yang kemudian ditambah bantuan dari pemerintah dan relawan. Menurutnya, persediaan beras hingga Ramadan diperkirakan mencukupi untuk kebutuhan keluarganya.
Maimunah juga menyampaikan bahwa secara administrasi dirinya terdata sebagai warga Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, namun berdomisili di Gampong Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara.
“Rumah saya di Pante Bidari rusak, sedangkan rumah di Buket Linteung tidak rusak karena berada di dataran yang lebih tinggi,” katanya.
Ketua Posko Banjir, M. Jalil, menegaskan bantuan pemerintah belum mencukupi kebutuhan warga. Tokoh masyarakat, M. Umar, menambahkan banyak warga kehilangan mata pencaharian.
Keuchik Gampong Buket Linteung, Mansur, memastikan jumlah beras yang disalurkan sesuai data Bulog.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Aceh Utara, Fakhruradhi, S.H., M.H., menjelaskan penyaluran bantuan pemerintah dilakukan secara berjenjang melalui struktur pemerintahan. Ia menyebutkan bantuan disalurkan dari pemerintah kabupaten ke pemerintah kecamatan, kemudian ke gampong, dan selanjutnya kepada warga serta pengungsi.
Ia juga mengatakan terdapat bantuan yang diserahkan langsung saat kunjungan Bupati Aceh Utara ke lokasi terdampak banjir, namun penyalurannya tetap sepengetahuan pihak kecamatan. Menurutnya, teknis distribusi di lapangan lebih tepat dikonfirmasi kepada Camat Langkahan.
Camat Langkahan, Teuku Reza Ichwan, mengatakan semua bantuan yang masuk telah disalurkan ke gampong masing-masing. Sementara itu, bantuan presiden masih dalam tahap verifikasi data. (EQ)







